Indonesia's biggest irony:
Melihat pemerintah dengan mudahnya mencairkan ratusan triliun untuk bangun dapur MBG dan Kopdes tapi lamban menyelesaikan pemulihan infrastruktur vital pasca bencana Sumatera.
Gilaaaa, udah berhari hari berturut turut ada demo dimana mana.
Presiden udah ngasi tanggapan??
Panjang umur perjuangan!
Stay safe semuanya sehat sehat pejuang!
Ayo sebarkan jangan biarkan perjuangan kawan kawan kita dibungkam.
Di jalan raya minta di-istimewakan ✅
Di jalur lari minta di-istimewakan ✅
Di PRJ pun minta di-istimewakan ✅
Apa mereka ga sadar yg gaji mereka itu rakyat?
kalau gini clear sih, siapa yang salah. karena kalau kita baca di rules and regulation (which is sangat mudah diakses oleh pelari), sudah ada statement bahwaaaa:
- ga boleh transfer bib
- ga boleh lari tanpa bib
please normalisasi ngetreat seragam ijo dan coklat seperti layaknya rakyat biasa. mereka itu gak lebih tinggi dari kita,gak ada yang perlu dispesialkan dari mereka. udah muak liat "oknum" yang arogan gini 👋🏻
Uda dibilangin tentara itu ngga bisa masuk ke ruang sipil sama sekali.
Urusan jogging gini aja pake aturan maen sndiri.
Ga heran smua tindakan tentara di ruang sipil bertentangan dgn nalar publik scr umum,
Ga heran jg klo disidangin di Pengadilan Militer vonisnya rendah terus.
Dalam satu hari, ada dua AIB BESAR terbongkar.
Pertama pengakuan peserta demo dukungan MBG yg menerima uang Rp. 100.000 dan juga beberapa hadiah.
Kedua terbongkarnya para mahasiswa yang menerima sejumlah uang ketika bertemu wapres gibran.
Dan ga ada yang bisa kita lakukan..
Kenaikan BI rate 3x dalam sebulan sebesar 100 bps (yg jarang sekali terjadi) adalah cara mahal untuk turunkan demam (rupiah melemah) yg beratkan masyarakat dan perusahaan yg cicilan bulanannya naik.
Kalau stamina tubuh lemah maka mudah kena demam lagi. Kuatkan stamina ekonomi dgn fiskal yg sehat dan refokus+rethinking program2 besar (khususnya MBG & KDMP) spy tepat sasaran dan efisien.
Ketika policy dan country risk Indonesia turun, maka tidak perlu sogokan mahal (selisih besar antara BI rate dan Fed rate) untuk tekan capital outflow. Kalau short term money aja pengen kabur, makin susah tarik FDI yg long term stay money.
Moga policy risk dan rupiah sebulan ke depan BI rate tidak perlu berubah lebih dari sekali.
Kalau nanti tarif listrik sampai naik, jangan cuma marah ke PLN. Salah satu yang harus ikut disalahkan adalah MBG.
Kok bisa?
Mari saya jelaskan.
Masalah listrik hari ini salah satunya berawal dari pasokan batu bara ke PLN yang tidak lancar. Padahal batu bara itu bahan bakar utama banyak pembangkit listrik kita.
Kenapa bisa terjadi?
Karena ada yang namanya DMO (Domestic Market Obligation)
Sederhananya, perusahaan batu bara diwajibkan menjual sebagian produksinya untuk kebutuhan dalam negeri, termasuk ke PLN.
Masalahnya, harga batu bara untuk PLN dipatok lebih rendah dibanding harga pasar ekspor.
Jadi secara bisnis, pengusaha batu bara lebih "tergoda" menjual ke luar negeri karena marginnya lebih besar.
Kalau pemerintah mau bikin pasokan PLN aman, harga batu bara DMO harus dibuat lebih kompetitif.
Tapi konsekuensinya biaya produksi listrik PLN naik.
Nah, dari sini pilihannya cuma dua:
tarif listrik dinaikkan, atau subsidi/kompensasi listrik ditambah.
Saat ini, subsidi listrik sekitar Rp90–100 triliun per tahun.
Jika ditambah kompensasi untuk menahan tarif, beban listrik di APBN bisa tembus Rp245,58 triliun.
Masalahnya, ruang fiskal negara sudah keburu disedot program jumbo seperti MBG.
Jadi ketika subsidi listrik butuh tambahan, pemerintah akan bilang APBN terbatas.
Ujung-ujungnya?
rakyat lagi yang diminta untuk mengerti:
bayar listrik lebih mahal,
atau terima pemadaman bergilir.
Dan semua ini tidak akan terjadi kalau ratusan triliun APBN tidak dikunci untuk MBG.
Ini dalam Ilmu Politik disebutnya Predatory State.
Dan MBG adalah Project penjarahan skala raksasa…
Siklus predatory state klasik:
Rakyat bayar pajak → negara biayai program → program berputar di luar sistem pajak → defisit melebar → rakyat bayar pajak lebih banyak untuk tutup defisit → program tetap jalan → lingkaran tidak putus.
335 Triliun,
Kita yang bayar masuknya.
Mereka yang nikmati keluarnya.
Mantap bukan?
Dan sistemnya dirancang agar kita gak bisa lacak aliran uangnya.
🚨Bukan proyek Prabowo yang penuh drama korupsi.
Tanpa banyak pidato, 2.500 rumah diberikan gratis oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kepada korban Banjir di Sumatra.
Terima kasih Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia 🙏