Lagu "Aing Pendukung Persib" dari Pas Band bagi aing masih jadi lagu Persib terbaik. Betotan Bass Intro yg dimainkan Trisno jadi ciri lagu ini semakin asyik.
Jujur, PAS Band boleh jadi yg membuat Persib tambah keren tempo itu sebagai klub sepakbola.
Trisnoize🥀🕊
Unrelated, his numerology is just insane 😳
Died aged 66
Both names made of six letters - 6 and 6
Wore same jersey number for both Italy and AC Milan- 6 and 6
In numerology, the number 66 stands for unconditional love, deep family harmony, and home balance.
Guess what ?? Franco Baresi played his entire 20 years club career with one team, AC Milan. He was truly at home 💯
And how many goals did he score for Milan?? Sixteen ⚽️
You can’t write a better script than this 👏👏
RIP LEGEND 🕊️
Comeback Franco Baresi di Piala Dunia 1994 pasca operasi meniskus adalah bukti profesionalisme, dedikasi tinggai dan cinta kepada sepakbola dalam sejarah olahraga tersebut.
23 Juni 1994, laga grup kedua Italia vs Norwegia di Giants Stadium, New Jersey. Pada menit awal babak kedua, Baresi yang saat itu berusia 34 tahun mengalami robek longitudinal pada meniskus medial lutut kanan saat melakukan clearance. Lututnya “terkunci” karena fragmen meniskus mengganjal sendi, sehingga dia tidak bisa meluruskan kaki.
Salah satu wawancara Federico Barba yg menurutku lumayan underrated dan kayaknya (koreksi kalo salah) hampir nggak pernah diangkat di Indonesia.
Sebelum memutuskan gabung Persib, dia ternyata sempet ngobrol dengan Emil Audero dan Stefano Beltrame buat cari tauu soal klub, sepak bola Indonesia, sampai kehidupan di sini. respon yang dia terima soal Persib dan Indonesia semuanya positif
Padahal saat itu dia masih punya beberapa opsi lain. Tapi Persib yang akhirnya dia pilih karena sejak awal membuatnya merasa dihargai dan benar² diinginkan.
Barba juga menggambarkan Persib sebagai klub "Grande", dia bilang banyak orang di Eropa belum sadar seberapa besar klub ini.
Dia memuji profesionalisme Persib, cara klub memperlakukan pemain dan mengaku Bobotoh selalu membuat pemain merasa dihargai.
Btw, original source-nya berbahasa Italia. yang di slide ini versi english translation.
Gattuso was undisputed starter for one of the greatest teams of all times when Serie A was still the best league, winning 2 out of 3 CL finals in 4 years, regular starter also for strong Italy, arguably the best DM in World Cup 2006. if Pirlo is now known as one of the greatest in his role it is also thanks to Gattuso's works. Gattuso may be super hard but was never pathetically dirty. he lost one of the most embarrassing and frustrating CL finals but still shook the Liverpool players' hands after the game. Gattuso is undoubtedly a legend.
Paredes' peak club career was at Roma and was a rotation player at PSG. the only thing he will be remembered for is his pathetic antics toward Garcia and Gavi.
@andre_gnc Sempat baca tapi lupa di mana, salah satu alasan Tan menulis dalam bahasa Belanda adalah untuk menggalang simpati internasional, terutama kelompok-kelompok haluan kiri di Eropa, yang mana itu jauh lebih mungkin jika bukunya ditulis dalam bahasa Belanda ketimbang bahasa melayu.
Wuih, gila sih ini investigasinya.
Kelen harus nonton Bocor Alus Tempo soal Jampidsus!
Gue tambahkan info-info menarik. Menurut Tempo:
Pertama, Presiden dikabarkan marah besar kepada Kapolri karena penggeledahan itu.
Kapolri sampai minta maaf dan menjelaskan kalau dikasih tahu, info penggeledahan akan bocor.
Kedua, kabarnya, apa yang dilakukan Kapolri dianggap pembangkangan.
Muncul wacana agar Kapolri diganti dengan Komjen Karyoto dari Jenderal SS.
Ketiga, Presiden dikabarkan ragu dengan Komjen Karyoto. Itu karena dia BESANNYA KDM.
Presiden khawatir kalau loyalitas Karyoto akan mengarah pada KDM, bukan untuk dirinya.
Keempat, ada info bahwa ketika rapat internal di Widya Chandra, ada laporan penebalan pasukan.
Ini bikin Prabowo khawatir dan menuding, "Kalian mau sabotase pemerintahan saya?" Polisi akhirnya menjelaskan kalau mereka ga mungkin menjatuhkan presiden.
Kelima, ada dugaan lobi-lobi agar Febrie tidak jadi tersangka.
Kompensasinya, Febrie mundur dari Jampidsus dan emas 74 kg itu diklaim bukan miliknya. Dua pengusaha dikontak agar mengaku bahwa emas 74 kg itu miliknya.
FOTO: Screenshot YouTube Bocor Alus Tempo.
Gw sangat mengapresiasi teman-teman di lingkup sepak bola (yang beneran knowledgeable) yang memakai energi mereka utk mengcounter narasi-narasi dari orang asbun ini. Lagian ga ada self respecting pengamat yang memakai titel klaim sendiri "pundit" di username mereka 😄
Masih menjadi salah satu cerita underdog terhebat dlm sejarah sepak bola.
Bagaimana seorang anak korban perang yg hidup di pengungsian, anak yg kelewat kecil dan pernah kekurangan gizi, mampu tumbuh menjadi salah satu ikon paling terkenal di sepak bola dunia.
Seorang yg tak menggunakan kekuatan tubuhnya sbg modal utama, tetapi memakai visi, kecerdasan otak, kemampuan mengendalikan tempo, serta umpan2 yg elegan utk menaklukkan pertandingan2 berat sepanjang kariernya.
Seseorang yg sukses luar biasa dgn memenangkan lebih dr 30 trofi mayor, peraih penghargaan individual paling bergengsi, dan membantu negerinya mencapai final Piala Dunia.
Akhirnya waktu ini tiba.
Terima kasih, Luka Modric.
Baru kelar nonton Inglorious Basterds, sumpah ini film bagus banget 😭
Heran gue kemana aja ya selama ini 😔
Ini salah satu scenes terbaiknya, dimana seorang perwira Inggris yang fasih berbahasa Jerman ditugaskan untuk menyamar sebagai tentara Jerman di Perang Dunia 2. Identitasnya kemudian ketahuan hanya karena hal sepele, yaitu dari cara dia memesan tiga gelas. Dia memesan 3 gelas minuman dengan mengangkat tiga jari ala Inggris (telunjuk, tengah, manis), padahal orang Jerman biasanya memulai hitungan dari ibu jari.
Yang menyadarinya adalah seorang tentara Jerman berpangkat Mayor, yang langsung curiga karena melihat detail kecil tsb. Hanya dari satu gestur sederhana tsb, seluruh penyamarannya runtuh dalam hitungan detik.
Fix ini film terbaik yang gue tonton di 2026. Ini gue cerita baru 1 scene doang. Masih banyak scene lain yang gak kalah brilian di sepanjang film. Belum lagi Karakter Hans Landa yang diperankan dengan sangat luar biasa oleh Christoper Waltz. Dia menampilkan kemahiran multi-bahasanya di film ini: bahasa Jerman, Prancis, Inggris dan Italy. Akibat penampilannya, Waltz dapet Oscar lewat perannya di film ini.
Masih tayang di Netflix sampai 18 juli btw, setelah itu bakal keluar dari katalog Netflix Indonesia. So please, gue ngerasa lo harus nonton film ini minimal sekali seumur hidup sebelum lo mati 😭😅
Sebagai orang yang suka topik sepakbola di luar lapangan, salah satu video yang gue suka dari bang Pange dan kang Zen adalah ketika bahas kekuatan politik suporter sepakbola.
Kata kang Zen:
"Kelompok supporter adalah salah satu kelompok masyarakat sipil yang terbiasa berlatih mengorganisir diri dengan sukarela.
Mereka lah yg terbiasa menyelundupkan 'barang haram' seperti flare & spanduk 1.3.1.2.
Mereka lah yang paling sadar memanfaatkan waktu luang untuk urusan yang bersifat common."
"Tan bekerja & digaji oleh perusahaan swasta" itu justru memperlihatkan kontradiksi yg jauh lebih sistemik dan berlapis yg diambil Tan Malaka. Fase bekerja di Deli itu justru salah satu fase dialektik yg sangat penting dlm hidupnya.
New-post on substack
https://t.co/k14IIj4P64
@tombajrafuseno Gue agak bingung sama generasi muda sekarang yang terlalu cepet ngepetakin sains dan 'mistik' dalam satu keranjang hitam-putih. Oke, buang dulu tahayul yang receh kayak 'jangan pakai payung di dalam ruangan' Pertanyaan gue: Kalau emang semua hal di luar logika materialisme
4.000 buruh PT Feng Tay Bandung dirumahkan sejak 15 Juni.
Pabrik pemasok Nike.
Total karyawan: 14.000 orang.
Sebabnya? Order selesai, bahan baku terlambat, geopolitik global kacau.
Mereka nggak korupsi.
Nggak males kerja.
Tapi nasibnya ditentukan oleh keputusan orang-orang yang bahkan nggak tahu nama mereka.
Siapa yang lagi bahas nasib 4.000 orang ini di DPR hari ini?