MBG ini pembodohan massal generasi bangsa.
Lebih penting MBG ketimbang memperbaiki gedung sekolah yg rusak parah.
Mau bukti?
Ini buktinya:
SD Kepek 1
Padukuhan bulurejo
Gunung Kidul
DIY.
Orang yang setiap hari bekerja dengan keuntungan puluhan ribu, tiba-tiba kena tonjok TNI-Polisi dan mendapat simpati publik (hingga diberi bantuan)...
...justru yang saya khawatirkan adalah Bapak Sudrajat.
Semoga seluruh bantuannya dikelola dengan bijak, ya, Pak.
Tindakan yang dilakukan 2 anggota Anggota Polri dan TNI terhadap Pak Sudrajat (Pedagang Es Gabus) adalah Kejahatan, harus diproses ke Pidana, bukan sekedar minta maaf
Arogansi, kesewenang2an, & kekerasan juga masalah sistemik, perlu reformasi kelembagaan POLRI & TNI
@kompascom Untuk membenahi mental norma-norma anggota, semestinya penyelesaiannya lewat jalur hukum dan disiplin prajurit agar menjadi pembelajaran lebih luas bagi yang lain
Suasana di Gedung Direktorat Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Gorontalo mendadak tegang pada Sabtu sore (24/1/2026).
Seorang pria yang diduga oknum anggota TNI mendatangi markas kepolisian tersebut dengan tujuan yang tidak biasa, meminta pembebasan seorang tahanan. Peristiwa bermula sekitar pukul 15.30 WITA. Pria tersebut mengidentifikasi dirinya sebagai Lettu Gerald Orchidio Hardy Hishaputra. Kepada petugas jaga, ia mengaku berpangkat Letnan Satu (Lettu) dan berdinas di Korem 133/Nani Wartabone (NW).
Kedatangannya bertujuan untuk menjemput dan memaksa petugas mengeluarkan seorang tahanan bernama Amin Ramadhan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Amin Ramadhan merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara sekaligus alumni IPDN yang saat ini sedang menjalani proses hukum pemerkosaan terhadap siswa SMK berusia 17 tahun.
Motif Hubungan Keluarga, Lettu Gerald menyatakan bahwa tujuannya membantu Amin Ramadhan adalah karena ikatan keluarga. Ia mengklaim bahwa tahanan tersebut merupakan sepupunya. Namun, upaya tersebut terbentur pada prosedur hukum yang ketat.
Sebagai informasi, Amin Ramadhan saat ini ditahan atas dugaan keterlibatan dalam kasus kekerasan seksual, sebuah tindak pidana berat yang menjadi atensi publik dan aparat penegak hukum. Pihak Polda Gorontalo tetap menjalankan prosedur sesuai SOP penahanan. Mengingat kasus yang menjerat Amin Ramadhan berkaitan dengan kekerasan seksual, tidak ada mekanisme "penjemputan" secara paksa atau sepihak di luar jalur hukum resmi, terlebih perkara ini melibatkan perlindungan terhadap korban.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak Korem 133/NW terkait keabsahan status keanggotaan pria tersebut maupun tindakan indisipliner yang mungkin dilakukan. Kasus ini kini menjadi sorotan karena adanya dugaan upaya intervensi terhadap proses peradilan oleh oknum aparat
Bebaskan KHARIQ ANHAR!
Mahasiswa asal Riau yang sudah ditahan selama 5 bulan.
Bersama mahasiswa lainnya serta anak muda Indonesia yang peduli negeriny,
Mereka bukan koruptor,
Mereka bukan gembong narkoba,
Mereka bukan teroris,
Mereka pukan pembalak liar,
Mereka bukan penambang ilegal,
Mereka bukan bandar judol,
Mereka juga bukan mafia tanah,
Mereka bukan mafia gas, BBM,
Mereka bukan pengemplang pajak, dst.
Mereka hanya sekelompok anak kuda yang bersuara, yang peduli pada kelanjutan negerinya, pada masa depan yang kelak jadi tanggung jawabnya.
Tapi kenapa mereka dikriminalisasi?
Kenapa ditangkap?
Kenapa mereka dibui?
Kenapa aparat malah memusuhi mereka bukan para pelaku kezaliman spt yang disebut di atas?
Bebaskan Khariq Anhar!!
Ketika menjatuhkan bom atom di Jepang, pilot pesawat B-29, Paul Tibbets, mengatakan bahwa tuhan sedang di sampingnya. Pembunuh berantai Sutcliffe mengaku menjalankan perintah tuhan ketika membunuh 13 wanita di Inggris. Juhayman al-Otaibi membunuh ratusan orang di Masjidil Haram, Makkah, dengan alasan menjaga kemurnian ajaran tuhan. Pastor Hank Kunneman mengatakan bahwa Trump telah diperintah tuhan untuk mengambil alih minyak Venezuela dan menangkap Meduro.
Kejahatan seringkali membajak nama "Tuhan" agar aksi jahatnya berkesan terhormat.