WOW
A website is DOCUMENTING Israel’s crimes with GEOLOCATION, dates, categories of crimes, and footage of the incidents themselves.
One click and you can see EXACTLY what Israel did.
An enormous digital archive built for ACCOUNTABILITY.
Link: https://t.co/TWKgXJ41NC
Direct Link: https://t.co/qWkrhx1FT7
This is not a good sign for the economy, nor for children’s health, btw.
Foto rak susu formula yg full anti-theft lock gini sbenernya "dystopian" kl dipikir2🥲
Ini bkn gadget, bkn whiskey premium.
Merely cuma susu bayi.
Kl produk kebutuhan dasar bayi dipasang pengaman berarti ada kombinasi:
>harga susu yang dirasa makin mahal,
>tekanan ekonomi rumah tangga, dan
>tingkat kriminalitas pencurian yg dianggap signifikan di sisi retailer
Punya bayi buat sebagian orang jadi terasa kayak expensive subscription service yang makin ga terjangkau.
Di sisi lain, dominasi susu formula sebesar ini juga nunjukin kalo:
>ga ada jaminan kesejahteraan buat ibu pasca melahirkan, sehingga ibu harus cepet2 balik kerja
>support breastfeeding jadi minim
>waktu keluarga makin sempit, dan
>industri formula makin agresif.
Akhirnya ASI yg gratis dan ideal scara kesehatan makin sulit dipertahankan scara sosial-ekonomi.
Gila ya, ada ilmuwan asli Medan yang jadi salah satu pionir teknologi halal paling canggih di dunia, tapi justru lebih dihargai di luar negeri.
Namanya Profesor Irwandi Jaswir. Lahir di Medan tahun 1970, dia berhasil ciptakan teknologi pelacak DNA babi dan alkohol di makanan serta kosmetik dengan kecepatan dan akurasi super tinggi. Dia juga kembangkan formula gelatin halal dari ikan dan unta, plus metode deteksi lain yang bantu jutaan umat Muslim di seluruh dunia memastikan produknya benar-benar halal.
Tapi ironisnya, saat dia mau bangun pusat riset halal besar-besaran di Indonesia, malah terbentur birokrasi yang lambat dan minimnya dana riset. Fasilitas kurang memadai, dukungan pemerintah waktu itu juga kurang maksimal. Akhirnya dia terima tawaran dari Malaysia.
Di sana, dia disambut bak raja. Dikasih laboratorium canggih, dana riset melimpah, dan langsung jadi profesor tetap di International Islamic University Malaysia (IIUM). Dia bahkan pimpin International Institute for Halal Research and Training (INHART) yang sekarang jadi salah satu pusat halal ternama dunia.
Puncaknya tahun 2018, dia dapat King Faisal International Prize, sering disebut "Nobel-nya dunia Islam", langsung dari Raja Arab Saudi. Penghargaan ini diberikan atas dedikasinya membangun "Halal Science" sebagai bidang ilmu baru.
Sekarang tahun 2026, Prof. Irwandi masih aktif di IIUM, terbitkan paper baru soal gelatin ikan, dan bahkan jadi board member di Halal Centre Saudi Food and Drug Authority. Penemuannya sudah dipakai oleh pabrik-pabrik global.
Gue pribadi sedih sekaligus bangga baca cerita ini. Bangga karena anak bangsa bisa sehebat itu. Sedih karena negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia justru kehilangan talenta seperti dia gara-gara brain drain klasik, kurangnya support riset dan birokrasi ribet.
Padahal industri halal dunia sudah bernilai triliunan dolar. Kita seharusnya jadi pemimpin, bukan cuma konsumen.
Semoga kedepannya Indonesia bisa lebih mendukung ilmuwan seperti beliau.
Ada tentara di dalam film dokumenter yang dilarang tentara!
- Sedang bikin apa?
“Pokoknya ada!”
- Sedang berpesta?
Hush… jangan banyak tanya!
Buruan nonton.
Jangan hanya tafsirkan judul seperti Pak Dandim yang di Ternater.
@direktoridosen ya memang boleh, makanya as a husband kasih sesuai kebutuhan aja, jadi bisa ada simpenan dan jangan kasih tau istri. kalo misal tetiba miskin (dalam kamus istri) dan dia minta cerai mah ya gas aja.