Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Kenapa banyak yang kecewa Jonatan kalah di Indonesia Open padahal katanya berharap pergantian generasi dan gak lagi mengandalkan Jonatan Christie?
Jadi begini...
Jonatan Christie saat ini berstatus independen, tapi belum sampai pada fase seperti Ahsan/Hendra yang sering diiringi komentar: "sekarang yang penting masih bisa menikmati Ahsan/Hendra main, gak terlalu nekan dan berharap mereka juara".
Belum. Belum.
Jonatan belum sampai fase itu. Jonatan baru 29 tahun di 2026.
Dibilang muda, ya sudah tidak muda.
Tapi dibilang tua, ya belum tua.
Usia Jonatan saat ini justru masuk usia matang. Terdiri dari akumulasi banyak pengalaman dan kondisi fisik yang belum melamban.
Belum lagi berbicara soal kondisi tubuh. Jonatan masih bisa dibilang bugar tak terkendala cedera serius yang bisa mengganggu penampilan di lapangan.
Belum lagi bicara lawan-lawan yang ada. Tak ada lagi Viktor Axelsen berdiri di seberang lapangan.
Shi Yuqi, Kunlavut Vitidsarn, hingga Christo Popov masih tergolong lawan yang setara untuk Jonatan. Tidak seperti Axelsen yang benar-benar superior atas Jonatan sejak era pandemi.
Karena itu tidak salah bila masih ada yang berharap tinggi pada Jonatan Christie.
Mungkin bila Olimpiade 2032 masih terlalu lama, banyak yang berharap setidaknya Jonatan bisa punya medali Kejuaraan Dunia.
Soal regenerasi, gua percaya bahwa regenerasi terbaik adalah regenerasi yang diperjuangkan.
Bukan regenerasi yang diwariskan begitu saja atau regenerasi yang terjadi karena tidak ada siapa-siapa lagi.
Karena itu gua pun tetap berharap Jonatan tetap bersaing dalam Race to Olympics, menghadapi Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, dan tunggal lainnya.
Sehingga nantinya, dua pemain yang terpilih masuk Olimpiade adalah pemain yang sudah melalui seleksi ketat,baik dari eksternal maupun internal.
Berkaitan dengan Indonesia Open, Jonatan Christie benar-benar antiklimaks. Dia kalah dan bahkan terlihat tertekan.
Hal ini jelas terasa mengecewakan karena Istora seharusnya jadi taman bermain yang menyenangkan untuk dirinya.
Udah 4.000 Rupiah
Asal lo tau, Papua Nugini itu:
1. GDP-nya $32 miliar.
Indonesia? $1.396 miliar. Kita 43x lebih gede.
2. Cuma 19% penduduknya yang punya akses listrik.
Indonesia? 98%.
3. Angka melek hurufnya 64%.
Indonesia? 96%.
Tapi mata uangnya lebih kuat dari Rupiah.
Gw mau nangis, marah, kesel, tapi nggak ada gunanya.
Jadi mari kita bedah ini.🧵
Anda benar pak, kita pikir2 orang kayak kita ini bayar pajak kendaraan, pajak PBB, pajak bila makan di resto, pajak cukai rokok, masak masih kurang? kemudian uang dibuat bancaan, lak jancokan kan iku.
Andi F. Noya menyuarakan isi hatinya. Ia marah dengan Pemerintah. Sebab, pemerintah tidak mencarikan pekerjaan untuknya, namun ketika sudah dapat kerja, tiba-tiba pajaknya begitu besar. Dan, apesnya lagi, pajak dari keringat rakyat ini banyak yang dikorupsi.
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara?
Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu.
Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun.
Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai.
Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain.
Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi.
Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook.
Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa:
1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN.
2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal.
3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu.
4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan.
5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian.
Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam.
Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka.
Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam.
Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan.
Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja.
Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam.
Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek.
Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan.
JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun.
Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara.
Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan.
Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga.
Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum.
Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi.
Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun...
Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit.
Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus.
Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini?
Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara?
Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian.
Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi.
Jakarta, 16 April 2026
Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
Yg paling menyedihkan sampe hari ini adalah ga ada satupun ucapan dari Presiden mengenai serangan yg dialami Andrie Yunus.
Gw bingung yg dibilang antek asing siapa. Rakyatnya sendiri?
Sementara beliau ikut BOP tanpa ada penjelasan sama sekali ke rakyat.
Gw bingung yg dibilang gak mau liat Pemerintah berhasil siapa. Rakyatnya sendiri?
Sementara beliau gak mau jenguk anak2 muda yg sampe sekarang masih ditahan sama kepolisian tanpa kepastian masa depan yg jelas.
Gak bisa dikerasin terus, Pak.
Turun ke bawah. Ngobrol sama pegiat HAM. Ngobrol sama pengamat yg berseberangan sama Bapak. Ngobrol sama anak2 muda yg banyak harus nyambi karena blm dapat kerjaan. Ngobrol sama ojol, pekerja buruh, pegawai kantoran, OB, kasir, pedagang. Kelas menengah yg statusnya kadang bs di atas dan sangat mudah jatuh ke bawah.
Jangan cuma ngobrol sama org2 kaya yg punya modal. Jangan cuma ngobrol sama menteri-menteri yg cuma mau kasi informasi baik. Jangan cuma ngobrol sama anak2 muda lulusan luar negeri yg kerja sama Bapak atau mereka yg ikut Bapak dari lama atau mereka yg kagum sama Bapak krn Bapak bantu hidupnya.
Jangan cuma ngobrol sama mereka. Ngobrol sama orang-orang yg bersebrangan sama Bapak.
Kekuasaan itu gak akan bertahan lama, Pak dan kekuasaan itu bukan punya Bapak.
Suatu saat bakal Tuhan tunjukin kekuasaan itu bukan punya siapa2 kecuali mereka yg hidupnya bekerja keras & berintegritas.
Time will tell, Pak.
𝗔𝗘𝗧 | 🇮🇩 Indonesia 5️⃣-3️⃣ Japan 🇯🇵
WHAT A GAME.
The hosts are through to the final after a scintillating display at Indonesia Arena!
#ACFutsal2026 | #IDNvJPN
Ada anak kecil di kampung saya, Ngada, Flores, meninggal bunuh diri. Anaknya dikenal cerdas dan ramah di sekolah. Dia meninggal karena putus asa. Sebelum pergi, dia cuma minta satu ke mamanya.
'Mama, saya minta buku dan pena'
Mamanya ga bs kasi dua hal itu lantaran kondisi ekonomi memburuk.
Mungkin buat penguasa dan media massa, anak ini cuma satu angka di dalam statistik. Bahkan bs jadi mudah dilupakan.
Tapi buat saya, anak ini jadi bukti nyata bahwa kita semua gagal bukan karena pengaruh asing. Kebanyakan kita semua gagal karena kita ga mau berbenah. Kita tetap memilih pemimpin yg itu2 aja. Kita tetap mempertahankan institusi yg diisi oleh orang2 itu aja.
Kita sibuk mencari kesalahan org lain, tp kita ga pernah mau sama-sama berjuang sebagai anak bangsa.
Pak Presiden, bapak selalu bilang kalo Bapak adalah presiden semua orang. Saya gak minta Bapak jadi NABI.
Saya minta bapak tidak membiarkan sistem yg uda bobrok ini semakin bobrok.
Belum pernah sesakit hati ini nulis postingan di media sosial.
Ganti narasi NEGARA HADIR / Pejabat hadir dengan hadirkan di lokasi bencana Nasi padang, Roti selai, dunkin donut, mc donald, roti marie, susu, air minum, lilin, selimut, starlink dll. Hal2 diatas yg lebih ditunggu oleh masyarakat disana; Bukan Negara/ pejabat hadir !!!!
Zakat itu BUKAN rakyat bayar ke negara.
Zakat itu rakyat NITIP ke negara, buat disalurin ke yg berhak menerima sesuai aturan agama. Buat disalurin, bukan buat diputer jadi modal dulu.
Karena nitip, maka urusannya adalah kepercayaan. Kalo yg nitip dikit, berarti ya ga percaya..
Peringkat 9 besar dunia di Kejuaraan Dunia Catur Cepat di Kota New York, Amerika Serikat!
Walaupun hanya berlangsung kurang dari seminggu, tanpa sponsor, praktis ini menjadi salah satu turnamen termahal yang saya ikuti.
Semoga kesejahteraan atlet-atlet Indonesia bisa lebih baik