@afrkml Gila yaa teknologi kesehatan 😭😭
Orang jaman dulu mana kepikiran nusuk mata buat pengobatan.
Kalau nyimak sejarah dunia medis dan perkembangannya. Mind blowinggg 🤯🤯🤯🤯
iPhone mahal.
Bapak mungkin mikir:
"Bayar belasan juta tapi fiturnya sama aja."
"Mending Android, lebih worth it."
Justru itu.
Apple gak pernah gembar-gembor soal ini.
Tapi diam-diam mereka nyisipin 5 fitur
yang kayaknya dirancang sama orang
yang punya bayi di rumah.
Gratis. Udah ada di HP Bapak.
Tinggal diaktifin.
Dan aku baru tau setelah anak lahir.
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar.
Yang pusing yang suka ke luar negeri.
Ini bukan candaan.
Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya.
Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini.
Dan apa yang terjadi setelahnya.
Zimbabwe
ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat:
Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat.
Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.
Hasilnya?
Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7
sextillion persen per tahun di 2008.
Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti.
Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam.
Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam.
Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi.
Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali.
Venezuela
ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs:
Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil.
Yang penting ada subsidi.
Yang penting ada program sosial.
Hasilnya?
Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018.
Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi.
Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya.
Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung.
Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun.
Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan:
Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar.
Tapi benarkah demikian?
Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat.
Harganya ditentukan dalam dolar.
Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 — harga kedelai naik.
Harga tempe naik.
Harga tahu naik.
Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka.
Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor.
Harganya dalam dolar.
Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor.
Harganya dalam dolar.
Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India.
Harganya? Dalam dolar.
Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik.
Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.
Dan inilah yang paling miris:
Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat.
Padahal kepercayaan itulah
yang membuat rupiah bisa stabil.
Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk.
Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita.
Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar?
Sinyal apa yang dikirim ke investor asing?
Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah?
Bandingkan dengan pemimpin yang serius:
Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan.
Hasilnya?
Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar.
Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah.
Bukan karena Singapura kaya alam.
Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya.
Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin.
Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah.
Rakyat desa tidak pegang dolar.
Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar.
Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar.
Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar.
Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya.
Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli.
Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya.
Semoga kita tidak sampai di sana.
Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.
be Kades Hoho alkaf
> kades purwasaba banjarnegara
> 90% badan full tato
> mantan preman yang banting setir
> viral tapi kerjanya beneran nyata
maret 11, 2026
> anggota LSM Harimau jeblok pas tes perangkat desa
> massa ngamuk maksa hasil dibatalin
> hoho nolak keras
> milih 100% patuh aturan seleksi
> polisi lambat, hoho siap bawa kasus ke propam mabes polri
timeline explodes
> keluar aula balai desa langsung dikeroyok
> seragam ditarik sampe robek
> kacamata hancur
the persona
> nama asli welas yuni nugroho
> masa muda bandel terobsesi film gangster
> aslinya pengusaha tajir & bos alat berat
> kades yang kebal gertakan LSM
the flex
> aspal jalan 800 meter pake duit pribadi
> hibahin mobil sendiri buat ambulans desa
> sulap bumdes dari nol jadi mesin cuan puluhan juta
> buka lapangan kerja lewat proyek desa wisata purwasaba garden hills
> warga udah tutup mata sama tatonya karena kerja jelas
di Indonesia, yang jujur dan kerjanya bagus banyak musuhnya.. heran
iPhone lo dicopet?
Lo bisa tau MUKA pencurinya + LOKASI dia sekarang.
Tanpa app tambahan dan bukan dari Find My. Langsung ke HP lo.
Gue setup ini di iPhone gue. Cuma 5 menit.
Sekarang gue ga takut kalo iPhone gue bakal kemalingan.
Gini caranya:
Kalo WiFi di rumah lo lemot, itu belum tentu gara-gara internet providernya.
Sebelum lo upgrade paket atau marah-marah ke CS, cek dulu routernya.
Gue dulu hampir upgrade dari 325rb ke 500rb/bulan gara2 sering disconnect buat Zoom. Untung gak jadi.
WiFi kamar gue dari 5Mbps jadi 43Mbps. Tanpa nambah biaya.
Gini caranya:
Penasarann mauu coba join di event potong harga tiktok kali ini, hihiii
Caranya gampang :
1. Buka TikTok
2. Gabung lewat link ini buat ikutan 👇🏻
https://t.co/yZvo4Rc2J1
3. Klik potong harga
4. Scroll dan tentuin produk yang kamu mau
5. Share link kamu sampai harganya jadi 100
Ke mana @NajwaShihab ? Sepakat banget sama perspektif kawan saya ini @walikonten
Penokohan itu katrok, usang, udah engga relevan lagi untuk zaman post modernisme seperti sekarang ini. Benar dan salah itu relatif, tergantung kalian lihat dari sisi mana. Yes, thats called Post Modernism.
Mungkin saja dengan naik ke gerbongnya @prabowo merupakan hal yang "benar" bagi Najwa dengan perspektifnya sendiri, toh, Najwa pada akhirnya naik ke gerbongnya Jokowi di periode kedua. Ya, walau sampai sekarang hasil dari "Tim Percepatan Keadilan/Hukum" (koreksi kalo salah) nggak keliatan apa aja hasilnya.
Remember this: saya dulu pernah bilang bahwa saya ini tipe orang yang melawan arus, not following the market but "creating" market itself.
Dalam konteks ini, kalian tidak perlu terlalu bergantung pada "sosok" yang menurut kalian "hebat", sehingga ketika "sosok hebat" itu bungkam, kalian seperti kehilangan "pedoman".
Dan yang perlu kalian amati yaitu, jauhi "sosok hebat" yang NPD, yang mengkultuskan dirinya sendiri, yang menganggap bahwa dirinya itu adalah "pencetus" atau apalah.
Najwa itu manusia biasa, punya nafsu dan ego, punya "goal"nya sendiri, punya kehidupannya sendiri.
@NenkMonica Menteri "maaf pak presiden, saya pikir kebijakan bpk ini....."
Presiden "stop... stop... jangan berpikir, segera saja laksanakan!"
Mending mundur, back to campus, ngajar ilmunya