@SmwGwOto Yg modif rodanya dua di belakang bahaya itu, sy pernah liat orang kecelakaan tunggal, pas belokan ban belakang yg dimodif itu nabrak trotoar, langsung ringsek parah ban belakangnya, orngnya mental.
@fiif_ardani Sodara sy crita,dia mau byr pajak mobil,dtg ke samsat daerah banten,berkas lengkap,pas dpanggil nmr antriannya langsung ke loket,eh kt petugas hrs dlengkapin brks nya pake map,dijwb sm sodara sy,mau byr pajak aj diribetin map segala,akhirnya dia pulang ga diurus lg byr pajaknya😅
@pjteknik Batas tekanan minimum Freon Ac itu brp Om?, krn sy pernah pas cuci Ac, dicek tekanannya 110psi katanya suruh tambah Freon, sy bilang gausah krn msh dingin.
🚨 YANG LEBIH MENGERIKAN DARI SEKOLAH NEGERI JADI REBUTAN ADALAH: rakyatnya mulai percaya bahwa hak konstitusional memang pantas diperebutkan lewat seleksi.
Banyak komentar pembaca justru setuju: “Masuk sekolah ya harus diseleksi.”
Maaf, ini sesat pikir yang sangat berbahaya.
Seleksi itu wajar untuk lomba, beasiswa terbatas, atau kampus elite. Tapi untuk pendidikan dasar yang dijamin konstitusi? Itu tanda negara gagal menyediakan layanan publik yang cukup dan adil.
Anak tidak sedang “kurang pintar”.
Negara sedang kurang hadir.
Yang harus diseleksi bukan anak-anak.
Yang harus dievaluasi adalah pemerintah, DPR, DPRD, dinas pendidikan, dan seluruh tata kelola pendidikan yang membuat sekolah negeri langka seperti barang mewah.
Kalau warga negara sudah permisif ketika hak dasarnya dirampas, maka konstitusi tidak lagi dikalahkan oleh penguasa saja, tetapi juga oleh cara berpikir rakyatnya sendiri.
Baca artikel ini:
https://t.co/RO7JskO06g
Menurut Anda, masuk sekolah negeri memang harus seleksi, atau negara yang wajib memastikan semua anak mendapat sekolah bermutu?
#DaruratPendidikanIndonesia #SekolahNegeri #SPMB #PendidikanGratis #HakPendidikan #Konstitusi #UUD1945
@ardhiasaY dl wktu sd prnh main tembak2an pake bambu kcl pjng pelurunya jarum pentul, ditembakin ke gedebong pisang,eh tmn sy pas mau niup jarumnya mlh kesedot, dianya panik trs blg ke emaknya, emaknya cm blg bsk jg keluar jarumnya pas bab. Trnyata bnr jarumnya keluar ktnya warnanya item😁
Kemarin jauh-jauh ke Cengkareng dari Tangerang cuma buat servis Suzuki Spin 125 tahun 2007, motor almarhum nyokap. Soalnya di sini jual sparepart Suzuki lengkap sampe motor tua juga.
Gara-gara kelistrikan rusak, bohlam udah angus 4 karena overcharging. Sampe sana ternyata cuma ganti socket di samping doang, padahal udah siap-siap bakal ganti kabel bodi. Berangke ke sana pp 2 jam, servisnya ga sampe. 15 menit 😂. Tapi mekaniknya memang top juga sih jd worth it 👍
Teman gue beli Avanza 2019.
Harga 135 juta.
Murah dikit dari pasaran.
BPKB ada. STNK ada. Pajak hidup.
Nama di BPKB sesuai KTP penjual.
Semua keliatan beres.
Langsung deal. Langsung transfer.
3 bulan kemudian.
Dia mau jual lagi karena butuh uang.
Calon pembeli baru minta cek fisik dulu.
Bareng ke Samsat.
Petugas cek nomor rangka.
Diam lama.
Terus bilang:
"Pak, BPKB ini diduga palsu."
Teman gue shock.
Kira salah baca.
Petugas tunjuk satu per satu.
Serat kertas diterawang, gak ada benang merah biru.
Nomor seri dicek di sistem, gak terdaftar.
Hologram terlalu mulus. Terlalu licin.
Palsu. Tapi hampir sempurna.
Balik ke penjual.
Nomor masih aktif hari pertama.
Jawabnya:
"Saya juga gak tau Pak, saya beli kondisi gitu."
Telepon berikutnya.
Tidak diangkat.
Berikutnya lagi.
Nomornya tidak aktif.
Lapor polisi.
Mobilnya ditahan sebagai barang bukti.
Penjual belum ketangkap.
135 juta raib.
Mobilnya raib.
Penjualnya raib.
BPKB palsu sekarang bukan kaleng-kaleng.
Kertas mirip. Hologram mirip. Tanda tangan mirip.
Mata telanjang gak akan ketahuan.
Tapi ada 3 hal yang selalu ninggalin jejak:
1. Serat kertas.
BPKB asli kalau diterawang — ada benang merah dan biru di dalam kertas.
Palsu: polos. Atau seratnya dicetak, bukan tertanam.
2. Nomor seri.
Tiap BPKB punya nomor seri unik yang terdaftar di sistem Polri.
Cek di: https://t.co/UA5mhtlZUI
Palsu: nomornya gak akan muncul. Atau muncul tapi datanya beda.
3. Tekstur cover.
BPKB asli covernya agak kasar, ada tekstur grid halus.
Palsu: terlalu mulus dan licin waktu dipegang.
Tapi cek dokumen saja gak cukup.
Nomor rangka dan mesin juga bisa dimanipulasi.
Digerinda halus. Di-stamp ulang.
Kelihatan mulus kalau cuma dilihat sekilas.
Yang bisa deteksi: senter kuat + kaca pembesar.
Sorot miring ke nomor rangka.
Kalau ada bekas gerindaan, batalkan transaksi.
Ini checklist wajib sebelum bayar:
Terawang kertas BPKB → cek serat merah biru.
Cek nomor seri BPKB → ke website Korlantas Polri.
Pegang cover BPKB → harus kasar, bukan licin.
Sorot nomor rangka pakai senter → cek bekas gerindaan.
Bandingkan digit per digit → satu angka beda = batalkan.
Minta cek fisik bareng ke Samsat → gratis, 30 menit.
TAMPARAN TERAKHIR:
Lo pegang BPKB-nya.
Tapi gak diterawang.
Lo baca nomornya.
Tapi gak dicek ke sistem.
Lo lihat hologramnya.
Tapi gak diraba teksturnya.
Semua butuh kurang dari 5 menit.
Tapi di-skip.
Dan itu yang bikin 135 juta raib semalam.
@Aerio_Id Narasi videonya nyupir sendirian, padahal setau saya Bis jurusan Padang - Jkt apapun armadanya, sopirnya itu ada dua, sopir utama & cadangan, bertugas secara bergantian.