Kronologi Ilmiah Bencana Gletser dan Banjir Bandang di Nepal
-Dr. Daryono anggota IABI
Rangkaian bencana ini bermula di wilayah elevasi tinggi Pegunungan Himalaya, di mana akumulasi pemanasan suhu atmosfer mempercepat proses dinamika kriosfer secara ekstrem.
Lelehan es yg meningkat secara intensif menembus celah-celah gletser gantung (hanging glacier) dan terakumulasi di batas antara es dan batuan penopang.
Air lelehan tsb menguraikan daya gesek dasar gletser dan melemahkan stabilitas struktural massa es raksasa yg berada di lereng-lereng terjal pegunungan.
Ketidakstabilan tersebut mencapai titik kritis saat massa es padat dan batuan dengan volume masif mengalami keruntuhan mendadak (glacier collapse).
Terjadilah proses penjatuhan bebas dari ketinggian lebih dari satu kilometer langsung menuju dasar lembah terjal.
Benturan mekanis berkecepatan tinggi ini melepaskan energi kinetik yg sangat besar, sebanding dgn guncangan tektonik skala sedang (Mag. 5,0 - 5,2) yg seketika menghancurkan material es menjadi pecahan mikroskopis, lumpur, dan lelehan air akibat konversi suhu dari gesekan mendadak.
Runtuhan es dan material longsoran tsb kemudian menyumbat alur sungai utama di lembah bawah secara mendadak, membentuk struktur bendungan alami (landslide and ice dam).
Penyumbatan ini menahan aliran alami sungai dan menjebak pasokan air lelehan baru dari hulu. Dlm hitungan jam, terakumulasi danau raksasa sementara di balik benteng debris tersebut, menciptakan tekanan hidrostatik ekstrem yg mendorong dinding penahan alami dari dalam.
Ketika struktur penahan yg tak stabil tersebut mencapai batas ketahanan maksimumnya, bendungan debris jebol secara seketika (breach).
Pelepasan volume air yg sangat besar dlm waktu singkat ini memicu gelombang banjir bandang (outburst flood) berbentuk dinding air pekat bercampur lumpur, batuan raksasa, dan debris padat.
Gelombang tinggi ini bergerak ke arah hilir dgn kecepatan amat tinggi, menyebabkan lonjakan muka air sungai yg sangat drastis dlm durasi hitungan menit.
Daya hancur material aliran debris (debris flow) yg memiliki massa jenis jauh lebih berat daripada air biasa tersebut dgn mudah merobohkan benteng bantaran sungai, menghancurkan jembatan, serta menyapu bersih infrastruktur pemukiman warga di tepi aliran.
Minimnya jeda waktu antara jebolnya benteng es dan datangnya gelombang air di kawasan permukiman hilir menyebabkan proses evakuasi tidak sempat dilakukan, yg pada akhirnya memicu timbulnya korban jiwa dan kerusakan lingkungan berskala masif. Korban jiwa meninggal telah mencapai 392 orang per Jumat, 28 Agustus 2026.
Fenomena ini menjadi bukti nyata bagaimana perubahan iklim global dapat memicu bencana beruntun (cascading hazard) dari puncak kriosfer hingga menghancurkan kawasan hilir dlm rentang waktu yg sangat singkat.***
👀👀 Holy shit! The earthquake that was thought to have possibly caused the landslide in Nepal, wasn't an earthquake.
It was the landslide that caused the earthquake.
That is colossal!!!!
📸 USGS
If this report is indeed true & the earthquake was caused by the landslide, it has to be a collapse of immense proportions!
> Either the whole glacier or mountain faces collapsed a kilometer or more into the Chhochen Khola below.
> Afaik there are no glacial lakes in this valley. The glacial collapse has to be that intense to generate that amount of water & energy rushing down.
It's still early to say, but this scenario holds true if it was generated here.
Banjir dahsyat dan tiba-tiba tanpa didahului hujan deras, menjadi sulit untuk diantisipasi. Gletser yang runtuh, membendung sungai di hulu dan kemudian jebol memicu "tsunami". Tapi mengapa geltsernya runtuh? Awalnya diduga karena gempa kecil, namun laporan USGS memberi update bahwa gempa kecil itu justru terjadi setelah longsor. Sepertinya memang ini berkaitan dg pemanasan global yg membuat struktur gletser makin rapuh, seperti pernah diperingatkan IPCC dalam laporannya tahun 2022.
Gw pernah nanya ke claude.
Video yg paling real yg sprti diambil kamera asli itu yg gmna??
Claude menjawab: yang paling real adalah yg tidak sempurna sprti distorsi objek krn kmra gerak terlalu cepat, pencahayaan yg tdk sempurna.
Sementara kita bikin video ai mengejar kesempurnaan itu krn biar gk slop🤣
Kesempurnaan ternyata adalah salahsatu ketidaksempurnaan.
Windows 11 ini emang terlalu banyak telemetri dan bloatware.
Laptop kantor saya pakai Win 11 dengan spek yang lumayan garang (i7 Gen 11, RAM 32GB, SSD NVMe), tapi anehnya performa dan navigasinya tetap kurang mulus. Sebaliknya, laptop pribadi saya yang cuma pakai Linux Mint dengan spek seadanya (i7 Gen 8, RAM 8GB, SSD SATA) malah bisa jalan jauh lebih smooth.
Sekadar buka dan pindah-pindah menu di aplikasi Settings Win 11 aja kadang masih kerasa patah-patah. Lucunya, pas lihat berita terbaru, Microsoft dengan bangganya janji mau setop nambahin fitur AI dan mulai fokus optimasi performa biar OS-nya 'lancar di RAM 8GB'. Mereka mempromosikan tahun 2026 layaknya penemuan revolusioner abad ini. Padahal kan yang bikin OS-nya berat dan lemot dari awal ya mereka sendiri! Bikin masalah, terus bangga ngasih solusi wkwkwk.
Asli, kalau bukan karena tuntutan kewajiban dari kantor, ini Win 11 udah saya hapus dari laptop 😂
Krakatau, 1883.
Letusan dahsyat 26–27 Agustus 1883 menghancurkan kawasan pesisir Banten dan Lampung. Lebih dari 36.000 orang tewas, sebagian besar akibat tsunami.
tragedi ini juga meninggalkan sejumlah foto kolonial yang merekam kehancurannya (Kerusakan pesisir Merak)
ADA ORANG ISENG BANGET NYARI 187 KLIP FILM CUMA BUAT NYANYIIN "LOSE YOURSELF" 🎬🤯
Bayangin effort-nya: dengerin lagu Eminem baris per baris, terus nyari potongan dialog dari 187 film beda yang kata-katanya PAS sama liriknya, timing-nya juga harus pas sama beat. Ini bukan proyek santai, ini level obsesif yang butuh riset ratusan jam.
Genre video kayak gini sebenernya udah lama ada di YouTube , nyocokin dialog film jadi lirik lagu , tapi susunan serapi dan sepanjang ini jarang banget kelar. Yang bikin orang-orang suka nebak-nebak film apa aja yang dipake, sambil mikir "gila, gimana caranya nemu baris ini di film ini."
Ini contoh keren gimana kreativitas nggak selalu soal bikin sesuatu dari nol.
Kadang justru soal nemuin pola tersembunyi di antara ribuan potongan yang udah ada, terus nyusun jadi sesuatu yang baru sama sekali.
Kalau lo suka video-video kayak gini, worth banget dicari di YouTube, dijamin bikin geleng-geleng kepala.
Buat kamu yang merasa harus selalu punya lebih banyak uang, baca ini dulu.
Masalah finansial sering bukan karena kurang pintar menghitung, tapi karena sulit mengendalikan emosi, ego, dan rasa “belum cukup”.
Uang itu permainan perilaku. Yang nggak bisa mengendalikan diri biasanya kalah duluan.
Ini menjelaskan di mana level bacaan kita.
Saat di level data dan informasi, kita akan mudah memahami isi. Sebab, memang seputar pertanyaan siapa, apa, kapan, di mana.
Yuval Noah Harari di The Economist bilang:
AI akan mengambil alih sistem keuangan.
Manusia mungkin tdk lagi paham apa penyebab crash di masa depan.
Ini sih bkn spekulasi..
Sistem keuangan modern sdh lama bergeser ke algoritma.
Flash Crash 6 Mei 2010 jadi contoh nyata.
1 program jual otomatis 75.000 kontrak E-mini S&P 500 (nilai ±$4,1 miliar) memicu cascade.
Dlm hitungan menit indeks anjlok tajam lalu rebound.
Laporan bersama CFTC-SEC dan studi Kirilenko dkk. di The Journal of Finance (2017) menunjukkan high-frequency traders tdk mengubah pola mrk saat harga jatuh.. justru mempercepat pergerakan krn saling melempar posisi dlm volume ekstrem.
Sekarang AI jauh lebih canggih.
Paper Danielsson & Uthemann di Journal of Financial Stability (2025) memodelkan bgmn AI memperkuat 3 kerentanan lama.. yaitu leverage, tekanan likuiditas, dan opacity.
Kecepatan + data yg sama + complementary strategy membuat krisis bisa lebih cepat dan lebih dlm.
Instrumen yg dibuat AI bisa terlalu kompleks untuk dipahami manusia secara penuh.. seperti sapi yg hidup di dlm sistem keuangan manusia tanpa pernah mengerti mekanismenya.
Dia menekankan 1 hal penting, bahwa
uang pada dasarnya adalah cerita tentang kepercayaan.
Kalau kepercayaan itu dipindahkan ke sistem yg kita sendiri tdk lagi bisa audit secara menyeluruh, maka kontrol bergeser.
Pertanyaan untuk yg kerja di risk management, AI safety, atau kebijakan keuangan:
Apa 1 kontrol praktis yg harus dipasang sekarang supaya kita masih bisa memahami penyebab crash di masa depan?
Per 19 Agustus 2026, Indonesia berada di urutan kedua dunia dalam estimasi emisi karbon harian dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menurut Copernicus CAMS GFAS, setelah Rusia, dengan konsentrasi paling menonjol terlihat di Kalimantan. Sumber: https://t.co/JdnfRQdoYS
@infoBMKG@BNPB_Indonesia@KemenLHK`
@infomitigasi@EYulihastin@ivanjayawan@mtshabr
Keseringan menekan emosi bisa bikin memori terganggu?
Ada penelitian yang menjelaskan bahwa menekan emosi kita atas suatu kondisi emosional dapat menyebabkan memori spesifik pada kondisi emosional itu juga berkurang.
Jadi BUKAN sering menahan emosi bisa bikin pikun secara umum, tapi hanya 𝘀𝗽𝗲𝘀𝗶𝗳𝗶𝗸 𝗱𝗶 𝗸𝗲𝗷𝗮𝗱𝗶𝗮𝗻 emosional tersebut aja.
Sini gue jelasin!
Jadi ada penelitian tahun 2018, judulnya Suppress to feel and remember less: Neural correlates of explicit and implicit emotional suppression. Nah penelitian ini mau mengetahui 𝗺𝗲𝗻𝗲𝗸𝗮𝗻 𝗲𝗺𝗼𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗯𝗲𝗿𝗽𝗲𝗻𝗴𝗮𝗿𝘂𝗵 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗺𝗲𝗺𝗼𝗿𝗶 𝗱𝗶 𝘀𝘂𝗮𝘁𝘂 𝗸𝗲𝗷𝗮𝗱𝗶𝗮𝗻 𝗲𝗺𝗼𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹.
Hasilnya menunjukkan bahwa bila 𝗯𝗲𝗿𝘂𝘀𝗮𝗵𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗲𝗸𝗮𝗻 𝗲𝗺𝗼𝘀𝗶 𝗸𝗶𝘁𝗮 pada suatu kejadian tertentu, maka akan terjadi 𝗽𝗲𝗻𝘂𝗿𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗺𝗯𝗲𝗻𝘁𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗺𝗼𝗿𝗶 𝗮𝘁𝗮𝘀 𝗸𝗲𝗷𝗮𝗱𝗶𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝘀𝗲𝗯𝘂𝘁, yang akhirnya kejadiannya akan mudah dilupakan.
Mekanismenya adalah karena berkurangnya interaksi antara amygdala dan hippocampus di otak, akibat penekanan emosi tadi, sehingga pembentukan memori mengenai kejadian emosional tadi jadi terganggu.
Semoga bermanfaat!
67.800 tahun lalu, seseorang menempelkan tangannya ke dinding gua di sebuah pulau yang sekarang kita kenal sebagai Muna.
Lalu ia menyemprotkan pigmen di sekelilingnya.
Tangannya pergi. Bekasnya tinggal.
Yang bikin penemuan ini gila justru bukan cuma umurnya. 🧵
“Korupsi struktural juga muncul dari minimnya peran pemerintah dalam kehidupan masyarakat. Pemerintah sering tidak hadir dalam hal yang membutuhkan campur tangan, tetapi justru aktif pada hal yang tidak perlu diurus,” Rimawan Pradiptyo
Malas kibarin bendera di momen kemerdekaan ini? Malas ikuti rangkaian lomba-lomba dan perayaannya?
Ternyata, perasaan "males ngerayain" ini ada penjelasan ilmiahnya.
Ray Dalio bilang:
“Segala sesuatu dari partikel subatomik terkecil sampai seluruh galaksi terus berevolusi. Meski semuanya tampak mati atau menghilang seiring waktu, kenyataannya semuanya hanya dikonfigurasi ulang dlm bentuk yg terus berkembang.
Ingat, energi tdk bisa dihancurkan.. ia hanya bisa dikonfigurasi ulang. Jadi bahan yg sama terus hancur dan menyatu dlm bentuk berbeda. Gaya di baliknya adalah evolusi.”
Ini bkn sekadar filosofi. Ini langsung menyentuh hukum fundamental fisika: hukum kekekalan energi (Hukum Thermodinamika Pertama).
Energi dlm sistem tertutup tdk bisa diciptakan atau dihancurkan. Ia hanya berubah bentuk. Dari kimia jadi panas, dari gravitasi jadi kinetik, dari medan kuantum jadi partikel, lalu kembali lagi. Materi di bintang meledak jadi nebula, nebula jadi bintang baru, atom di tubuh kita dulu bagian bintang yg sdh padam.
Chen & Mauro (MRS Bulletin, 2024) merumuskan ulang Hukum Pertama secara modern.. bahwa perubahan energi internal sistem = pertukaran entropy + volume + materi kimia dgn lingkungannya. Tdk ada yg hilang, hanya transfer.
Noether’s theorem (yg dibahas ulang di Heliyon 2024) menunjukkan kekekalan energi muncul dari simetri waktu hukum fisika. Selama hukumnya tdk berubah, total energi tetap.
Di level kuantum, Dann & Kosloff (New Journal of Physics, 2023) menyatukan berbagai pendekatan Hukum Pertama Termodinamika Kuantum, bahwa energi tetap terkonservasi, hanya partisi usaha dan panas yg berbeda2 tergantung kerangka.
Jadi “menghilang” itu ilusi. Yg terjadi rekonfugurasi terus-menerus. Evolusi di sini bkn hanya biologi, tapi proses dinamis yg mendorong segala sesuatu dari quark sampai cluster galaksi.
Hmm.. kpn terakhir kali kamu melihat sesuatu yg “habis” atau “mati”, tapi sebenarnya hanya berubah konfigurasi? 🤔🤔