Marriages survived because men had the heart to endure women.
It lasted for generations because of MEN. Because of our emotional intelligence and our compassion for our wives.
Not because women were good partners. Because men learned to overlook a lot of stupid shit women do just to let peace reign.
Let's be real, women are NOT easy to live with.
They are not romantic. Their whole idea of romance is RECEIVING. What he bought for me, where he took me, what he did for me. Never what they give.
They are not funny. They are overly sensitive, they hate accountability, they hate saying sorry, they hate initiating sex with their own husbands, and they are controlling as hell. Stubborn and rebellious.
And that domestic violence you hear about in marriages? Most of it is STARTED by the wife. Pushing, slapping, throwing things, talking reckless, provoking until the man reacts. Then she wants to play victim.
Look at any relationship that doesn't have a man in it,it doesn't work.
Lesbians? Highest divorce rate. Highest abuse rate. Because there is no man there to tolerate their violence and their emotions. Two women together can't handle each other.
Female friendships? Even worse. Pure gossip, backbiting, jealousy, cutting each other off over the most childish things.
They will have 10 female friends by 2022. By 2026, only 2 are left. She has fought with ALL of them. Every single one is now an enemy.
But men are the problem.
pernah gak lu ke temen cowo lu, yg lagi maen ampe malem nih
"eh brok, hati2 anjir balik jam segini, rawan begal di jakbar mah, nginep aje"
apakah si temen yg dibilang harus hati2 ini berpikiran
"kok lu malah nyuruh gw hati2 dan bukan bilang si begal untuk tahan diri mereka?"
Lo ini nulis lebih dari 1000 kata cuma buat bilang "Prabowo bener, The Economist salah."
Tapi satu angka pun yang dia kasih buat buktiin Prabowonomics BERHASIL: nol.
Ini mah bukan counter-thesis. Ini fan fiction ekonomi yang dibungkus bahasa keren.🤣
Lo bilang hilirisasi nikel adalah "harga mati kedaulatan."
Faktanya: hampir 75% kapasitas smelter nikel Indonesia dikuasai modal China . Tsingshan, CATL, Huayou, dll.
Investasi mereka sudah tembus >$65 miliar.
Nilai tambah terbesar tetap ngalir ke sana.
Lo ngusir ekspor bahan mentah, tapi yang dateng gantinya bukan kedaulatan , itu ganti tuan.😄
Lo samain Danantara sama Temasek & Khazanah.
Temasek butuh puluhan tahun buat bangun kepercayaan pasar, diaudit publik, boardnya independen.
Danantara baru lahir Februari 2025.
Governancenya masih jauh dari standar itu, dan akses DPR pun terbatas.
Itu bukan Temasek , itu Temasek versi press release.🤣
Lo tuduh The Economist pakai "cara pandang akuntansi jangka pendek" soal MBG.
Tapi lo sendiri ga jawab: dari mana duitnya?
Anggaran MBG Rp171 T di 2025, naik Rp335 T di 2026 ,ngambil porsi besar dari anggaran pendidikan dan sektor lain.
Distribusi awalnya kacau.
Investasi manusia lo bilang, tapi sektor lain yang harusnya bangun manusia malah dikanibal.🤮
Gue sering banget denger kalimat ini,.
"Cowok kalau mau nikahin cewek, minimal harus bisa kasih apa yg ayahnya udah kasih ke anaknya."
Pertama kali denger, gue pikir: masuk akal juga sih. Tapi makin lama gue pikirin, makin gue sadar ada yg ganjel dari logikanya.
Pemerkosa 50 santriwati tidak ditahan dan dibiarkan pulang sampai bisa kabur. (walaupun akhirnya ditangkap)
Sidang air keras malah bahas cara pelaku yang kurang ahli.
Menyedihkan.
Saya tidak akan percaya lagi sama 2 kelompok tersebut.