🚨TERBARU: Bendera Israel terlihat dibentangkan oleh sebagian suporter Argentina ke arah pelatih Mesir, Hossam Hassan yang sebelumnya mengajak dunia sepak bola untuk tidak melupakan para korban di Gaza, Palestina.
Jujur menjijikan.🤮#FIFAWorldCup
Jelang hari esok. Hari bersejarah dan penuh duka. 68 tahun yang lalu, Sir Matt Busby melalui rekaman yang diputar di speaker di Old Trafford memberi kabar tentang kesehatannya dari tempat tidur rumah sakit di Munich setelah bencana
Merinding euy 🌹🔴
Pengkhianatan Polri dan Ancaman Perang Berdarah
Jika melihat berita akhir-akhir ini tentang demo dan ijazah palsu Jokowi, sepertinya Indonesia sedang berada di fase ambang kehancuran, dan semua ini tidak lepas dari tingkah Jokowi yang dengan congkak, seolah dengan sengaja mengencingi otoritas Prabowo Subianto, Presiden yang sah saat ini.
Sebuah skandal politik tiba-tiba saja muncul, yang membuat darah seperti mendidih ketika melihat rombongan Sespimmen Polri, calon-calon pimpinan polisi masa depan, dengan penuh arogansi mendatangi rumah Jokowi dan meminta arahan, seolah Jokowi masih sebagai Presiden saat ini, seolah Prabowo tak lebih dari seorang pecundang yang tidak pantas untuk mengomandoi Polri! Kunjungan Sespimmen Polri bukan hanya sekadar pelanggaran tata cara maupun etika, melainkan lebih tepat disebut sebagai pengkhianatan terang-terangan yang bisa membuat negara ini terbakar dalam konflik yang berdarah. Jokowi, yang seharusnya sudah menjadi sisa-sisa ampas politik, ternyata masih haus akan kekuasaan, dan dia tidak segan menghianati bangsa demi ambisinya.
Narasi "matahari kembar" (dua kekuasaan antara Jokowi dan Prabowo), bukan lagi sekadar gosip, tetapi sebuah kenyataan pahit yang siap meledakkan Indonesia. Jokowi, dengan liciknya, seperti sedang memanfaatkan Polri yang akan digunakan sebagai alat untuk menjegal Prabowo, di mana TNI sudah menegaskan kesetiaan pada Presiden Prabowo. Bayangkan, baru enam bulan Prabowo menjabat, tapi otoritasnya sudah diinjak-injak oleh mantan Presiden yang gila kuasa ini. Drama perebutan kekuasaan ini bukan hanya soal harga diri Prabowo yang dihancurkan, tetapi soal masa depan 270 juta rakyat Indonesia yang terancam menjadi korban perang sipil-militer yang mengerikan. Jokowi, seperti dengan sengaja, telah menyalakan api konflik yang bisa membakar habis negara ini.
-Sebuah Esai Analisis-