@rzrizaldy Pejabat di sini lucu sekali, dia lebih fokus mencari siapa yang bocorin dokumen itu, dibanding konteks yang bikin masyarakat marah, rakyat jerit dia jalan jalan, Terima Kasih bgt ama yg cepu.
Tips buat lu mahasiswa sipaling high achiever,
-bragging IPK bikin gue ilfeel
-ngajakin gue meeting/meets online, ga make sense lu beli waktu orang yg mau ngehire lu, kecuali kebalikannya
-CV pastiin kayak US pastiin di paling awal jelas outcome yg pernah lu reach
stop pake gimmick gambar/portfolio, kalaupun ada bikin file terpisah
@chaoho554 Panduan training IBM tahun 1979 pernah memuat: "komputer tidak bisa dimintai pertanggungjawaban, maka komputer tidak boleh digunakan untuk mengambil keputusan manajerial"
Quotes yg harusnya ditato ke jidat setiap org yg make AI buat decision making krusial macam kasus ini
Baru beres nonton video ini di yt.
Dan saya tersadarkan kalo menjamurnya org yg jualan seblak, cilok, gorengan dan pedagang olahan tepung lainnya di jalanan bukanlah tanda kebangkitan ekonomi rakyat, tpi sinyal keputusasaan (necessity entrepreneurship) untuk menutupi status pengangguran.
Setidaknya ada 6 poin yg saya dapati :
• Jebakan low barrier to entry: Bisnis olahan tepung dipilih cuma krn modalnya murah dan gk butuh keahlian khusus.
Dampaknya, terjadi ledakan keseragaman yg memicu kanibalisme ekonomi (sesama pedagang kecil saling mematikan di radius beberapa meter saja)
• Romantisasi penderitaan oleh negara: Narasi "UMKM Pahlawan Ekonomi" dikritik sebagai alat politik agar negara bisa lepas tangan dari kewajiban menyediakan lapangan kerja formal dan jaring pengaman sosial.
• Paradoks data pengangguran: Angka pengangguran resmi terlihat turun, tpi pekerja sektor informal melonjak smpe 60%. Ini adalah fenomena pengangguran terselubung, tercatat bekerja, tapi pendapatan minim dan gk menentu.
• Perang Harga vs Hancurnya Daya Beli: Di tengah inflasi dan turunnya kasta kelas menengah, merek bukan lagi faktor penting. Pedagang terpaksa memotong margin keuntungan demi mempertahankan konsumen yg sensitif harga.
• Ironi "Negara Tepung" yg 100% Impor: Indonesia menopang jutaan pedagang kecil dari komoditas yg gak bisa tumbuh di tanah sendiri. Ketergantungan impor gandum yg mutlak membuat nasib pedagang cilok di jalanan sangat rentan terhadap konflik geopolitik dunia dan kurs Dolar.
• Model bisnis ini udah di titik jenuh. Para pedagang seperti berjalan di tempat, bekerja keras 12 jam sehari menghirup asap jalanan, tetapi posisi finansialnya gk bergeser maju sama sekali.
Source : https://t.co/YnzpIZpO3L
Repost utk anak2 muda yg tanya apa maksud saya dgn "wisdom without fear". Intinya: menyuarakan kebenaran lebih nikmat dari mengejar kekuasaan. You should try it too. Boleh disebar.
U+EA00 is a Private Use Area (PUA) character which shows the Twitter Logo when displayed on this website. This is not recommended for cross-platform use https://t.co/U4W8i6g90h
Saya dapat info bhw ada 17 calon Dubes asing yg sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih MENUNGGU waktu utk memberikan surat kepercayaan kpd Presiden. Dari mereka ada yg sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yg menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi.
Ini memberikan kesan buruk bagi negara2 sahabat yg mengirim Duta Besarnya ke 🇮🇩, apalagi Dubes 🇮🇩 di luar negeri selalu dgn cepat menyerahkan surat kepercayaan kpd host country. Tanpa menyalahkan siapapun, Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana krn menyangkut reputasi diplomatik kita.
As jobseeker and IT / Web3 / crypto kita kudu hati-hati. Jadi ada heker pake cara baru namanya JINX-0164. Pura-pura jadi HRD di LinkedIn, ngajak interview video call, terus ntar sengaja dibikin error audio biar download file yang ternyata malware macOS (AUDIOFIX).
Gue baru nemu project open source yang bikin gue langsung berhenti scroll.
Serius.
Jarang banget gue nemu sesuatu yang langsung bikin mikir, "Kenapa gue baru tahu ini sekarang?"
Namanya Everything Claude Code.
Awalnya gue kira ini cuma kumpulan prompt atau template biasa yang dibungkus dengan nama keren.
Ternyata pas gue lihat lebih dalam, ini jauh lebih gila dari yang gue bayangkan.
Mereka basically sudah nyiapin hampir semua hal yang biasanya harus lu setup sendiri selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu.
Yang bikin gue makin excited:
🔥 30 AI agents siap pakai
🔥 64 skills bawaan
🔥 33 commands untuk berbagai workflow coding
🔥 AgentShield dengan 1.282 security tests terintegrasi
🔥 Planning, code review, bug fixing, TDD, sampai optimasi token
🔥 Support Claude Code, Cursor, OpenCode, dan Codex CLI
Dan yang paling keren?
Semua ini open source.
Gratis.
Bisa langsung dipakai.
Kalau lu pernah habisin waktu berjam-jam buat nyusun workflow AI coding sendiri, nyari agent yang cocok, setup command, atau ngatur environment dari nol, lu bakal ngerti kenapa gue semangat banget waktu nemu repo ini.
Rasanya kayak menemukan toolbox yang isinya sudah lengkap sebelum mulai bangun sesuatu.
Bukan berarti tool ini bakal otomatis bikin semua project sukses.
Tapi jelas bisa menghemat banyak waktu yang biasanya habis buat setup dan eksperimen.
Jujur aja, ini salah satu repo AI yang paling menarik yang gue temukan dalam beberapa minggu terakhir.
Dan kalau lu suka ngoding pakai AI, simpan postingan ini sekarang juga.
Karena feeling gue, beberapa bulan dari sekarang repo ini bakal ada di daftar tool yang dipakai banyak developer setiap hari. 🔖🚀
🔴Teman teman, Aceh belum sepenuhnya pulih.
-Setidaknya dari berita ini yang tayang kemarin mereka masih kebingungan bagaimana mengantisipasi sisa sisa kayu. Sebab di musim kemarau rawan terbakar.
-Pemerintah sampai saat ini belum turun tangan perihal masalah ini, setidaknya ada tiga desa terdampak api yang menjalar
-29 Mei kemarin adalah hari ketiga api berkobar, masih belum padam, berpotensi menjalar ketika terbawa angin.
-Kayu itu bertumpuk kurang lebih satu meter tingginya di luas tanah 1.200 meter persegi
-Damkar dan warga sudah berupaya untuk memadakam, namun masih belum cukup. Bahkan damkar bertugas siang hingga malam
-Warga berharap segera datang bantuan pemerintah. Mohon bantuannya, kawan.
"Rupiah anjlok terhadap dolar AS. Sebetulnya, salah siapakah itu? Apa yang musti kita lakuken? Apa yang musti dibenahi oleh para penyelenggara negara?"
Bukankah akan sangat menggembirakan bagi kita apabila pejabat kita amat sangat mendengarkan pendapat para ahli dan praktisi?