Ada yang nanya “orang Palembang tuh bosen ga sih makan pempek?”
Kebetulan ada salah satu percakapan di konferensi meja bundar tadi pagi alias sesi sharing beberapa bapack2 yg bunyinya begini:
“Aku makan pempek pacak tiap hari, bisa pagi siang sore galo-galo pempek menunyo. Tapi cak mano yo, ndak do bosennyo. Pempek yang di Jawa malah aneh rasanyo.”
Orang asli Palembang kayaknya jarang ada yg bosen makan pempek asli sini, terutama yg kebiasa konsumsi buat sarapan dari kecil. Tapi, kalo pempeknya ala-ala, ya bosen 😭
Buat banyak orang Palembang, tolok ukur enak/gak-nya pempek itu juga diliat dari cukonya, dan cuko pempek di Jawa menurut mereka terlalu asem-manis.
Tapi, ga bisa dipungkiri kudapan khas Palembang emang top tier semua sih. Kinda underrated, i would say.
Olahan ikan kayak pempek, tekwan, laksan, model, celimpungan, atau pindang patin/gabus. Lanjut juga mie celor, burgo, martabak har, lalu ditutup es kacang merah.
Memang ini perkara selera, tapi bagiku hampir semua kudapan aselik S̶t̶a̶m̶f̶o̶r̶d̶ Ampera Bridge itu top 🤌🏻
【Official Trailer】
Suikoden: The Anime
Scheduled for October 2026!
The anime adaptation of the RPG Suikoden will be set in the world of Suikoden II.
✨More: https://t.co/EfOIsnr5DJ
Every now and then I'll remember the 5th stage of X-Men on Sega Genesis, where the game prompts you to "reset" as the giant computer in the stage is supposedly glitching. The only way to pass it is to physically press the reset button on the Genesis. I never did that because why would anyone do that and never passed that level. I think about it randomly from time to time and get just as pissed off as I was the day I found out. I've been mad about it for years.