@deathonates “And how am I supposed to clean a room I forgot existed?” Matthias scoffed, completely unbothered by your question clad in sarcasm. He looked into the dark, where thousands of dust swirled like stars in a dead sky.
@semakperdu “Biasa saja. Hujan cuma fenomena alam, tidak ada yang spesial.” Pandangannya masih tertambat pada derai di balik kaca. “Kenapa memangnya? Kamu sedih kalau hujan?”
The dead speaks through condemned tragedies, repeating itself over and over again as an endless cycle of grief and pain; an emotion suspended in time like blurred photograph, like an insect trapped in amber.
The dead speaks through condemned tragedies, repeating itself over and over again as an endless cycle of grief and pain; an emotion suspended in time like blurred photograph, like an insect trapped in amber.
@semakperdu “Tidak perlu, terima kasih. Buatlah satu untuk dirimu sendiri saja.” ia terpaku pada rintik hujan yang menghujam tanah begitu kejam. Sebab di balik keheningan ini, Nona, keajaiban adalah hal pertama yang mati. Dan yang tersisa hanyalah ketukan takdir yang bengis.
2DAU! ... 𝑻abik! Jiwanya baru selesai ditenun dan diberi mandat 'tuk segera membuka kisahnya. Sebagai awalan, sila tuliskan kata kunci atau dialog ringan beserta skala kedekatan. 𝑶’, bagikan selebaran ini (Repost) jika ingin menulis di lain waktu. Terima kasih! — W-OC.
2DAU!
Selamat malam, aku disini berniat menawarkan interaksi. Jika tertarik sila tinggalkan kata kunci untuk menulis bersama atau 𝘳𝘦𝘱𝘰𝘴𝘵 untuk interaksi selanjutnya.
Sampai bertemu 👋🏻
I-OC, seorang model dan pemilik cafe
!2dfess
Baru saja memulai, pemuda dari Jakarta (yang cari loker dokter tolong dok pasienmu mau info loker dok) ini hendak mencari teman. Tolong tinggalkan kata kunci dalam bahasa yang diinginkan dengan skala kedekatan (1-5) atau ketuk tombol retweet saja, ya!
i-oc