Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.
Saya jumpa dgn mama Yasinta & warga Merauke lainnya di kantor PP Muhammadiyah JKT, sebelum kami diskusi & menyampaikan sikap tokoh lintas agama menolak PSN Merauke. Waktu itu, suara mama Yasinta tegas menolak PSN. So, kalo skrg ada pernyataan sebaliknya. Bisa jd sdg diintimidasi
SBY buruk, Jokowi buruk. Tapi mereka sama sekali gapernah ngomong kayak gini dalam forum resmi. Seorang presiden, pemimpin negara bicara dengan kapabilitas yang cuma seperti ini.
Orang-orang yang memilih dia karena kasihan atau karena apapun, kalian berdosa sekali untuk seluruh manusia di negeri ini. Bajingan kalian dan pilihan kalian. Bedebah.
Kenyataan bahwa abis orang pada bilang "tidak" dan dia masih bisa bilang, "MBG itu penting," adalah bukti beliau nih tuli terhadap suara masyarakat bahkan secara langsung.
Hebat, kita udah di titik dimana fungsi pendidikan direduksi jadi semata pencetak buruh (murah) untuk industri
Persetan soal esensi pendidikan untuk mendidik individu kritis dan punya agensi sosial!
Rezim ini gak mau kalian kritis, maunya kalian jadi buruh murah!
Unpopular opinions about rokok.
Negara rugi jauh lebih besar daripada untung dari rokok (kerugian 3x lipat cukai).
Cukai rokok menghasilkan Rp217–230 triliun per tahun, tapi kerugian makro ekonominya Rp400–600 triliun (3x lipat).
Hanya sebagian kecil (sekitar Rp7 triliun via pajak rokok + subsidi APBN) yang langsung mendukung BPJS, sementara BPJS justru keluar Rp10–17 triliun per tahun untuk biaya pengobatan penyakit rokok.
Ini sering disebut “dilema dana sehat”. Cukai rokok “membayar” penyakit yang diciptakannya sendiri.
Data ini bersumber dari Kemenkes, DJBC Kemenkeu, CISDI, dan laporan resmi 2024–2025.
Sini kalian pecandu rokok, bantah kalau berani