The best way to explain media illiteracy is: people don't engage with art anymore, they strictly consume it. Nobody wants to read into a character's complexity, if someone didn't like the ending to a show suddenly the entire series was terrible; you want to look, not connect.
The waiters who will notice you are not familiar and will ask you for your name or your room number and cross-check their list? Tell me you haven't been in a hotel before without telling me lol
What’s stopping me from walking into a random hotel at 8am, confidently heading to the breakfast buffet, acting like I have a room upstairs, eating, and just walking out?
selesai nonton <#thescandal> dan menurutku ini tipe drama yang memang harus dinikmati pelan pelan. the scandal itu slow burn dan character driven, lebih fokus ke psikologi, hubungan antar karakter, dan konflik batin mereka daripada plot yang cepet.
jadi ini bukan drama yang paling enak ditonton sambil cuma menunggu plot twist atau penasaran siapa yang akhirnya bersama siapa. justru yang menarik adalah memperhatikan kenapa karakter karakternya mengambil keputusan tertentu dan bagaimana keputusan itu perlahan mengubah mereka.
makanya aku menyayangkan liat banyak pembahasan yang cuma fokus ke adegan 18+. adegan sensual memang bagian dari cerita, tapi menurutku bukan itu inti yang ingin disampaikan dramanya.
yang jauh lebih menarik justru melihat kenapa cho won bisa sampai melakukan hal hal tertentu. awalnya semua terlihat seperti permainan dan taruhan, tapi perlahan dia sendiri mulai bingung membedakan mana yang cuma permainan dan mana yang benar benar perasaan. semakin jauh dia masuk, semakin sulit juga buat dia mengontrol apa yang sebenarnya dia inginkan.
lady cho juga jauh lebih kompleks daripada sekadar perempuan yang cemburu atau manipulatif. dia hidup di lingkungan yang membatasi pilihan perempuan, sementara dirinya sendiri punya keinginan, ambisi, dan pemikiran yang jauh lebih besar. karena itu, dia sangat membutuhkan kendali atas hidupnya sendiri.
ironisnya, semakin dia berusaha mengontrol semuanya, semakin dia terjebak dalam permainan yang dia buat sendiri. dia pengen bebas, tapi cara yang dia pilih justru membuat dia ikut menyakiti dan mengontrol orang lain.
hui yeon juga bukan sekadar “target” dalam permainan cho won dan lady cho. dia punya perasaan, prinsip, dan pilihan sendiri. karena itu, ketika kebenaran tentang hubungan mereka mulai terbuka, dampaknya bukan cuma soal patah hati, tapi juga tentang bagaimana dia melihat dirinya sendiri dan orang orang yang selama ini dia percaya.
bahkan adegan sensual menurutku lebih menarik kalau dilihat dari konteks karakter. bukan cuma soal fisik, tapi tentang siapa yang sedang memegang kendali, siapa yang sedang berpura pura, siapa yang mulai benar benar punya perasaan, dan siapa yang akhirnya kehilangan kendali atas dirinya sendiri.
begitu juga dengan tatapan, ekspresi, gesture, jeda dalam percakapan, sampai cara mereka menjaga jarak. banyak hal yang tidak dijelaskan lewat dialog, tapi justru bisa dipahami dari bahasa tubuh mereka.
karakternya ga dibuat hitam putih. mereka punya alasan, tapi bukan berarti semua tindakan mereka bisa dibenarkan. mereka bisa terluka sekaligus menyakiti orang lain. bisa ingin dicintai, tapi melakukan sesuatu yang justru membuat mereka semakin jauh dari orang yang mereka inginkan.
secara visual juga banyak yang bisa dieksplor. bukan cuma kostum dan setting joseon, tapi penggunaan ruang, musik, pansori, warna, dan komposisi adegan yang ikut membangun suasana serta hubungan antar karakter.
pacing nya memang lambat dan mungkin bukan untuk semua orang. tapi menurutku justru karena drama ini memberi banyak waktu untuk membangun karakter dan hubungan mereka, kita jadi bisa melihat bagaimana sebuah keputusan kecil akhirnya membawa konsekuensi yang semakin besar.
jadi setelah selesai nonton, yang tertinggal buatku bukan 18+-nya.
yang lebih menarik justru pertanyaan tentang karakter-karakternya: apa sebenarnya yang dicari lady cho? kapan permainan cho won berhenti menjadi sekadar permainan? dan bagaimana hui yeon menghadapi kenyataan bahwa hubungan yang dia percaya ternyata dimulai dari sebuah kebohongan?
kalau cuma dilihat dari permukaannya, the scandal memang terlihat seperti drama tentang affair, seduction, dan scandal.
tapi kalau benar-benar memperhatikan karakternya, ada cerita tentang keinginan, kesepian, kontrol, kebebasan, tekanan sosial, dan konsekuensi ketika perasaan manusia diperlakukan seperti sebuah permainan.
#sonyejin #nana #jichangwook #스캔들
This is the drama you people are saying has no storyline? 🤣🤣🤣
Mind you her ex is her younger cousin. That she groomed. Lady Cho is such a complicated character but because you people saw your innocent pure Asians having sex, you ignored the plot and characters to clutch pearls
Maybe (just maybe) don't skip scenes and pay attention and you will get the plot? 🤔😅 If you have the attention span of a 5-year-old, go watch cocomelon instead of kdramas honey 😭😂
Ji Chang Wook, artık içini ve dışını da biliyoruz. Bu kadarını görmeye gerek var mıydı gerçekten? Sahneleri o kadar atladım ki diziyi anlamadım, amaç neydi? Şimdi nasıl izliycem ben gelecek romcom 🤦
Everyone criticizing Episode 4 of the scandal for being soft p0rn but that opening scene is also one of the most stunning pieces of art out there. The cinematography, the acting, the Korean ballad and even the title card. Just beautiful! I mean look at that transition!
#TheScandal
"Action... because Ji Chang Wook was in it"
GOD he REALLY needed to come back to the romance genre fr bc ppl have genuinely forgotten he is the King of Romance and THE Kiss Master 😭😭😭
Started this scandal series and i had to drop it 5 minutes into the series
I don’t fuck with romance series like that , Thought it will be an action historical movie cos ji chang wook was in it