Fomoo coo bawa bannerr.
"SELAMAT DATANG PEJUANG ASPIRASI, SAMPAIKAN PENDAPAT DENGAN TERTIB, KAMI SIAP MELAYANI."
Bukkk, itu banner nya di gulung aja dehhh. Kurang tertib apa coba itu para mahasiswa diawal saat sampai. Darii kalian yang langsung cegat dan hentikan merekaaaaaa. Waaahhhh capee bangett sama ni instansi. Per jam 15.35 sajaa mahasiswa masih pada lu tahan di depan UOB, gimana mauu sampaikan aspirasi.
@DriverOjelkilat aku malah nangkepnya bukan soal “ngawasin”, tapi soal membangun rasa tenang
hal2 kecil kaya ini mungkin terasa receh, tapi transparan yang dilakuin tanpa diminta sering kali jadi fondasi kepercayaan dalam hubungan
Negara sibuk banget mau ngatur donasi warga yang jelas-jelas nyampe dan amanah, tapi giliran anggaran bencana sendiri? Gelap gulita! Zaskia bener 100%, kalau berani fair, ayo buka-bukaan data Bansos dan Dana Bencana se-transparan donasi KitaBisa! Jangan cuma duit recehan rakyat yang diobok-obok, tapi triliunan duit APBN yang sering "disunat" jadi paket sembako isi sampah malah ditutup rapat. Ingat Korupsi Bansos Covid? Itu bukti kalau yang maling itu biasanya yang pake seragam dinas, bukan relawan!
@salam4jari Audit macam apa yang kalian tawarkan? Audit yang akan memperlambat bantuan di hari ke-15, atau audit yang memastikan ada fee untuk birokrasi di tengah penderitaan rakyat? Monopoli amal adalah puncak dari kegagalan negara.
@tabes_semarang Bener, kita harus pasang CCTV dan pastiin update live datanya di berbagai cloud-device. Biar nggak ada namanya rusak, terformat, hilang kalau sewaktu2 kita atau orang dekat jadi korban. Biar ada bukti, biar nggak difitnah.
@tanyakanrl Orang tua banyak banget yang menganggap mereka superior, alias berpegang teguh dengan “surga ditelapak kaki ibu” padahal itu berlaku untuk orang tua yang mendidik, memberi kasih sayang, menjadikan anak “titipan” yang tidak menanggap balasan.