Banyak kota di Indonesia yang punya satu ruang publik dan bentuknya hampir selalu sama. Alun-alun, dan bentuknya hampir selalu persegi.
Ini jelas bukan kebetulan belaka. Alun-alun tuh sebenarnya lahir dari cara pandang Jawa kuno soal pusat kekuasaan. Di depan keraton, biasanya dibuka sebuah lapangan luas berbentuk segi empat.
Bentuk itu sengaja dipilih karena ngasih kesan tertib, seimbang, dan gampang dikontrol. Dari sudut mana pun, ruang itu bisa diawasi dengan mudah. Dan dari sudut mana pun, orang bakal merasa lagi berdiri di tengah pusat kekuasaan.
Di sebelah utara biasanya ada keraton atau pusat pemerintahan. Di selatan atau sekitarnya ada masjid. Lalu di sisi lainnya ada pasar atau ruang publik.
Susunan kayak gini tuh bukan sekadar tata kota biasa. Ini adalah sebuah peta sosial. Siapa yang berkuasa di pusat, siapa yang ada di pinggiran, dan gimana caranya orang-orang harus bergerak di dalamnya.
Pas kota-kota baru mulai tumbuh, pola ini terus ditiru. Bahkan di luar Pulau Jawa pun, banyak alun-alun yang tetep dibuat bentuk persegi karena model itu udah terlanjur dianggap sebagai standar ruang publik yang "resmi".
Jadi yang sering kita liat sekarang bukan cuma sekadar lapangan kosong di tengah kota doang. Itu adalah sisa-sisa cara berpikir lama dalam mengatur dunia: bahwa pusat kekuasaan itu harus jelas, bentuknya harus teratur, dan ruangannya harus bisa dibaca sama siapa pun yang berdiri di dalamnya.
Kadang tata kota yang kelihatannya paling biasa justru menyimpan cara berpikir yang paling tua.
Btw di bali. Ada the solitaire. Disitu ada beberapa klinik operasi luar yg beroperasi. Dengan produk utamanya Dokter WNA.
Dokterny WNA pengalamannya belasan tahun. Ini pada udah penyetaraan?
Kecamatan Gerokgak di Buleleng ini cukup unik.
Sepanjang pesisir ini populasi Muslim sekitar 30%. Madrasah dan Sanggah berdiri berdampingan.
Lebih unik lagi etnis selain Bali bukan hanya Madura dan Jawa tapi juga Bugis, Bajau, dan Mandar.
Di Dusun Mandar Sari, Sumberkima masih ada rumah-rumah panggung khas Bugis 😍
selamat pagi masyarakat demokrasi, menyambut era baru reformasi.
silakan tabel ini dihafalkan, mungkin akan berguna dalam beberapa tahun kedepan.
jangan sampai kalian sikap tobat, hanya karna salah sebut pangkat.
Indonesia adalah Negara Preman. Cirinya adalah Sistem Setoran.
Untuk berkuasa, kamu harus setor. Untuk setor, kamu harus merampok.
Karena kamu merampok, kamu jadi diblackmail atasan.
Bos akan bilang: "Sekarang, setor lebih banyak ke saya. Jika gagal, saya tangkap."
Bosmu betulan berkuasa untuk menangkapmu. Karena kamu memang koruptor. Karena kamu memang kriminal yang merampok, untuk bayar setoran ke bosmu.
Salah sendiri ngide jadi pejabat. Sekarang kamu terjebak.
Terpaksa kamu setor lebih banyak dan merampok lebih banyak. Lubang yang kamu gali menjadi semakin dalam.
Semakin banyak kejahatanmu, semakin komplit kontrol bosmu terhadapmu.
Kamu berubah dari yang awalnya manusia menjadi anjing yang berkalung. Woof.
Ketika bos bilang "jongkok!", kamu jongkok. Ketika bos bilang "menggonggong!", kamu menggonggong. Ketika bos bilang "rampok!", kamu merampok.
Kamu sangat terbiasa melakukan itu sampai kamu jongkok, lompat, menggonggong, merampok, mempermalukan diri sendiri di Twitter dengan mendeklarasikan diri sebagai "penyepong kaki rezim sampai tenggorokan" dengan bangga, tanpa disuruh.
Urat malumu putus dan kamu tidak ubahnya seperti binatang anjing buas yang berlari telanjang di jalan, kencing sembarangan dimana-mana.
Ini bukan hal yang luar biasa. Bosmu juga pernah berada di posisimu saat ini. Bosmu pernah, dan masih, menjadi anjing perampok pemalak buas.
Lama-lama kamu naik pangkat dan punya anak buah sendiri. Setoran yang harus kamu bayar ke atas semakin besar. Kamu bingung bagaimana cara bayarnya.
Kamu mendapat ide: perbudak saja anak buahmu. Palak setoran dari mereka. Jadikan mereka anjing baru, sebagaimana bosmu menjadikanmu anjing buas berliur.
Lama-kelamaan seluruh pemerintahan dan bisnis negara Indonesia diisi oleh anjing dan Indonesia pun menjadi Negara Anjing.
Tentu saja investor tidak akan mau membangun di Negara Anjing yang isinya penuh dengan anjing dan preman jalanan buduk, bau, dan rampok.
@LFC_Hardline wajar banget belum nyetel karena banyak posisi penting di tim yang diganti pemain baru, harusnya fans lebih santai dan bersabar, kita sudah pernah di era paling gelap mendukung klub kebanggaan, hingga sampai saat sekarang, fans begitu kurang menikmati proses 😁
@LFC_Hardline fans LFC yg ga terima kekalah lawan palace dan galatasaray rada2 emang.. seolah-olah tim harus selalu menang, optimisme dan ekpektasi yang berlebihan, dampak dari belanja bintang jor-joran dan 7 winstreak di awal musim, padahal dari sisi permainan masih belum keliatan padu..