“Carilah yang mencintai rapuhmu, bukan hanya kagum pada indahmu. Sebab pasangan sejati ialah yang mampu menenangkan resahmu, menutup aibmu dan selalu bersyukur memilikimu.”
Gus Baha’
@dawuhguru
Temen gw dokter anak. 11 tahun praktek. Ratusan pasien dari bayi sampai remaja.
Gw ngeluh pas ngopi: "Anak gw manja banget. Minta gendong terus. Turun bentar, naik lagi. Turun bentar, naik lagi. Bahu gw remuk."
Dia ketawa. "Berapa bulan anaknya?"
"14 bulan."
"Itu bukan manja. Itu namanya SECURE BASE BEHAVIOR. Dan kalau lo tolak terus, lo lagi bikin kerusakan yang gak keliatan di otaknya."
Gw naruh kopi. "Kerusakan?"
Tanggal 25. Gajian cair. Bapak buka mobile banking. Transfer 15 juta bulat-bulat ke rekening istri.
"Udah masuk ya Ma. Semua gaji bulan ini. Atur aja."
Bapak taruh HP di meja. Senyum bangga. Rebahan di sofa. Nonton TV. Merasa sudah jadi laki-laki paling bertanggung jawab se-RT.
Merasa bulan ini tugasnya SELESAI.
Fast forward tanggal 20 bulan depan. Istri bilang uang menipis. Bapak naik darah:
"Kok boros banget sih?! 15 juta! Kamu belanjain apa aja?!"
KURUSETRA
Part 3 - Prasasti Batas Zaman
@IDN_Horor@ceritaht#bacahorror
PENDOSA DARI MASA LALU
Akar dari semua permasalahan manusia di dunia ini tak lepas dari hawa nafsu. Sebuah hasrat yang mendorong manusia untuk mencapai apa yang diinginkannya. Kepuasan adalah imbalannya.
Kadang begitu banyak hal yang dikorbankan hanya untuk menyadari bahwa tidak ada yang benar-benar berarti di alam ini. Harta, kekuasaan, nafsu adalah fana. Tidak ada yang bertahan selamanya, semua akan musnah begitu seorang manusia telah mencapai akhir hayatnya.
Hanya amalan dan perbuatan baik yang mampu mensucikan roh kita lah yang patut diperjuangan. Karena sejatinya hal itulah yang memastikan apakah kita pantas untuk kembali berada di sisi Sang Pencipta.
Tapi jalan seorang manusia tidak semulus itu. Mereka tidak hanya sedang berpacu dengan kehidupan. Mereka makhluk-makhluk yang dilaknat dan tak lagi mendapat pengampunan tak rela melihat manusia mendapatkan tempat yang tak lagi bisa mereka gapai. Dengan berbagai cara dan muslihat, mereka menarik manusia untuk jadi bagian dari mereka ke dalam siksaan abadi.
“Umur manusia saat ini mungkin hanya seratus tahun, namun umur Iblis itu sampai hari kiamat. Jangan heran bila Iblis lebih pintar, lebih sakti, dan lebih kuat dari manusia..” Nyai Jambrong bercerita pada Guntur dan Dirga di belakang mobil truk kosong yang mereka tumpangi.
“Terus kenapa mereka tidak menghabisi manusia saja, Eyang? Kan mereka sekuat itu?” Tanya Dirga.
“Tuhan memberi berbagai batasan di alam ini untuk melindungi umatnya. Termasuk terpisahnya alam roh, alam manusia, dan dimensi lain adalah salah satu caranya. Walau sehebat itu, Iblis tidak memiliki kuasa untuk membunuh manusia. Makannya mereka menghasut dan memanfaatkan manusia untuk memenuhi keinginan mereka,” Jelas Nyai Jambrong.
Dirga dan Guntur mengangguk mengerti. Setiap setan dan roh yang mencelakai manusia hampir seluruhnya memiliki ikatan atau hubungan dengan manusia sebelumnya walaupun mungkin manusia tersebut sudah mati. Salah satu yang menjadi masalah di alam ini adalah mereka yang melakukan perjanjian gaib dan akhirnya mati meninggalkan sosok setan perjanjian itu bergentayangan di alam ini.
“Kalian pernah dengar tentang perang Kurusetra?” Tanya Nyai Jambrong.
Dirga menggeleng, namun Guntur mengangguk.
“Tanah dimana perang Baratayuda terjadi kan, Eyang? Dimana titisan-titisan para dewa ikut andil dalam perang tersebut.”
Nyai Jambrong mengangguk. Ia menceritakan bahwa perang itu mengorbankan begitu banyak nyawa dan melepaskan begitu banyak kekuatan. Jasad makhluk dari berbagai ras terbaring dan terkubur disana dengan pusaka-pusaka yang mampu menggetarkan bumi.
“Perang Baratayuda itu kisah nyata, Eyang? Kayaknya nggak masuk akal,” Balas Guntur .
“Banyak misteri di masa lalu yang tidak bisa dijamah oleh manusia, Tur. Entah itu perang Baratayuda atau perang lainnya, tapi sisi lain padang Kurusetra menyimpan semua dendam dari peperangan itu,” Jelas Nyai Jambrong.
Dirga mencoba mencerna perbincangan itu. Ia jelas merasakan besarnya masalah yang mereka hadapi saat ini.
“Memangnya seburuk apa hal yang berhubungan dengan padang Kurusetra, Eyang?” Tanya Dirga.
“Kalian ingat betapa mengerikannya kerajaan Setra Gandamayit yang kita lawan dulu?” Ucap Nyai Jambrong.
Guntur dan Dirga mengangguk. Mereka tidak akan lupa pertarungan yang hampir menghilangkan nyawa mereka di Jagad Segoro Demit dulu.
“Sekarang bayangkan sebanyak apa kerajaan dari berbagai ras yang bertarung di padang Kurusetra. Dan bayangkan berapa banyak makhluk dari berbagai ras yang mati dengan masih membawa dendamnya disana.. Raksasa, Wanamarta, Dedemit, berbagai makhluk yang tidak kita ketahui.
Dan Trah Pakujagar berniat membangkitkan dan memanfaatkan kekuatan mereka,” Jelas Nyai Jambrong.
Mendengar perkataan itu, Guntur dan Dirga pun merinding. Mereka merasa tidak mungkin bila manusia harus berhadapan dengan makhluk-makhluk seperti itu lagi. Mungkin itu artinya sama dengan kiamat.
“Hal itu nggak akan terjadi, Eyang. Kita akan cari keberadaan Mas Cahyo dan kembali menyelesaikan ini semua seperti biasa,” ucap Guntur.
Kali ini Nyai Jambrong memalingkan wajahnya.
“Bersiaplah untuk semua kemungkinan..” Ucapnya.
Dirga sangat jelas membaca gelagat Nyai Jambrong. Ia yang biasa galak dan banyak berceloteh kini terlihat serius. Ia tahu sesuatu yang membuat Nyai Jambrong bisa seperti ini, jelas bukan hal yang sembarang.
“Tenang Eyang, Tuhan pasti memberi kita jalan. Jangan sampai hal ini membuat Eyang murung terus seperti itu..” Ucap Dirga.
“Bukan, Dirga. Bukan itu saja yang membuat eyang tidak tenang..” Ucap Eyang.
“Lantas apa lagi, Eyang?” Tanya Dirga.
Nyai Jambrong menggerakkan rahangnya dan wajahnya benar-benar kesal.
“Eyang lupa bawa gigi palsu eyang. Bisa repot kalau Eyang nggak bisa makan..” ucapnya.
Mendengar ucapan itu seketika wajah Dirga melongo aneh, sedangkan muka guntur sudah terlihat kecut.
“Tenan, to. Wis nggenah ora usah ditaktoke..” (Bener, kan! sudah bener nggak usah ditanyain)
Keluh Guntur sambil membuang muka. Mendengar ucapan Itu Nyai Jambrong pun memelototi Guntur. Guntur yang merasa terancam menggeser pantatnya menjauh dari Nyai jambrong hingga ke ujung belakang.
***
Butuh waktu 5 tahun untuk bisa menyelesaikan cerita ini. Ya, cerita ini pernah dibagikan di IG tahun 2018 lalu, namun terpaksa berhenti karena tekanan dari pihak pihak yg terlibat tanpa pernah bertemu kata "tamat". Narasumber saat itu meminta ceritanya ditakedown dan menunggu kasus hukumnya daluarsa terlebih dahulu.
Dan ya.. 2023 adalah tahun terakhir aktifnya kasus ini. Awal tahun 2024 nanti, InsyaAllah kita akan angkat cerita ini lagi dari awal, "Sengketa Tanah Berdarah", sebuah kisah nyata dari narasumber Eva, seorang lawyer yang menangani kasus sengketa tanah yang para pelakunya menggunakan cara licik dan biadab untuk saling berebut tanah. Tidak hanya clientnya yang mengalami hal aneh diluar nalar, namun juga menyerang team kuasa hukumnya.
Segera,