Habis baca perjanjiannya, ini gila sih... Amerika dibabat habis di meja perundingan!
Poin-poin kesepakatan antara Iran-Amerika:
- Amerika akan membayar pampasan perang/ganti rugi kepada Iran sebesar $300 miliar dolar (Rp5.400 triliun) atau setara dengan 40 tahun MBG. Iran menang banyakkk 😭😭
- Amerika setuju untuk tidak menambah personil di kawasan Timur Tengah dan membolehkan Iran mengelola nuklirnya untuk tujuan damai.
- Semua sanksi terhadap Iran dicabut, mulai dari sanksi ekonomi, perdagangan, sanksi DK PBB, dan resolusi IAEA.
- Produk minyak dan gas Iran bebas dijual, termasuk juga pembebasan transaksi bank-bank Iran.
- Amerika akan menghentikan pembekuan aset-aset Iran di luar negeri, artinya Iran akan segera memperoleh keuntungan bisnisnya dari luar negeri.
Asli, baru pertama kali ini ngeliat perjanjian Amerika vs. negara lain tapi Amerikanya yang harus ngalah banyak😭😭
Ini baru riil negara yang ditakuti asing 😭 BRAVO IRAN!
kerja dicariin bapaknya, pas kampanye banyak bat janji programnya, ngomong kayak orang paling solutif ampe ngecengin profesor, tengil
sekalinya menang tiba2 jadi pasif, seabrek masalah di negara ini dia cuma diem, ditanya wartawan ga bisa jawab. lu orang apa perabotan lenong sih
@Dahnilanzar@fadlizon@Fahrihamzah@bang_dasco@prabowo Bos, mau elu lahir barengan Prabowo juga ga masalah, tapi ketika program prabowo salah lu benerin, omongannya salah lu benerin juga, disitu poin ngejilatnya!
Ada program prabowo yg jelek didiamkan, atau bahkan didukung, disana anda penjilat yg totalitas.
Dalam al-Qur'an, ketika Allah Ta'ala menjaga harta dua anak yatim, Dia menyebutkan alasannya:
وكان أبوهما صالحا
"Dan ayah keduanya adalah seorang yang saleh." (QS. al-Kahfi: 82).
Oleh karena itu, para ulama menjelaskan bahwa kesalehan orang tua dapat menjadi sebab turunnya penjagaan dan keberkahan Allah kepada anak-anaknya. Bahkan, Sa'id bin al-Musayyib juga pernah mengatakan:
إني لأزيد في صلاتي من أجل ولدي رجاء أن أحفظ فيه
"Aku memperbanyak shalatku demi anakku, dengan harapan agar ia dijaga karenanya."
Selain itu, ada juga penuturan dari sebagian ulama:
إن الله ليحفظ بالرجل الصالح ولده وولد ولده
"Sesungguhnya Allah menjaga anak dan cucu seseorang karena kesalehan (kebaikan) orang tersebut."
Namun perlu diingat, keberkahan itu tidak selalu berbentuk kemudahan dunia, rezeki yang luas, atau hidup tanpa masalah. Bisa jadi, itu berupa hati yang baik, perlindungan dari maksiat, pertemuan dengan guru, teman, seseorang yang saleh, atau keselamatan dari musibah yang tidak kita ketahui.
Maka, jangan pernah meremehkan satu kebaikan pun. Sebab, bisa jadi, seseorang yang hari ini menikmati privilise maupun penjagaan Allah itu memang karena doa, sedekah, atau amal saleh orang tuanya yang telah lalu.
Percaya nggak, kebaikan orang tua itu sering kali ikut mengalir kepada anak-anaknya.
Orang tua yang suka menolong, anaknya dipertemukan dengan orang-orang baik.
Orang tua yang gemar berbagi, anaknya dijaga dari banyak kesulitan.
Orang tua yang jujur, anaknya dilimpahi keberkahan.
Orang tua yang suka mempermudah urusan orang lain, anaknya pun sering dimudahkan jalannya.
Jadi sebenarnya, setiap kali orang tua berbuat baik, tanpa sadar mereka sedang menabung kebaikan untuk anak-anaknya.
Dan di hidup yang hanya sekali ini, aku ingin tetap menjadi orang baik, meski tidak selalu diperlakukan dengan baik oleh orang lain.
Tidak banyak yg tahu fakta ini... Berapa lama Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara, menjabat sebagai Menteri Pendidikan (saat itu Menteri Pengadjaran)?
Si Badui yang Malang
Seorang Arab badui berkata kepada istrinya: “Besok aku akan pergi membeli seekor keledai.”
Istrinya menjawab dengan tenang: “Katakanlah: insya-Allah.”
Namun, ia menolak: “Mengapa harus insya-Allah? Uangku ada di kantong, dan keledai ada di pasar.”
Ia pun berangkat keesokan harinya, yakin dengan rencananya. Tetapi di tengah perjalanan, ia melihat sebuah sumur. Saat ia menunduk, tanpa ia sadari, uang di sakunya jatuh ke dalam sumur itu.
Ia panik. Demi mengambil uangnya, ia melepas pakaiannya dan turun ke dalam sumur. Namun, uang itu tidak ia temukan.
Sementara ia masih di dalam sumur, seorang pencuri datang dan mengambil seluruh pakaiannya yang tertinggal di atas.
Ia pun pulang tanpa uang, tanpa keledai, dan bahkan tanpa pakaian.
Sesampainya di rumah, ia mengetuk pintu dalam keadaan telanjang.
Istrinya bertanya: “Siapa itu?”
Ia menjawab dengan pelan dan penuh pelajaran: “Aku… (((insya-Allah))), bukalah.”
🤣🤣🤣