Jabodetabek banjir karena hulunya dipenuhi properti. Halmahera banjir karena hulunya dihabisi nikel.
Bahkan Labuan Bajo kini ikutan banjir karena hulunya dipakai proyek wisata super Premium.
Contoh bahayanya negara kesatuan dengan keputusan terpusat. Rusak satu, rusak semua.
Prabowo ini tiap kali pidato isinya “demi rakyat, demi rakyat, demi rakyat”
Sekarang rakyat mana yg senang pekerjaannya terancam berhenti akibat efisiensi? Rakyat mana yg senang kesempatan mengenyam pendidikannya dipupus? Rakyat mana yg senang hak-haknya tidak dipenuhi?
"Jika tak kau temukan dosen-dosenmu
di ruang kuliah hari ini,
carilah mereka di jalanan
di barisan massa demonstrasi
bersama ibu-ibu yang kehabisan gas
dan pegawai honorer yang kena PHK..."
Solidaritas utk Serikat Pekerja Fisipol @pekerjakampus dlm aksi hari ini.
Ketika Prabowo Menciptakan Bencana Nasional
Ah, saya tidak habis dengan kejutan besar yang dilakukan oleh Presiden Prabowo dengan pemotongan anggaran di banyak Kementerian, yang tujuannya untuk efisiensi anggaran. Menurut saya, tujuannya bagus, namun terjadi efek domino akibat kebijakan efisiensi ini di mana, Kementerian melakukan penghematan besar-besar dengan memadamkan listrik pada pukul 4 sore, menyalakan hanya sebagian AC, serta penghematan-penghematan lain seperti yang sudah kalian baca sendiri di media massa maupun media sosial.
Nah, pada esai kali ini saya ingin menjelaskan efek yang akan timbul karena pemangkasan anggaran belanja hanya dari satu Kementerian saja, yaitu Kementerian PUPR. Bagi orang-orang yang mempelajari ilmu ekonomi pasti sudah bisa melihat efek mengerikan imbas pemotongan anggaran ini, yang mana justru tidak berbanding lurus dengan janji kampanye Prabowo tentang pertumbuhan ekonomi yang katanya, tembus hingga 8%.
Sebagai bahan informasi, Kementerian PUPR mendapatkan pemotongan atau pemangkasan anggaran sebesar Rp 81,38 triliun. Nah imbas dari efisiensi ini, ada beberapa proyek penting yang akhirnya terhenti seperti anggaran untuk pemeliharaan jalan, waduk, bendungan, hingga jembatan. Sedangkan, untuk waduk, bendungan, serta jembatan sendiri jika tidak dilakukan pemeliharaan secara rutin maupun berkala, akan menyebabkan masalah-masalah yang baru.
-Sebuah Esai-
Glamping 8 hari di Magelang:
34 gubernur + 380 bupati + 89 walikota = 503 orang.
Biaya akomodasi dan konsumsi:
Rp 2.750.000 per orang per hari.
PT Lembah Tidar Indonesia
503 x 2.750.000 x 8 = Rp11 miliar*
*belum termasuk ajudan dan staf
Ada yang merangkumkan apa saja yg diocehin si gus-gus an itu. Ternyata parah banget.
Ini orang2 Muslim apa gak marah besar ya. Segala hal baik yang pernah saya dengar tentang ajaran Islam malah diputarbalikkan dan dihinadina sama si gus gus itu?
"GUS PALSU" • UTUSAN KHUSUS PRESIDEN PRABOWO |
Pada bulan Mei 2021, Ta'im Miftah Gondes berkilah ini dan itu, mak itu mak ini, yahana yahanu, membela diri, setelah belepotan melafalkan dalil, ia gagap 'nahwu shorof.
"Fathah dibaca kasrah, pun yang mestinya dhommah, dibaca kasrah.
Kemudian, perlakuan kasar Taim Miftah Gondes, terhadap istrinya, pada "pentas ceramah" nya, disaksikan kerumunan umat, yang tak sedikit adalah perempuan dan/atau berstatus istri seorang muslim.
Kendati, kerumunan umat itu, tidak siuman bahwa mereka hanya elemen yg berkontribusi atas gaya hidup mewah Ta'im Miftah Gondes, tidak lebih.
.
.
Ternyata, peristiwa Ta'im Miftah Gondes mengolok - olok seorang penjual es teh, memantik kawan saya yang bernama Miftah utk berkomentar ;
"SATU TAIM, MERUSAK MIFTAH SE-INDONESIA"
Lalu ia menutup komentarnya dgn berkata,
"TA'IM CENASUWOK !"
.
.
😁☕️🚬
#FufufafaAibNasional
Semoga bangsa ini mulai faham bhw tugas pemimpin negara adalah tugas konsepsi(Yuris). Mayoritas masy kagum dg yg spt ini padahal tdk bermakna sama sekali utk kapasitas pres/wapres. Ini kerja level Dirjen (factie). Kapan rakyat sadar klu aksi non kapasitas(pencitraan) adalah tipu?