"Warisannya merupakan pengingat bahwa kekuasaan tanpa etika dan kemanusiaan hanya akan melahirkan malapetaka", tulis B. Mario Yosryandi Sara, Anggota Associate Scholarium di Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES).
https://t.co/r7YGKl9SCL
@tempodotco Libur ya Libur, dikira orang tuanya ga sanggup apa kasih makan siang, bangun SPPG itu jangan banyak² di jawa, bangun sana di papua dan daerah terliar lainnya yang memang perlu dengan bantuan tersebut. Malah pada numpuk di jawa, ga jelas
@LambeSahamjja Sudah jadi barang mainan dari dulu di BUMN, Pemerintah baik daerah maupun pusat, pengadaan lewat pihak ketiga (padahal ada sumber daya baik alam maupun manusia), pembelian barang dari luar negeri, semuanya demi realisasi anggaran dan keuntungan, mau sampe kapan begini?
Halo, presiden biadab @prabowo. Saat mengundang 7 pemred kenamaan ke Hambalang sampean dicecar perihal keberlanjutan embege di saat negara berpotensi menghadapi problema moneter dan fiskal karena perang yang berkecamuk di timteng. Dengan lantang sampean mengatakan, "Tetap saya jalankan! Lebih baik saya memberi makan rakyat saya daripada uang itu dikorupsi!"
Lihat ini. Pemberian makan sampean tak sesuai target, tak bergizi, yang diamanahkan ketahuan basah korupsi, dan ekonomi negara yang sampean pimpin carut-marut!
Mundur!
@ARSIPAJA Setidaknya bahasanya mungkin lebih elegan pak, agar dibacanya enak, didengar baik, jangan lupa pendiri partai bapak yang memulai dan membuka semua kran investasi besar²an sampai negara kita banyak hutang ga mampu mbayar