Ada yg berzinah dibela karena katanya consent dan bukan hak warga menghakimi.
Ada hb sesama jenis dibela krena katanya itu urusan mereka.
Ada yg menikah dgn segala ksepakatan sikap, visi dan mahar dihujat, walau yg enghujat engga di undang bahkan dari waktu lamaran.
Siapa mereka?
‼️BUAT PARA NAKES BAGUS INI EDUKASINYA dr. TIRTA‼️
Semoga pada melek etika Bermedsos🧠💡
Ini Rangkumannya :
1. Pasien adalah penerima layanan yang harus diperlakukan dengan orientasi pelayanan yang baik.
2. Tenaga medis yang aktif di media sosial tetap wajib menjaga etika dan profesionalisme.
3. Kritik seharusnya diarahkan kepada sistem, bukan kepada individu.
4. Kemampuan komunikasi perlu terus ditingkatkan agar pelayanan lebih efektif dan berempati.
5. Keahlian di satu bidang tidak berarti menguasai semua bidang tetap rendah hati dan terbuka untuk belajar.
Lihat Dr Tirta yang lagi hiatus bersosmed akhirnya buka suara juga terkait hal ramai kemarin tentang postingan pasien bpjs yang meninggal dunia (alm. yurizal).
intinya Dr. Tirta ngejelasin kalau pasien itu Customer tapi sayangnya gak semua Dokter paham. Pasien berhak complain di platform mana saja, baik itu ig, wa, threads, telpon, dll.
trus jg katanya skill komunikasi Dokter itu jelek banget dan harus mau belajar lagi biar kejadian begini gak berulang terus.
Pinter di satu ilmu belum tentu pinter di bidang lain jadi GAK USAH SOMBONG. 🫵😠
Dr. Gia dan Dr. Tirta wara-wiri dipodcast memperjuangkan rekan sejawatnya memberi edukasi bahwa nakes & indonesia telah berkembang menjadi hebat dalam penanganan kasus pasien, dokter sebagai seseorang yang keren pemikirannya, eh dipatahkan sama sejawatnya sendiri 😭
Tapi best sih ini tanggapan dokter gia terkait kasus yurizaltrich dimana banyak nakes ngebully, yang lagi rame kemarin..
Ini kok masih banyak nakes defensif si paling capek.
Semua kerjaan juga capek kali.
> Coba lo narik ojol seminggu. Muter berjam-jam, bensin habis, orderan belum tentu masuk.
> Coba lo jadi buruh proyek. Kerja di bawah panas, angkat beban berat, salah sedikit bisa cacat, gajinya bahkan belum tentu cair tepat waktu.
> Coba jadi kurir. Kehujanan, dikejar target, dimaki pelanggan, paket hilang harus ganti pakai uang sendiri.
> Coba kerja di marketing and sales. Tiap hari anxious dikejar target. Kalo ga dapet revenue GA MAKAN.
Bedanya, mereka jarang menjadikan capek sebagai pembenaran buat nirempati dan menghina orang lain.
Masih mending lo pulang capek, bisa makan, istirahat, dan tetap DAPET GAJI. Banyak orang yang kerjanya lebih capek ga dapet apa2, cuma buat bertahan hidup.
Kalau ga kuat dengan tekanan pekerjaannya ya resign. Jangan lampiaskan ke pasien. Atau dijadikan pembenaran untuk menghujat orang lain.
Ingat kode etik kalian: "dokter harus memberikan pelayanan dengan rasa kasih sayang atau compassion dan penghormatan atas martabat manusia."
"Kita tahu semua itu, tapi pasien kan enggak"
"Kejelasan adalah kasih sayang"
Dari sekian bnyk dokter yg berusaha 'menenangkan' pernyataan dok Gia adalah yg bisa di terima tanpa prejudice. Karna sejak awal brandingan personal dokter ya harusnya seperti ini. Dua belah pihak, pasien maupun nakes, yuk mawas diri.
Tapi...
Sekali lagi pake tapi... kami pasien ini orang awam. Beri tahu saja jika salah, jelaskan biar kami paham. Jangan disumpahi masuk kamar mayat atau potong Nadi.
Saudara kandung gw seorang psikolog yg sehari-hari kerjaannya dengerin dan beresin isi kepala orang lain yg berantakan. Pas kita lg kumpul kemarin, dia buka obrolan.
Dia bilang, "lo tau nggak paradoks paling lucu dari profesi gw?"
Dia cerita, pernah nanganin pasien yg semuanya punya pola masalah yang sama. Mereka gak ada yang bener2 sakit secara fisik, tapi badannya rontok karena pikirannya selalu merantau ke masa lalu atau masa depan.
Siksaan batin yg dijelasin saudara gw ini namanya Mental Time Travel.
Kondisi dimana otak kita terlalu canggih sampe bisa loncat ke masa lalu buat nyeselin hal yg udah lewat, atau loncat ke masa depan buat nyemasin hal yg belum tentu terjadi.
Efeknya? Lo kehilangan masa kini. Lo lagi makan makanan enak tapi nggak ngerasain rasanya, lo lagi jalan sama anak-istri tapi pikiran lo lagi sibuk mikirin cicilan 5 taun ke depan, atau sibuk nyeselin blunder kerjaan minggu lalu.
Dia cerita, banyak pasiennya yg kalau malem sebelum tidur, otaknya kayak muter kaset rusak. Mereka selalu terjebak di zona "Regret & What if"
"Kenapa ya dulu gw gak ambil kesempatan itu?"
"Gimana kalau nanti umur 40 gw mendadak di PHK dan gak punya tabungan?"
Siksaan batinnya adalah masa lalu udah jadi abu, masa depan masih jadi kabut, tapi lo ngorbanin satu2nya hal nyata yg lo punya sekarang, yaitu detik ini. Lo dapet capeknya, tapi gk dapet solusinya.
Gw tanya ke dia, "Kenapa otak kita secara psikologis bisa se terjebak itu?"
Dia jelasin kalau secara evolusi, otak manusia itu emg didesain buat bertahan hidup dg cara mengantisipasi bahaya (masa depan) dan belajar dari kesalahan (masa lalu).
Tapi di jaman sekarang, insting itu malah jadi bumerang. Tiap hari kita liat pencapaian orang lain di medsos yg bikin kita cemas ama masa depan kita sendiri.
Kita dipaksa buat selalu berlari ngejar target, sampe lupa caranya berhenti sebentar buat napas.
Ada satu istilah psikologi yg ngena banget buat kondisi ini:
"The Illusion of Control"
Kita mikir dg merenungkan masa lalu berulang kali, kita bisa mengubah rasa bersalah kita. Atau dengan mencemaskan masa depan, kita bisa mengendalikan hasil akhirnya.
Padahal itu semua cuma ilusi. Satu2nya momen dimana lo punya kekuatan penuh buat bertindak dan mengubah sesuatu itu cuma ada di masa kini.
Gimana cara kita buat lepas dari penjara waktu ini?
Saudara gw kasih terapi simpel yg biasa dia kasih ke pasiennya:
Grounding Technique (5-4-3-2-1)
Pas pikiran lo mulai melayang entah ke taun berapa, paksa mata dan tubuh lo buat fokus ama sekitar.
Sebutin 5 benda yg lo liat sekarang, 4 hal yg bisa lo sentuh, 3 suara yg lo denger, 2 bau yang lo cium, dan 1 rasa di lidah lo.
Cara ini bakal menyeret paksa kesadaran emosional lo kembali ke realita tempat lo berdiri.
Langkah kedua adalah bergaul sama kenyataan, bukan asumsi.
Kurangi bikin skenario terburuk didalam kepala. Kalau emg ada hal yg perlu disiapin buat masa depan, tulis di kertas jadi action plan yg nyata, after itu tutup bukunya.
Belajarlah buat menikmati hal-hal kecil yang gratis.
Dinginnya air pas lo wudhu atau cuci muka, angetnya obrolan ama pasangan sebelum tidur, atau rasa pahit manisnya kopi yg lagi lo seruput.
Pesan dari saudara gw ini:
Masa lalu itu udh selesai tugasnya, dan masa depan itu bukan urusan lo sekarang.
Satu2nya tanggung jawab lo adalah menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya.
Jgn biarin hidup lo lewat begitu aja cuma karena lo terlalu sibuk jadi penjelajah waktu di dalam kepala lo sendiri. Rebut kembali kendali pikiran lo mulai hari ini.
tulisan by ryn pedia
cc: istory selebriti (facebook)
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Stop!!! Tirulah SUNNAH NABI Ini, Kalau Kamu Ingin Sehat
1. Tidak makan malam
sebab Nabi tidur lebih awal (setelah Isya), kecuali jika ada urusan penting sekali.
2. Bangun awal di akhir sepertiga malam, mandi sebelum Subuh.
3. Cara Nabi Menjaga Perut
1/3 makan, 1/3 minum, 1/3 dikosongkan. Nabi tidak pernah makan sampai kenyang (berhenti makan ketika masih terasa nikmat).
4. Perbanyak puasa sunnah. Menjaga kesehatan tubuh adalah salah satu amanah dari Allah, agar mudah beribadah kepada-Nya.
Menurutku, Umar bin Khattab itu cara pikirnya menggambarkan muslim yang jenius. Jika rata-rata kita hanya membahas tentang jangan suuzhan, maka Umar next level: jangan posisikan dirimu di tempat yang di-suuzhon-kan.
Yang pertama tentang menjaga hati.
Yang kedua, tentang posisi.
nemu salah satu kalimat penampar :
"Jika solatmu benar, kamu tidak akan bermaksiat"
'Sesungguhnya solat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.'
(Surah Al-Ankabut: 45)
Terlepas dari pembahasan account Malay ini
Aku hanya sering bertanya", kenapa kalian foto bersama" di kuburan orang meninggal?? Maksudku si mayit pun nggak bakal lihat, buat apa sih kek gitu"??
Padahal ada anjuran buat sering" datang ke kuburan
@mdwxm Udahlah, orangnya sudah nggak ada
Ngapain juga ngurusin penyebab ini dan itu, Emangnya ini kasus kriminal??
Hidup dan mati setiap makhluk udah di atur oleh Tuhan