BREAKING
Harga TBS (Tandan buah segar) Sawit kompak mengalami penurunan diberbagai wilayah
Beberapa sumber media menyebutkan semenjak isu ekspor satu jalur, harga tandan sawit mengalami penurunan
rupiah turun artinya biaya hidup naik
Bunga bi naik, cicilan nambah
Gaji tetap
Capital market itu kan ngga bergerak by absolute numbers, tapi spread. Global fund manager itu biasanya mantau spread SBN 10 Tahun (INDOGB) sama US Treasury 10 Tahun.
Spread = Yield INDOGB - Yield US10Y
Asing biasanya butuh spread minimal 200 - 250 basis poin (bps), sekitar 2% - 2,5% buat nutup risk invest di Indonesia, itu udh termasuk currency risk, liquidity risk, dll.
Kalo US10Y naik ke 4.6% tapi SBN nya di 6.5%, spread nya kan mengecil jadi 190 bps. Di titik ini algo trading institusi otomatis langsung sell di IHSG sama domestic bonds.
Kalo asing cabut sebenernya bukan satu satunya alasan IHSG turun. Kalo secara fundamental, naiknya US Treasury yields ngerusak valuasi perusahaan lewat teori Discounted Cash Flow.
Kalo yield US Treasury naik kan berarti BI terpaksa naikin BI Rate biar Rupiah ngga turun dalem. Nah BI Rate yang lebih tinggi naikin Cost of Equity sama Weighted Average Cost of Capital (WACC) buat emiten di IHSG.
Nah sekarang kita liat 3 data real time ini, US10Y (4,597%), SBN 10 Tahun (6,851%), dan CDS 5 Tahun (86,80), ini confirm mengenai capital outflow yang sedang menghantam domestic market.
Global fund managers’ maths is very simple yet deadly, dari data itu kita bisa menghitung yield spread antara Indonesian bonds dan US bonds.
6,851% (SBN) - 4,597% (US10Y) = 2,254% atau 225 basis poin (bps).
Angka 225 bps ini ada di psychological threshold yang sangat tipis. Historically, investor asing butuh spread ideal di atas 250 - 300 bps buat merasa aman megang aset Rupiah. Ketika spread menurun ke kisaran 225 bps, return compensation itu dianggap ngga sesuai sama currency risk. Hal ini secara otomatis memicu algoritma institusi asing buat ngelepas kepemilikan SBN mereka.
Coba kita perhatikan persentase kenaikan harian di SBN dan CDS. Keduanya naik secara bersamaan.
Yield SBN naik +2,12% ke 6,851%. In the bond market, yield yang naik tajam berarti harga obligasi lagi turun karena dibuang (sell off) secara masif ke market.
CDS naik +2,03% ke 86,80. Indonesian debt default risk insurance costs naik secara proporsional.
Korelasi positif antara naiknya yield SBN dan CDS ini membuktikan kalo penurunan market bukan cuma karena technical correction, tapi karena adanya kenaikan Risk Premium di mata asing. Kenaikan risiko ini ngga cuma berasal dari tekanan The Fed (faktor eksternal), tapi juga merupakan gambaran kekhawatiran investor terhadap potensi naiknya defisit anggaran pemerintah atau risiko fiskal domestik lainnya yang dapat menekan stabilitas makroekonomi ke depannya.
Intinya, karena US10Y bertahan di level 4,59% akibat inflasi US yang tinggi. Ditambah yield spread 225 bps terlalu kecil dan risiko fiskal CDS naik ke level 86,80, asing ngejual SBN yang endingnya membuat yield domestik naik ke 6,851%.
Uang hasil penjualan obligasi bernilai triliunan Rupiah ini ditukar ke USD buat dibawa keluar. Aksi borong USD ini membuat nilai tukar Rupiah turun.
Liquidity mengering dari sistem perbankan. Yield SBN di 6,8% bakal naikin Cost of Funds perbankan dan emiten di IHSG, pressuring profitability, dan secara valuasi langsung nurunin target harga saham saham di IHSG.
— Koboy Gurun, NiFi Team
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan Pintraco Sekuritas mengambil peran sebagai liquidity provider aka Bandar untuk lima saham yakni $TKIM $TPMA $TUGU $WINS dan $GGRM.
Apakah harga terjaga dengan model ini?
Waktu Mekdi Sarinah ditutup (2020) ada segerombolan orang yang datang untuk mengucapkan goodbye, trus managementnya juga keluar buat dadah2, kemudian dibubarin Satpol PP. 🤭
masuk ke pengeluaran perusahaan, tidak perlu bayar pajak bumi bangunan, tidak perlu pusing maintenance, tidak perlu bayar ipl dan iuran2 lain, apa lagi ya
9 years ago, i watched a guy get fired for doing the right thing... he built the team, trained everyone, fixed the messes, stayed late, took no credit. the kind of employee companies claim they value.
then he questioned a policy that was quietly screwing junior staff, didn’t insult anyone, didn’t shout. he just asked why... two weeks later: HR invited him and served him some papers saying he’s not a culture fit... then laptop seized, access cut. goodbye.
the manager who created the policy got promoted, the company posted a linkedin thread about psychological safety... bro lost his job for speaking up.
in most companies and workplaces, ethics are tolerated until they challenge authority... you can be loyal, competent and ethical but none of that matters once you threaten someone’s power, ego or comfort.
the system will protect itself first, always and people are replaceable but control is not.