@Thefirstplum “…..” Menghela napas, sudah ia duga. SUDAH IA DUGA. Memang salahnya yang masih saja menurut.
Direbutnya ponsel sahabatnya itu dan hendak dilemparnya jauh, “HIYAAA—“
“Hah?” Perasaannya sudah aneh, tapi harus diakui ia juga merasa sedikit penasaran.
“Kenapa?” Didekatinya lawan bicaranya itu, dengan ekspektasi yang tidak terlalu tinggi.
Menghela napas. Apalagi yang bisa membuatnya menghela napas di malam yang tenang dan damai seperti ini.
“Kotoha, coba sekali-kali kau nasehati kakakmu itu.” Ujarnya.
@SKUY2DFESS ;; udah banyak banget yang drop kata kunci, jadi untuk mengurangi beban (beban gak tuh) kita bersama, kita mutualan langsung aja lah ya bang hehe (maaf loyo 🙏)
“Oi, Sakura.” Panggilnya. “Menurutmu, bagaimana Kaji sebagai seorang seniormu selama beberapa bulan ini?” Penasaran, sendirinya sudah melihat perubahan di diri juniornya itu. Tapi tidak ada salahnya bertanya iseng sesekali.
“Loh. Cafe yang di sini tutup, ya? Bukannya kemarin masih buka?” Gumamnya sambil berdiri di sebuah cafe, tidak berniat masuk, hanya melihat-lihat saja.
Berlari dari kejauhan, rupanya tengah mengejar seekor kucing yang berlari kesana-kemari dengan lincahnya.
“Oi, oi! Kucing!” Teriaknya. Ketika meluat sosok lain, ia terpikirkan sesuatu. “Tolong tangkap kucingnya!”