@PutraMataSatu Ya mendukung itu berusaha ngerangkul agar pihak lain ikut mendukung, kalau caci maki, menghina ya bikin orang nggak simpati, terkesan hanya melampiaskan kekesalan karena kalah saja.
@tanyarlfes Saya juga dianggap aneh, karena nggak ikut brisik nongkrong, nyanyi-nyanyi, karoke di jalan perumahan sampai larut malam, kaum extrovert sekedar untuk punya energi lagi aja harus nongkrong, brisik, ganggu orang π
Orang Singapura Curhat, Kok Bisa Harga BBM di Singapura Melonjak Tapi di Indonesia Tidak?
Jakarta - Salah seorang warga negara Singapura yang tinggal di Indonesia, Nicholas Wu, mengungkapkan keheranannya soal harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia yang tetap terkendali di tengah gejolak global.
Sementara harga BBM di Singapura sudah melonjak dalam tiga pekan terakhir. Begitu juga di negara-negara lain.
"Kenaikan harga bahan bakar baru-baru ini memengaruhi semua orang kecuali warga Indonesia. Tahukah Anda, selama tiga minggu terakhir, pemerintah Indonesia tidak pernah menaikkan harga bensin bersubsidi mereka," kata Nicholas, melalui akun Instagramnya @paknicaman, dikutip pada Kamis (26/3).
Ia menambahkan, harga BBM di Indonesia diatur oleh pemerintah. Ada anggaran subsidi BBM untuk menjaga daya beli masyarakat Indonesia. Berbeda dengan Singapura, harga BBM diserahkan pada mekanisme pasar.
"Saya sangat mengagumi pemerintah Indonesia karena mereka benar-benar berusaha untuk melindungi warganya," ujar Nicholas.
Meski demikian, bila konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran tak segera berakhir, ia yakin pemerintah Indonesia pun mau tak mau harus melakukan penyesuaian.
Ia berharap pemerintah dan masyarakat Indonesia dapat menghadapi tantangan tersebut.
"Beberapa hari atau minggu mendatang, saya yakin akan ada pengumuman dari pemerintah karena tidak mungkin mereka bisa mensubsidinya. Jadi, ketika hari itu tiba, saya harap rakyat Indonesia akan siap," tutupnya.
#HargaBBM #BBMIndonesia #SubsidiBBM #EnergiNasional #BBMTerkendali #EkonomiIndonesia #BandingkanBBM #KebijakanEnergi #GlobalOil @prabowo
@Hilmi28@jurdilselalu Efisiensi BBM itu karena lagi krisis, langka belinya, bukan karena anggaran buat beli nggak ada. Mungkin begitu sih! jadi nggak semua masalah harus dikaitkan dgn MBGπ
Tak terasa Ranadan di ujung.
Menyimak Sosmed dugaan 60% konten negatif terhadap pemerintah, khususnya Presiden @prabowo .
Menyimak Mantan Presiden bersikap, Pak @SBYudhoyono jauh elegan kepada PS. Apa karena @AgusYudhoyono di kabinet? Terlepas dari hal ini, tampak elegan SBY nyata.
Beda dengan @Pak_JK belakangan. Apa karena PS akan mengurangi atau membatasi pemakaian LPG? Karena ini dulu proyek Pak JK? Pun karena misalnya ponakan tak di kabinet, Erwin A?
Kalau data kami di #IPcenter dominan pembuat konten kritis dan kasar thdp PS dominan digerakkan:
- Oligarki Sawit yg lahan ilegalnya diambil negara
-Oligarki TIMAH dan Tanbang emas Ilegal, yang lahan serta kejahatannya kini dikejar
- Pemain Tambang Batunara Abu-Abu
- Pemain Nikel Abu-Abu
- Koruptor Migas, tmsk jaringan MRC, Petral
Perihal di atas berkelindan dengan pihak kalah dalam Pemilu.
Pun satu dua mantan terpidana korup, bikin partai lalu ikutan menjelekkan pemerintah, laksana dirinya lebih mulia.
Dalam sikon demikian ditambah alam Sosmed dominan βpendatangβ cenderung bergumul ke hal negatif, mereka inilah pengkatrol isu negatif menjadi dominan.
Namun di masih Ramadan marilah berkaca ke lubuk hati, ketulusan pemimpin spt @prabowo laksana Kyai Said Agil Sirodj, katakan: WAJIB KITA DUKUNG DAN DOAKAN KEBAIKAN!