Nemu kata-kata cakep di instagram
Katanya :
"Tubuhmu yang kau ajak berjuang setiap hari, tidak pantas untuk disia-siakan orang lain.
Jadi, pilihlah manusia yang memilihmu".
buat cowo kalo ga bisa nahan nafsu cari aktivitas lain kayak olahraga atau push up ngikutin dokter tirta, bisa juga dengan menundukan pandangan
oh ya sama satu lagi, meninggal
Peringatan dini bagi keluarga ASN (@PNS_Ababil), 2026 UKT PTN akan tetap mahal untuk kalian.
2025 sudah kita lewati dengan perjuangan.
Ada satu catatan, yang masih membayangi pikiran saya.
Catatan yang boleh jadi, akan menjadi mimpi buruk keluarga besar ASN.
Terutama bagi ASN golongan II,
ASN tunkin jelata,
ASN pemda yang bupatinya KPK. ini juga berlaku, untuk keluarga yang bapak ibunya tamtama / bintara @DivHumas_Polri dan @Puspen_TNI
Kalian harus waspada,
bukan...
bukan waspada terhadap teror bangkai ayam yang dikirim ke rumah-rumah warga.
tapi waspada,
karna keluarga ASN akan menghadapi teror biaya kuliah yang mencekam di tahun 2026.
Saya meyakini,
kita sedang berada dalam badai siklon liberalisasi pendidikan,
di mana negara secara perlahan mulai lepas tangan dan membiarkan kampus-kampus beroperasi layaknya korporasi yang mengejar profit.
Dalam prakik ekonomi yang sesat ini, UKT mahal dipandang sebagai konsekuensi logis dari kualitas, padahal sejatinya itu adalah bentuk pengalihan tanggung jawab negara ke pundak rakyat.
Bayangkan,...
bapak ibu kalian yang PNS.
Harus nge-gendong pejabat skill issue, plus nge-gendong biaya kuliah kalian yang besar sekali.
Jika tren ini berlanjut,
pendidikan tinggi tidak lagi menjadi alat mobilitas sosial, melainkan tembok tebal yang memisahkan mereka yang berduit dengan mereka yang hanya memiliki otak encer tapi kantong kering.
Bagi anak PNS,
kalian adalah target empuk dari ketidakadilan sistem yang menggunakan "indikator buta" dalam menentukan golongan UKT.
Karena pendapatan orang tua kalian, tercatat sangat transparan di database negara,
kalian otomatis terjebak dalam kasta UKT tertinggi tanpa ada ruang untuk negosiasi—rasionalisasi.
Negara menutup mata bahwa slip gaji tersebut seringkali sudah habis dipotong cicilan rumah dan kebutuhan pokok lainya, yang terus meroket bak perfoma @juventusfc
dibawah asuhan Luciano Spalleti.
Saudara-saudara,...
keadilan sosial bagi kalian telah direnggut oleh republikh.
Bukan oleh antek-antek aseng, tapi oleh mereka,
Para pembuat kebijakan, yang statusnya WNI, sama seperti kita.
Keluarga PNS dianggap "mampu" secara administratif, hanya karena status kepegawaian orang tua.
Padahal secara faktual, banyak keluarga PNS yang sedang megap-megap menjaga napas untuk meniup tungku dapur, agar tetap ngebul.
Mereka di tengah tekanan hidup yang kian brutal.
Ada eksklusi struktural yang sangat diskriminatif, di mana kalian dianggap tidak layak menerima bantuan sosial pendidikan seperti KIP-Kuliah, namun di saat yang sama, gaji orang tua kalian tidak cukup kuat untuk membayar biaya. rumit bukan?
tapi tenang, ada kabar baik.
kabar baiknya yaitu,
kita adalah bangsa yang besar. xixixi
Tapi kalian akan tetap menjadi kelompok "yatim piatu kebijakan",
terlalu dianggap kaya untuk dibantu, tapi terlalu miskin untuk bisa bertahan tanpa hutang.
Inilah cacat logika dalam distribusi keadilan pendidikan kita.
Mereka yang jujur melaporkan pendapatan justru menjadi pihak yang paling berat menanggung beban biaya negara.
Oleh karena itu,
jangan pernah berharap pada janji manis pemerataan pendidikan jika sistem klasifikasi UKT masih bersifat diskriminatif terhadap kelompok menengah.
Pemerintah harus segera meninjau ulang standar keadilan bagi keluarga PNS,
jangan sampai mereka yang telah bekerja pada negara justru dikhianati oleh sistem yang menghalangi anak-anak mereka untuk sarjana.
Mulai diskusikan ini dengan keluarga kalian,
menabunglah sekuat tenaga, karena di tahun 2026 nanti, negara mungkin masih sibuk dengan proyek mercusuar, yang tak bisa saya tulis namanya.
karna bisa memancing buzzer nimbrung.
📹: kompasiana / @akuratco
Full offense, tp ni negara kyknya emg gak bakal pernah maju deh, krn at least 60-70% org sini bentukan dan jalan pikirannya kyk si mb2 ini. Mau ngerubahnya jg gmn gak tau, semua udh sistematis, rakyat miskin+dipaksa bodoh. Allahuakbar, inalillahi. Bnr2 cm allah yg bs nolong
Eksploitasi guru, berkedok PPPK Paruh Waktu
Pemerintah seolah tak henti-hentinya mempertontonkan nalar yang bengkok dalam mengelola sumber daya manusia, terutama di sektor pendidikan yang seharusnya menjadi fondasi kemajuan bangsa. Praktik kejam ini, dilakukan oleh sekolah-sekolh negeri.
Beberapa hari ini, di facebook mindos muncul berbagai berita / video ttg SK PPPK Paruh waktu, formasi guru.
Ada ribuan guru menerima SK PPPK paruh waktu, tersebar di berbagai kabupaten di seluruh republikh.
Jika bicara nalar dan aturan, gaji pokok mereka seharusnya setara dengan PNS Gol IIIa atau PPPK Penuh waktu, sekitar 3.000.000 per bulan. Karna status pendidikan dan beban kerja mereka sama dengan guru-guru lain. yaitu, minimal S1.
coba tebak, gaji mereka berapa?
beberapa kabupaten memberikan gaji ± Rp. 1.000.000 per bulan,
kabupaten lain, berlomba-lomba dalam keburukan.
ada yang Rp. 500.000 ada pula yang cuma Rp. 100.000
bahkan ada yang kasih SK dulu, gajinya belum ada.
Bagi mereka yang sudah punya sertifikasi pendidik, berpotensi dapat tambahan gaji Rp. 2.000.000, padahal ASN lain dapat serdik versi ASN yaitu Rp. 3.000.000 / setara gaji pokok.
ini ada apa?
Bagaimana mungkin para pendidik yang memikul beban kerja setara dengan ASN penuh waktu justru dipaksa menerima kompensasi/ honorarium yang menghina akal sehat.
Alasan klasik mengenai keterbatasan ruang fiskal hanyalah dalih untuk menutupi ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola prioritas belanja. Ketika anggaran pendidikan diklaim mencapai 20 persen dari APBN, namun di lapangan guru-guru masih harus menjerit karena gaji yang hanya ratusan ribu rupiah, maka pertanyaannya adalah ke mana uang itu sebenarnya mengalir?
hei bapak @prabowo, gagah pidatomu dari mimbar satu ke mimbar lainnya.
Coba hentikan praktik memeras tenaga pengajar dengan bayaran recehan, atau kita harus bersiap melihat runtuhnya kualitas pendidikan nasional akibat kebijakan yang tidak memiliki nurani ekonomi.
Ngulik rekam jejak RK pada pinter2 banget. Ngulik rekam jejak calon pemimpin pada bloon 😌
Kalo ga suka Anies bisa pilih Ganjar, ga suka Ganjar bisa pilih Anies.
BAYANGKAN. Ketika Presiden Prabowo bilang mau memperluas sawit di Papua, ada ribuan monster seperti ini yang sudah, sedang dan bakal menghabisi hutan Papua.
Foto: 2.000 eskavator & buldozer pesanan Haji Isam (Jhonlin Group) utk garap 2-3 juta hektar food/energy estate di Papua.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Turut berduka cita atas wafatnya Bapak Asih Widodo pada 21 Desember 2025. Sepanjang hidupnya beliau teguh memperjuangkan keadilan atas meninggalnya putra tercinta, Sigit Prasetyo, korban peristiwa Semanggi I 1998.
Masalahnya di mana? Jaman dulu cewe beranak bisa 10 atau lebih, mau dibalikin kah era itu?
Emang kenapa sih lu pada obsessed banyak²in populasi? Validasi eksistensial takut punah dll itu ga guna.
Berbarengan dengan momentum Hari Ibu, ibu dan keluarga dari 60 tahanan di Jakarta Utara akan melayangkan pengaduan ke Komnas HAM atas dugaan pelanggaran HAM atas kriminalisasi anak-anaknya.
#ibumenjemputkeadilan#ibumelawankriminalisasi
Sehabis diskusi buku Reset Indonesia @idbaruid dibubarkan paksa, hari ini di Kedai patjarmerah bersama penerbit KPG, Ahmad Arif, Damayanti Buchori, dan Umamah NJ, kita bicara bentuk penjajahan di meja makan. patjarboekoe bisa tonton siaran langsungnya di Instagram @patjarmerah_id
#intinyadeh empat org aktivis di Denpasar ditangkep kurang lebih 20an orang berpakaian hitam2 yg ngaku dari Bareskrim & Polda Bali. Diborgol, dimasukin mobil polisi. Diduga dituduh sbg provokator demo 30 Agustus lalu.
Satu org ditetapkan jd tersangka, dibawa ke Bareskrim Polri.
Kumpulan rangkuman tentang perburuan dan penangkapan warga besar-besaran pasca demo akhir Agustus 👇
(Dicompile biar mudah ditemukan dan klo ada info update ttg yg dibahas di sini, tolong kabarin ya)
(Terinfo sampe thread ini dibuat, masih terjadi & bertambah)
---a thread---