Obsidian: 9 karyawan, $350 juta valuasi.
Orang fokus ke "wow 9 orang."
Yang seharusnya jadi pertanyaan: keputusan apa yang mereka bikin di tahun pertama supaya gak pernah butuh orang ke-10?
Local-first (skip infra), plugin ecosystem (skip feature team), markdown (skip migration team), bootstrapped (skip growth team).
Arsitektur produk = arsitektur organisasi.
Kerja shift malam dikategorikan sebagai Pemicu Kanker🚨
Gangguan jam biologis (ritme sirkadian) akibat kerja shift malam sudah dikategorikan WHO sebagai "Probabilitas Karsinogenik" (pemicu kanker), setara risikonya dengan radiasi UV.
Riset terbaru (2026) menunjukkan bahwa risiko kanker payudara naik hingga 13% setelah 30 tahun kerja malam. Bahkan di Denmark, kanker akibat kerja shift malam sudah resmi dianggap sebagai penyakit akibat kerja yang dapat kompensasi/asuransi.
Buat manteman yang harus kerja di shift malam: Pastikan tidur siang di ruangan yang BENAR-BENAR gelap total & jaga asupan nutrisi.
Kenapa? Karena Tubuh kita punya jadwal perbaikan DNA otomatis, jangan sampai jadwalnya "korslet" terus-menerus.
Karena sejatinya, tiap malam, otak kita memproduksi "Pasukan Anti-Kanker" alami bernama Melatonin. Hormon ini bekerja dalam gelap untuk memperbaiki DNA rusak & membunuh sel tumor.
Beli rumah hancur 250jt
Renov 150jt
Jadilah rumah harga 750jt oleh developer
Cuan bukan?
Ya cuan, asal berpengalaman, punya team konstruksi renovasi dan bisa marketing
What a words kak, thanks bgt jd bensin gue @jsscaprmrth
To be cringe kalo niatnya harmless dan malah bantu orang, justru gas sih. 🤝🤙🤙
Ikutan cerita ahh, mumpung masi liburan 🙏😁.
jadi semenjak maksain mulai ngetweet tentang kerja remote via https://t.co/OfNWqXOvGz kalo lg ada waktu free dari Agustus taun lalu, ya pelan-pelan anehnya jadi banyak brand reach out yg gue g mgkn kerjain saat ini wkwkw, trs bnyk yg ngajak kerjasama consulting, dll, jadi kenal banyak orang keren2 CEO, influencer dll 🥹.
Pdhl ya numbersnya masi bukan apa2 tp bersyukur soalnya literally cuman pas ada waktu luang lgsg aja ngetweet.
Tapi itu bukan poin utamanya, karena dampaknya cuma ke gue sendiri dan dr awal niatnya bukan itu asli😅.
Yang gue seneng dan main goals gue ngetweet mulu justru:
Dari apa yang gue share soal cv, kerja remote, career dll, dari Google Form survey yang gue sebar,
literally ratusan orang keterima kerja remote (tech sales & lainnya) gokil pada rajinn thanks to harvard as well wkwk.
Banyak juga yang bilang CV-nya upgrade banget, dan semuanya gratis ikutin yappingnya gue yg bacain harvard resume guide muluu #grateful
Padahal asli, ngetweet cuma berangkat dari keresahan sederhana dan emng udh dilakuin sehari2:
Ga tega liat orang capek-capek nyari kerja, kirim CV tapi gak dipanggil-panggil, udah kerja pun masih mepet UMR, dll.
Yaaa semoga di tahun ini, bisa diniatin bantu lebih banyak orang lagi, dengan lebih serius ngonten di IG/tiktok misalll.
Tp kayanya emng harus full effort dan kayaknya gak mungkin banget karena masih full-time kerja jadi tech sales wkwk 😅
🚨ILMU GRATIS🚨
Bikin Learning Management System atau LMS dengan integrasi database spreadsheet, tanpa:
- Tanpa penjelasan yang lama, cuma 11 menit
- Tanpa langganan AI
- Tanpa install aplikasi ngoding
- Tanpa ngoding sama sekali
- Tanpa embel2 jualan kelas
Guys ini cerita yang paling bikin gw mikir lama.
Samuel Rey karyawan biasa.
Bukan founder startup.
Bukan pengusaha.
Bukan anak orang kaya katanya
Tapi dia berhasil bebas finansial di umur 33 tahun.
Dan ini bukan keberuntungan. Ini ada prosesnya.
Gw ceritain dari awal.
Samuel sama istrinya dari awal nikah sudah terbiasa hidup hemat.
Bukan karena ideologi frugal living yang keren keren di internet.
Tapi karena memang harus.
Dua duanya generasi sandwich harus support orang tua di saat yang sama harus bangun hidup sendiri.
Nikah biayain sendiri.
Beli rumah nabung sendiri.
Tidak ada yang dibantu orang tua.
Dan dari situ justru terbentuk satu kebiasaan yang paling berharga mereka terbiasa hidup dalam budget.
Sampai di umur 30 setelah KPR hampir lunas mereka mulai kelihatan polanya.
Pengeluaran bulanan segini.
Kebutuhan hidup segini.
Dan dari situ mereka mulai hitung.
Pakai konsep yang namanya 4% rule.
Konsepnya simpel.
Kalau lo punya aset yang cukup besar dan lo hanya ambil 4% per tahun dari aset itu sisanya tetap tumbuh mengalahkan inflasi.
Lo tidak perlu kerja lagi untuk hidup.
Cara ngitungnya gampang.
Hitung pengeluaran tahunan lo.
Kali 25.
Itu angka target aset lo.
Kalau lo butuh 100 juta setahun untuk hidup berarti lo butuh aset 2,5 miliar yang bekerja untuk lo.
Samuel hitung angkanya di umur 30.
Dan targetnya tercapai di umur 33.
Dua tahun lebih cepat dari target karena konten YouTube yang mulai jalan di 2020 mempercepat prosesnya.
Tapi ini yang paling penting dari semua ceritanya.
Bukan YouTube yang bikin dia bebas.
Yang bikin dia bebas adalah 10 tahun kebiasaan sebelum YouTube ada.
Hidup dalam budget.
Nabung konsisten.
Tidak pernah menaikkan gaya hidup secepat kenaikan penghasilan.
YouTube hanya mempercepat.
Fondasinya sudah dibangun jauh sebelum itu.
Dan ini yang paling relate buat kita.
Kebanyakan orang Indonesia menunggu penghasilan besar dulu baru mulai nabung serius.
Menunggu situasi sempurna dulu baru mulai invest.
Menunggu tidak ada tanggungan dulu baru mulai mikirin masa depan.
Samuel tidak menunggu situasi sempurna.
Dia mulai dari situasi yang justru paling berat sandwich generation dan tetap konsisten.
Tapi ini yang juga jujur dari cerita Samuel.
Setelah bebas finansial dan resign dia malah bingung.
Karena ternyata kebebasan tanpa tujuan itu melelahkan dengan cara yang berbeda.
Tidak ada yang ngebook jadwal. Tidak ada KPI. Tidak ada yang nepuk pundak bilang kerja bagus.
Dan dia sadar satu hal yang tidak pernah diajarkan di semua konten financial freedom manapun.
Pensiun dari sesuatu itu gampang.
Tapi pensiun untuk sesuatu itu yang susah.
Lo harus tau mau ngapain setelah bebas.
Kalau tidak kebebasan itu justru jadi beban baru yang berbeda bentuknya.
Jadi kalau lo sekarang lagi di tengah proses lagi nabung.
Lagi berjuang.
Lagi ngerasa jauh banget dari angka itu.
Sambil jalan mulai pikirin juga mau ngapain setelah sampai.
Karena sampai di angkanya ternyata baru setengah perjalanan.