- ketahuan netijen mau bawa keluarga ke amerika
- akhirnya gak jadi ke amerika
- yang bocorin suratnya dan bikin heboh netizen lagi dicari. Katanya kalau orang dalam mau disanksi.
Ngoehehehe aja
"Di suatu negara, orang yang korup menuduh orang yang korup melakukan korupsi, lalu orang yang korup menyelidiki orang yang korup, dan membebaskan orang yang korup dari tuduhan korupsi."
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memberikan klarifikasi terkait potongan gambar surat dinas perjalanan ke Amerika Serikat yang viral di media sosial. Sorotan publik muncul lantaran dalam surat tersebut tercantum nama istri Menteri PU Dody Hanggodo, Irma Hermawati, dan putrinya, Aurellia Tsabitha Meidirama.
~NJ
Kolonialisme di Indonesia secara keseluruhan lebih banyak membawa kemajuan daripada kerusakan (seperti yang diajarkan di sekolah2).
Contohnya, infrastruktur modern kayak jalan, kereta api, pelabuhan, irigasi, yang bahkan masih digunakan sampai sekarang.
Pendidikan ala barat, serta konsep negara-bangsa itu sendiri lahir di bawah pengaruh kolonial (gak mungkin dong dari kerajaan-kerajaan berebut kekuasaan?).
Ekonomi komoditas kayak perkebunan dan tambang juga yang ngenalin Londho.
Sebelum Belanda, Nusantara adalah kumpulan kerajaan kecil yang sering saling perang, dan perdagangan budak yang sudah lama ada.
Hehe
Di suatu negara yang aneh
Negara tropis = buah mahal
Negara maritim = ikan mahal
Negara CPO = migor mahal
Negara SDA = listrik dan BBM mahal
Negara hukum = tunggu viral
Swasembada pangan = beras mahal
Bebas aktif = ikut BOP
Negara religius = korupsi nya banyak, sampai kitab Tuhannya dikorupsi
Semuanya karena sistem yang buruk dan political will yang tidak berpihak rakyat tapi berpihak cepat balik modal dan nambah kekayaan pribadi hehe
Rp28 miliar uang jemaat gereja raib. Dikumpulkan selama 45 tahun, habis karena satu orang.
Pelakunya? Andi Hakim Febriansyah, mantan Kepala Kantor Kas BNI Unit Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Korban? 1.900 anggota Credit Union (CU) Paroki St. Fransiskus Assisi Aek Nabara. Mayoritas petani dan pedagang kecil. Dana ini dikumpulkan selama lebih dari 40 tahun.
Modusnya? Sejak 2019, Andi menawarkan produk “BNI Deposito Investment” dengan bunga 8% per tahun, dua kali lipat bunga deposito normal. Produk ini tidak pernah ada di sistem resmi BNI. Andi memalsukan bilyet deposito, memalsukan tanda tangan nasabah, lalu mengalihkan dana ke rekening pribadinya. Agar korban tidak curiga, ia rutin mentransfer “bunga” palsu ke rekening CU. Total bunga palsu yang diterima gereja selama bertahun-tahun mencapai Rp3 miliar.
Pada Februari 2026 perlahan terbongkar, saat itu gereja minta pencairan Rp10 miliar untuk pembangunan sekolah. Andi terus mengulur waktu. Pada 23 Februari 2026, Kepala Cabang BNI Rantauprapat datang langsung dan menyampaikan bahwa Andi sudah tidak bekerja di BNI dan produk deposito itu bukan produk resmi bank.
Suster Natalia, bendahara CU yang selama ini memegang kepercayaan umat, langsung pingsan di tempat.
“Dari tangan saya, yang seorang suster ini, uang umat hilang. Inilah yang membuat saya syok.”
Dua hari setelah kasus dilaporkan ke Polda Sumut pada 26 Februari 2026, Andi kabur ke Australia bersama istrinya. Interpol menerbitkan red notice. Pada 30 Maret 2026, keduanya menyerahkan diri di Bandara Kualanamu. Dalam pemeriksaan, Andi mengakui seluruh perbuatannya.
BNI baru menyalurkan dana talangan Rp7 miliar. Sisa Rp21 miliar lebih belum ada kejelasan. Somasi dari CU Paroki masih menunggu respons resmi BNI.
“Uang yang dikumpulkan selama 40-45 tahun oleh umat yang sangat sederhana. Ini masa depan anak-anak mereka. Tapi semua itu hilang. Saya mohon, BNI kembalikan uang kami.” Kata Suster Natalia Situmorang pada Konferensi Pers Gereja Katedral Medan, 10 April 2026
Ini bukan soal satu oknum aja sih, tapi soal sistem pengawasan perbankan yang memberi ruang praktik ini berjalan selama tujuh tahun tanpa terdeteksi. Tersangka sudah ditangkap dan mengaku. Uang umat yang hilang belum kembali.
BNI harus segera memberikan kepastian dan mengembalikan seluruh dana sebesar Rp28 miliar kepada jemaat yang telah puluhan tahun menaruh kepercayaan mereka.