Orang Malaysia di threads minta tolong bantu doa dari orang Indonesia karena katanya doa orang yang dizolimi (pemerintah) biasanya terkabul.
🤣🤣🤣🤣
Orang Malaysia bertanya mengapa idola2 ke Indonesia bukan ke Malaysia? Apa kurangnya Malaysia.
Orang Indonesia menjawab kurang dizolimi pemerintah kak.
🤣🤣🤣🤣
Saya punya kawan dari Muhammadiyah. Ini bukan tentang sakral-tidaknya Suro, tapi komitmen warga Muhammadiyah dengan keyakinannya.
Semua orang tahu NU itu sangat tradisional, bahkan sangat klenik (kecuali Nahdliyin urban, mungkin).
Suatu ketika, kawan Muhammadiyah saya menikah, dan hidup di lingkungan NU. Tentu saja ada tahlilan, maulidan, dan tradisi ketika istrinya hamil empat-tujuh bulan (istilah sini: mapati dan mitoni).
Nah, tibalah masa dimana istrinya benar-benar hamil, hingga usia kandungannya empat dan tujuh bulan.
Dia punya mertua yang cukup NU, bahkan meyakini tolak-balak yang formal: menyebar kembang di perempatan demi "buang sengkala". Makin besar kandungan istrinya, ada pula perintah untuk ruwatan.
Nah, kawan saya menolak anjuran orang tuanya (bahkan bisa dibilang perintah). Khurafat, katanya, persis seperti warga Muhammadiyah pada umumnya, lah.
Suatu ketika kita ngobrol, dan dia membicarakan itu. Dia nanya, apakah saya melakukannya. Saya jawab dengan tegas:
"Saya NU, GUSDURian, dan manusia yang cukup logis. Hanyasaja, saya tetap melakukannya.
Saya tahu tradisi ini semua karena lahir di lingkungan Jawa yang sangat kosmologis. Dan saya memang melakukannya: menyebar kembang rupa-rupa, dari mawar, melati, kantil, dan kenanga (lumrah di sekitar makam), dan ruwatan seperti "ngumbar kuthuk" (baca: melepaskan anak ayam).
Kawan saya ngotot bahwa hal ini tidak ada dasar Alquran dan Hadisnya. Tentu saja saya tahu, dan tidak menolak ulasannya. Tapi saya bilang begini:
"Setahuku, hal seperti ini hanya titen (apa ya bahasa Indonesia) orang-otang kuno. Mereka pernah eksperimen, dan ketika dilanggar malah anak mereka cacat."
Tahu gak apa yang dia lakukan? Merenung!
Hingga akhirnya saya ketemu lagi ketika anaknya lahir, dan ternyata dia benar-benar melakukannya. Saya nanya alasannya.
"Aku gak mau ambil risiko anakku bakal lahir cacat."
Hhe~
Dari sini kita tahu, kadang kasih sayang pada anak itu lebih kuat daripada ulasan Alquran dan Hadis.
Disclaimer: ini tidak bermaksud mengulas keyakinan, ya. Hanya cerita biasa.
Halo teman-teman twitter, gw bikin buku judulnya “Ketika Kelas Menengah Turun ke Jalan”. Targetnya temen2 kelas menengah yang masih ragu buat melihat perubahan dan transisi demokrasi. Bukunya bisa didownload gratis di https://t.co/oiE2uIX8qT. Terima kasih.
Juara 1 ngasih rekomendasi musik bagus adalah PODKESAN CUR wkwk. Dulu tahu GME dari mereka, sekarang nemu Jab Bady yang asyik juga dari mereka.
Banyak-banyakin ngundang musisi yang lagunya asyik gini de bang Patra, Bang Diaz, dan Bang Dika
@dosenkesmas Jadi gimana ni nasib pendprof mindos? Wkwk. kemarin abis baca kritik keras Prof. Pandu Riono soal perlu apa nggak pendprof SKM ini, saya termasuk orang yang sejalan sama pendapat beliau soal itu
Setelah pergulatan panjang karena ngincer Samsung A57 tapi harganya out of budget wkwk.
Akhirnya milih buat checkout Moto G86, seminggu pemakaian ternyata nyaman sekaliii