Bakar Jerami: Subur Sesaat, Tagihannya Panjang
Sering lihat petani membakar jerami sisa panennya di sawah? Mengapa mereka melakukan itu?
Saya pernah bertanya (protes, tapi dalam hati) pada beberapa tetangga sawah yang melakukan itu. Jawabnya mengejutkan.
"Kalau habis dibakar, tanaman berikutnya tumbuh subur kok nyatanya. Kalau langsung dibajak malah kurang bagus tanamannya. Bisa asem-aseman".
Yang lain juga sama. Membenarkan. Loh? Kok bisa? Jangan2 dia benar, dan saya yang salah. Bagaimana ini?
Utas
#literasipertanian #unsurhara #kimiatanah #biologitanah #ekologi
Rundown 'amuk massa online':
1. Spill identitas
2. Banjiri komen di akun medsos
3. Serbu akun medsos dan gmaps kantor/instansinya
4. Tekan bos/atasan/employer utk kasih sanksi
5. Ybs minta maaf
6. Employer klarifikasi dan berikan sanksi
7. Warganet tepuk tangan
Begitu ringkasan yg pernah terjadi di kasus pelakor, mbak2 keselip tumbler, pelayan resto gk sopan. Pokoknya kelas masyarakat sipil level jelata lah.
Untuk bapak ini, jadi:
1. Spill identitas
2. Fuck me
3. Warganet bubar pelan2
Sumber: thread winarkokepanjen
List yang tidak bayar pajak di Indonesia (DITANGGUNG APBN) :
✅ Presiden dan Wakil Presiden
✅ Menteri dan Wakil Menteri
✅ Anggota DPR RI
✅ Anggota DPD RI
✅ Hakim
✅ Pejabat negara lainnya yang diatur dalam peraturan perundang-undangan
✅ ASN (PNS dan PPPK)
✅ Anggota TNI
✅ Anggota Polri
✅ Pensiunan PNS/TNI/Polri yang pensiunnya dibayar APBN/APBD
Training Manajer Koperasi Desa Merah Putih buat ngurus minimarket
Yang gak diajarin:
- Manajemen stok dan inventaris ❌
- Pengelolaan uang tunai ❌
- Pertanggungjawaban keuangan ❌
- Penerimaan barang dan hubungan dengan supplier❌
- Pencegahan kehilangan barang❌
- Penataan produk di rak❌
- Penjadwalan staf dan manajemen tim❌
- Standar pelayanan pelanggan❌
- Keamanan dan kebersihan produk❌
- Pembacaan laporan penjualan dan data dasar❌
- Regulasi penjualan dan barang❌
- Perizinan usaha❌
Yang diajarin:
- Kicau mania ✅
- Huu haaa ✅
- Teroreroteroret ✅
Sebenarnya pas awal-awal reformasi, sudah wacana agar Indonesia FEDERAL. Siapa yang ngusung?
AMIEN RAIS.. dan beberapa tokoh seperti Adnan Buyung Nasution, Faisal Basri, Romo Mangun, Dawam Rahardjo dan kawan2.
Alasannya: sistem sentralistik ala Orba terbukti memiskinkan orang daerah dan membawa sebagian besar keuntungan dari kekayaan alam ke pusat.
Tahu ga kenapa ini gagal? Karena ditolak habis-habisan terutama sama PDIP dan Militer.
Alasannya?
- Trauma sama RIS yang dianggap rekayasa Belanda untuk memecah Indonesia dengan bikin negara federal.
- Punya ketakutan besar kalau bikin federal, daerah-daerah akan menuntut pisah.
- Apalagi saat itu Aceh dan Papua punya gerakan separatis.
- Orang Indonesia tidak paham hakikat negara federal yang bisa disalahpahami sebagai separatisme.
Pertentangan terhadap gagasan federal sangat keras, to the point Amien Rais dianggap ingin membawa agenda memisahkan diri dari Indonesia.
Lu bayangin Amien Rais digoreng sebagai separatis wkwkwk
Dan karena penentangan yang hebat, maka kandaslah ide federalisme di Indonesia.
Foto dan gambar: Amien Rais (Reuters) dan RIS (milenioscuro dari Wikipedia)
Tidak ada Teddy disini.
Mungkin pemerintah belajar dari press conferense Seskab kemarin saat merespons kritik dari @dinopattidjalal
Yang dipasang adalah Prasetyo Hadi selaku Jubir Presiden. Ya, kalau beliau, gw harus akui komunikasi publiknya bagus, kalem, pilihan katanya oke dan pesannya juga jelas.
Prasetyo Hadi juga Mensesneg.
Secara administrasi pemerintahan, Mensesneg bisa dianggap sebagai perwakilan Istana.
Karena tugas Mensesneg itu sangat berkaitan dengan urusan kepresidenan.
Mensesneg lah yang memberikan dukungan teknis, administratif, protokoler, pers/media, serta manajemen kabinet kepada Presiden dan Wakil Presiden.
Jadi wajar kalau Mensesneg yang jadi jubir.
Beda hal kalau Teddy selaku Seskab yang sehari-hari lebih terlihat sebagai pengurus agenda dan jadwal Presiden.
Lagipula, kalau Teddy yang muncul, press conference-nya jadi aneh-aneh lagi.
Orang bukannya fokus ke pesan pemerintah
Tapi malah ngebully Teddy, entah lewat gestur dan gaya bicara kwkwk.
"Jadi, menurut mas kalau wartawan gak kompeten?"
Gue yang kuliah Jurnalistik dan 4 tahun di media mainstream sepakat wartawan emang gak kompeten soal gizi. Jangankan kepala BGN, itu wartawan yang jadi menkomdigi dan wamenkomdigi juga gak kompeten.
Mikir dong bir jubir! Sini sebut siapa eks wartawan yang kompeten dan kerjanya benar di kabinet Prabowo? Ora ada!
Maaf, gua harus berkata kasar kali ini.
GOBLOK BANGET. OTAKNYA DIMANA?
Lu kasih makan jutaan siswa, ibu hamil, dan lansia. Kalo gak ada ahli gizi, siapa yang bisa cek kualitas gizi makanannya? Kasus keracunan udah terjadi dimana2 akibat MBG. Pantesan aja pada keracunan.
TOLOL BANGET AH PAK
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
foto PAK DADAN di mana-mana, terlihat menyedihkan. tapi ironinya, sebetulnya dia gak senaas itu.
sejak dulu sering bilang, hukuman terberat untuk koruptor itu hanya pada saat ditangkap dan jadi berita.
jadi samsak hujatan seindonesia raya, tapi bentar doang.
setelah vonis pengadilan, apapun hukumannya, hidupnya akan kembali enak.
masih bisa menjalani hidup nyaman di lapas, keluarganya tetap bergelimang harta, tau-tau sudah keluar penjara menikmati hasil jarahan yang "telah diamankan" 😄
kelak status residivis koruptor gak akan membuatnya dikucilkan, tetap dihormati lingkungannya karena masih dianggap golongan elit, punya pengaruh, banyak uang, dan banyak teman sesama elit.
masyarakat pun bisa mudah lupa.
bahkan, gak sedikit mantan koruptor bisa kembali menjadi pejabat publik. contohnya ada yang menang pileg dan sekarang jadi wakil ketua komisi VI DPR, ada pula yang dapat jabatan jadi ketua tim pakar danantara.
realitanya memang gak pernah ada sanksi hukum yang tegas dan bisa bikin jera, membuat negara kita selalu jadi surganya para koruptor.
sudah jadi rumus alam, sebuah tempat bisa jamuran karena lingkungan memberi ruang dan segala hal yang dibutuhkannya untuk hidup. :)
Dino Patti Djalal itu sudah di dunia diplomat sejak 39 tahun lalu.
Pernah jadi duta besar di negara sekelas Amerika Serikat.
Diremehkan hanya soal jabatannya yang hanya tiga bulan sbg wakil menteri luar negeri.
Itu narasi sangat buruk dalam dunia komunikasi.
Halo, presiden biadab @prabowo. Saat mengundang 7 pemred kenamaan ke Hambalang sampean dicecar perihal keberlanjutan embege di saat negara berpotensi menghadapi problema moneter dan fiskal karena perang yang berkecamuk di timteng. Dengan lantang sampean mengatakan, "Tetap saya jalankan! Lebih baik saya memberi makan rakyat saya daripada uang itu dikorupsi!"
Lihat ini. Pemberian makan sampean tak sesuai target, tak bergizi, yang diamanahkan ketahuan basah korupsi, dan ekonomi negara yang sampean pimpin carut-marut!
Mundur!
Seskab Teddy Indra Wijaya .
Letkol Kopassus, mantan ajudan Prabowo, nol pengalaman diplomasi ,
merespons Dino Patti Djalal dengan sindiran: "diplomat hebat, walau cuma 3 bulan jadi Wamenlu."
Oke, Pak Letkol. Kita bedah satu-satu.
Soal biaya: Lo bilang kelebihan biaya ditanggung "pribadi Presiden." Tapi pesawat kepresidenan, pengamanan TNI-Polri, hotel protokol, tim advance, logistik 50-60 orang , itu semua tetap APBN.
Yang "pribadi" cuma excess-nya.
Dan Prabowo sendiri yang tanda tangan Inpres No. 1/2025 yang perintahkan seluruh K/L pangkas perjalanan dinas 50%.
Guru nyuruh murid hemat, gurunya keliling dunia.
Soal rombongan: Lo bangga rombongan turun dari 120 jadi 50-60 orang.
Dino tidak pernah bicara soal ukuran rombongan. Dia bicara soal frekuensi , 1 dari 6 hari Presiden ada di luar negeri.
Lo jawab pertanyaan yang tidak ditanyakan.
Soal investasi Rp 2.430 triliun: Ini total realisasi investasi PMDN + PMA tahunan , tren jangka panjang yang sudah berjalan sebelum Prabowo menjabat, dipengaruhi hilirisasi, regulasi, dan iklim global.
Lo tidak bisa buktikan berapa dari angka itu kausal dari kunker.
Berdiri di bawah hujan lalu ngaku bisa mendatangkan air.
Soal sindiran "3 bulan":
Dino punya PhD dari London School of Economics, 26 tahun karier diplomatik, 3 tahun Dubes untuk Amerika Serikat.
Yang nyindir dia adalah seorang Letkol yang jabatan Seskab-nya lahir dari loyalitas, bukan keahlian tata negara.
Di negara yang sehat, Seskab dijabat teknokrat.
Di sini, dijabat ajudan yang merangkak naik karena setia , lalu nyindir diplomat doktoral soal pengalaman.
"Speak truth to power," kata Dino.
Yang menjawab justru orang yang hidupnya melayani power.