قروب الفانتاسي
دوري ( فيصل السبيعي ) الموسم الرابع عالتوالي
جوائز المسابقة 1000 دولار :
الكود : rdxhg6
- شروط المسابقة ( إضافة حسابي + حساب @heskey009 + ريتويت )
- ستغلق المسابقة في نهاية شهر أغسطس
https://t.co/FejStRbkYf
🚨 THE FPL LEDGER MINI-LEAGUE IS OPEN 🚨
£200 prize pool:
🥇 Winner - £125
🥈 Second - £50
🥉 Third - £25
To enter:
✅ Follow @FPL_Ledger
🔁 Repost this post
💬 Reply below with your FPL team name
⚽ Join the mini-league
League code: 071ck6
FPL Ledger is built around one question - how good is your FPL judgement when every decision is recorded before the result?
Now it is time to put that judgement to the test.
I’m using an AI system I built to help me deliver my best ever FPL finish. Let me know what your first drafts look like!
#FPL #FPLCommunity
Kekerasan di Matraman, Menteng ini jangan dibawa ke ranah rasisme. Jangan pula dijadikan alasan untuk memperkuat stereotip terhadap orang Indonesia Timur.
Kejahatan tidak mengenal asal daerah, suku, agama, maupun warna kulit. Orang dari Indonesia Barat, Tengah, maupun Timur sama-sama bisa berbuat baik, dan sama-sama bisa melakukan kejahatan. Menggeneralisasi tindakan individu kepada seluruh kelompok hanya akan melahirkan ketidakadilan baru dan memperdalam perpecahan horisontal.
Yang lebih penting adalah melihat akar persoalannya. Banyak penelitian sosiologi menunjukkan bahwa kekerasan jalanan sering kali tumbuh dari kombinasi ketimpangan sosial-ekonomi, minimnya kesempatan kerja, lingkungan yang permisif terhadap kekerasan, serta lemahnya kepercayaan kepada penegakan hukum.
Ketika orang merasa hukum tidak bekerja secara adil, tajam kepada yang lemah tetapi tumpul kepada yang kuat, bakal muncul frustrasi kolektif yang dapat bermetamorfosis menjadi budaya kekerasan. Dalam situasi seperti itu, identitas etnis hanyalah kebetulan, bukan penyebab.
Musuh kita bukan suku tertentu, melainkan kemiskinan, ketidakadilan, impunitas, dan negara yang belum mampu memberikan kepastian hukum yang setara bagi semua warga.
(Kutipan)
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA
Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI):
PGI, KWI, PGPI, PGLII, PBI, BK, GMAHK, GOI
"Mengakhiri Krisis Kemanusiaan di Tanah Papua, Mengedepankan Martabat
Manusia, Dialog, dan Keadilan, Bukan Militerisasi"
Lebih dari lima dekade setelah Papua berintegrasi ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, tanah ini masih menyisakan luka kemanusiaan yang belum kunjung dipulihkan.
Konflik bersenjata yang terus berlangsung telah menimbulkan korban jiwa tanpa henti, baik dari kalangan Orang Asli Papua, warga sipil non-Papua, aparat keamanan, maupun pihak-pihak lain yang terjebak dalam pusaran kekerasan.
Di tengah situasi tersebut, perempuan, anak-anak, tokoh agama, tenaga kesehatan, guru, petani, dan masyarakat adat tetap menjadi kelompok yang paling rentan menanggung akibatnya.
Berdasarkan pergumulan tersebut, kami menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Menyatakan keprihatinan yang sangat mendalam atas krisis kemanusiaan yang
tidak kunjung berakhir di Tanah Papua.
Karena itu, kami menyerukan kepada seluruh pihak yang bersenjata, baik aparat negara maupun kelompok bersenjata non-negara, untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dan mengutamakan keselamatan warga sipil di atas kepentingan apa pun.
2. Mendesak pemerintah untuk mengevaluasi secara menyeluruh pendekatan keamanan yang selama ini diterapkan di Papua.
Pengalaman panjang menunjukkan bahwa dominasi pendekatan militeristik tidak mampu menghadirkan perdamaian yang berkeadilan. Sebaliknya, pendekatan tersebut justru terus memunculkan pengungsian, trauma sosial, ketakutan, dan siklus
kekerasan yang berulang.
3. Mendesak pemerintah untuk memberikan prioritas utama kepada penanganan krisis kemanusiaan dan para pengungsi internal (Internally Displaced Persons/IDPs).
Kami mempertanyakan mengapa perhatian negara terhadap mereka masih jauh dari memadai, sementara berbagai kebijakan keamanan terus diperluas. Negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi seluruh warga negara, terutama mereka
yang berada dalam situasi paling rentan.
4. Menegaskan kembali bahwa dialog kemanusiaan merupakan jalan yang paling bermartabat untuk menyelesaikan persoalan Papua.
Selama bertahun-tahun, gereja-gereja di Indonesia dan di Tanah Papua, para
pemimpin adat, tokoh perempuan, kaum muda, akademisi, dan masyarakat sipil terus menyerukan dialog yang inklusif, jujur, dan bermartabat. Namun seruan tersebut tidak memperoleh ruang yang memadai dalam kebijakan negara.
Padahal, dialog bukanlah tanda kelemahan negara, melainkan wujud kedewasaan demokrasi.
5. Menyerukan kepada Presiden Republik Indonesia beserta seluruh pemangku kepentingan untuk menempatkan penyelamatan kehidupan manusia sebagai prioritas tertinggi dalam setiap kebijakan di Tanah Papua.
6. Mengajak seluruh gereja di Indonesia untuk semakin memperkuat pelayanan
kemanusiaan bagi masyarakat Papua, khususnya bagi para korban kekerasan
dan para pengungsi.
7. Mendesak pemerintah agar memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi gereja untuk menjalankan panggilan kemanusiaannya tanpa rasa takut dan tanpa stigma.
Pelayanan gereja kepada masyarakat yang menderita tidak boleh dicurigai sebagai bentuk keberpihakan terhadap kelompok tertentu ataupun dikaitkan dengan gerakan separatisme.
Negara justru berkewajiban mendukung, melindungi, dan memfasilitasi
pelayanan kemanusiaan gereja sebagai bagian dari upaya bersama memulihkan
martabat manusia, membangun kepercayaan, dan menghadirkan perdamaian yang berkeadilan di Tanah Papua.
Jakarta, 16 Juli 2026
Stop intimidasi terhadap jurnalis.
Kontributor jurnalis Project Multatuli, Anggita Raissa, bersama tiga jurnalis dari Konde, Tempo, dan Mongabay, mengalami pengawasan, penolakan, hingga terpaksa dievakuasi saat hendak meliput dampak industri nikel di Pulau Obi, Maluku Utara.
Sebanyak 35.000 mobil pikap untuk program Kopdes Merah Putih diimpor dari India melalui perusahaan perantara yang belum genap setahun berdagang mobil.
Harga mobil lantas menggelembung. Ada selisih sekitar Rp2 triliun antara harga wajar dan harga yang tertera di kontrak.
Kok bisa?
https://t.co/85I78zB8Nv
2 - Mikel Merino is the first player in FIFA World Cup history to score the winning goal in two different knockout stage matches as a substitute.
Dependable.
Di balik hotel-hotel yang beroperasi di Labuan Bajo, ada sekitar seribu siswa SMK setiap tahun yang mengisi kekosongan tenaga kerja — tanpa upah, tanpa BPJS, dan dengan jam kerja yang melampaui karyawan dewasa.
Kami meliputnya dalam serial ini: https://t.co/SjZGyEjpwR