gebuk medis, gebuk perempuan, gebuk sipil ga bersenjata. Padahal dari baju sampe pentungan dari patungan duit rakyat. Sebenarnya siapa yang dilindungi selain kepentingan elit.
Pers tuh no. 1 harus bebas & faktual. Tanggung jawab moral ke pembaca/pengguna, bukan penguasa. Ga semua harus mengutamakan kepentingan bangsa, itu FASIS. Who tf did you think you're???
Daily reminder buat kita semua
Selama aparat (TNI/POLRI) gak di held accountable & kultur impunitas belum dilucuti sampai akar-akarnya, brutalitas akan terus berulang
Kekerasan yang terjadi hari ini bukan jadi yang terakhir kali
Tetap solid, tetap lawan brutalitas aparat
Menjelaskan apa?
Ambulans itu harusnya ke rumah sakit, bukan ke Polres
Rekaman ini justru mengonfirmasi polisi memang membajak ambulans lewat intimidasi untuk menculik massa aksi ke Polres
Minimal malu lah goblok, ini malah makin pamer ketololan!
"Dasar perusuh!"
"Aksi kok rusak fasilitas negara"
Kemarahan ini gak muncul dari ruang kosong. Ini hasil akumulasi kemuakan
135 nyawa dibantai di Kanjuruhan tanpa keadilan, elit politik bikin kebijakan sewenang-wenang
Rakyat disuruh "beradab", penguasa bebas berperilaku biadab
❗❗❗PRESS RELEASE ❗❗❗
*AKSI KOMITE RAKYAT SIPIL KARAWANG 25 MARET 2025*
- Senin, 24 Maret 2025
Komite Rakyat Sipil Karawang yang terdiri dari mahasiswa, buruh, dan masyarakat sipil mengadakan konsolidasi yang dilakukan di Halaman Gedung FISIP Unsika, dalam konsolidasi tersebut menghasilkan beberapa poin tuntutan yang disepakati bersama. Elemen-elemen yang mengikuti konsolidasi tersebut menyepakati untuk melakukan aksi demonstrasi, aksi tersebut disepakati untuk dilakukan pada hari Selasa, 25 Maret 2025, yang berlokasi di Gedung DPRD Kabupaten Karawang dengan poin tuntutan yang tertera pada (link berikut ini).
* Selasa, 25 Maret 2025 (Agenda Aksi)
*Pukul 15.00 WIB: Massa aksi berkumpul di Masjid Al-Jihad Karawang untuk melakukan koordinasi terakhir sebelum aksi dimulai di depan Gedung DPRD Karawang.
*Pukul 15.30 WIB: Massa aksi mulai berjalan menuju lokasi aksi.
*Pukul 16.00 WIB: Aksi dimulai dengan melakukan orasi yang ditujukan kepada anggota DPRD Karawang.
*Pukul 16.30 WIB: Massa aksi mencoba menerobos masuk ke halaman Gedung DPRD Karawang, hal itu dikarenakan tidak adanya anggota DPRD Karawang yang menjumpai massa aksi. Akhirnya massa aksi mencoba masuk ke dalam gedung DPRD Karawang.
*Pukul 17.30: Pihak keamanan mulai menembakan gas air mata ke arah massa aksi berkumpul, sehingga membuat massa aksi menjauhi titik aksi.
*Pukul 18.20: Massa aksi melakuan koordinasi kembali perihal keberlanjutan aksi setelah penembakan gas air mata yang dilakukan pihak keamanan. Massa aksi memutuskan untuk membubarkan diri, hal itu dikarenakan situasi dan kondisi aksi yang sudah tidak memungkinkan untuk aksi dilanjutkan.
*Pukul 19.00: Massa aksi berkumpul kembali di Masjid Al-Jihad Karawang untuk persiapan pembubaran diri dan juga pengobatan medis bagi massa
aksi yang terkena gas air mata.
*Pukul 19.20: Pihak keamanan mengepung halaman Masjid Al-Jihad Karawang, pengepungan juga diikuti dengan penangkapan terhadap massa aksi dan tim medis.
Kami sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh pihak keamanan terhadap massa aksi dengan melakukan penembakan gas air mata dan juga penangkapan terhadap tim medis.
🚨 ALERTA ALERTA ALERTA 🚨
Teman-teman, kami mendapat laporan bahwa ambulance di titik Al Jihad, Karawang, telah dimanfaatkan oleh aparat untuk menangkap peserta aksi. Kejadian bermula ketika seorang korban yang mengalami sesak napas dibawa ke dalam ambulance untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun setelah korban memasuki ambulance, aparat ikut masuk ke dalam ambulance dan mengancam untuk mengubah rute menuju polres sementara ambulance kami tidak ditahan.
Sebelumnya, tim Humanies menerima permintaan melalui DM untuk mengirimkan ambulance ke lokasi aksi. Namun, komunikasi dengan pihak tersebut terkesan bertele-tele, dan setelah ditelusuri, mereka ternyata tidak berada di lokasi aksi. Saat ambulance tiba, aparat sudah menunggu di lokasi. Kami menduga ambulance sengaja dijadikan jebakan bagi peserta aksi yang membutuhkan pertolongan medis.
Kami juga mendapat informasi bahwa petugas ambulance diancam dan dipaksa untuk membawa korban ke Polres, bukan ke rumah sakit. Kami mengecam keras tindakan ini dan menegaskan bahwa ambulance harus digunakan murni untuk kepentingan medis dan kemanusiaan, bukan untuk kepentingan lain yang merugikan mereka yang membutuhkan pertolongan.
Mohon sebarluaskan informasi ini agar kejadian serupa tidak terulang.