Permintaan AS unt bebas gunakan ruang udara Indonesia harus ditolak, tidak perlu dibahas, jangan pakai dalih apapun unt ijinkan ruang udara RI digunakan pesawat militer As
https://t.co/BuCnVcp3oP
Solidaritas publik untuk Andrie Yunus sangat dibutuhkan untuk membantu mengungkap kebenaran.
Jika anda berada di sekitar Jalan Talang pada 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.30 dan memiliki foto, video, rekaman dashcam, atau CCTV yang mungkin merekam situasi di sekitar lokasi kejadian, dokumentasi Anda bisa menjadi potongan penting untuk mengungkap pelaku.
Silakan kirimkan dokumentasi melalui email: [email protected] atau melalui DM Instagram KontraS.
Identitas Anda akan dijaga kerahasiaannya.
Pada malam itu, Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal.
Serangan ini bukan hanya melukai satu orang, tetapi juga mengancam rasa aman kita bersama. Karena itu, setiap dokumentasi dari publik bisa membantu membuka jalan menuju keadilan.
Mari bantu ungkap kebenaran. #KeadilanUntukAndrieYunus #StopKekerasan
BENARKAH PAK PRABOWO
DIBUTAKAN DAN DITULIKAN?
Pak Prabowo seolah dibutakan dan ditulikan karena tidak bisa mengakses informasi yang luas dan tidak bisa mengetahui keadaan, karena akses komunikasinya sengaja ada yang membatasi.
Disebabkan alasan kesehatan, interaksi Presiden dibatasi dan dipagari “anak anak muda Hambalang” yang menyebabkan beliau sering membuat Kebijakan yang salah bahkan aneh, karena tidak berbasis informasi yang benar dan lengkap.
Maka pak Prabowo memang harus terus diingatkan, dikoreksi, diberitahu dari segala penjuru agar dia dapat informasi dan ngerti apa yang benar benar terjadi pada negeri ini. Terbukanya akses informasi ke Presiden itu penting supaya Negara tidak jadi korban dari kebijakan yang tidak cerdas dari Pemerintah, hanya karena dasar informasinya salah atau tidak lengkap.
Saya sependapat dengan Cak Islah Bahrowi, aktivis cerdas dari Madura yang punya bacaan luas, sehingga kritiknyapun keras. Tujuannya tak lain agar kebijakan Presiden tidak dibiarkan merusak dan merugikan negeri ini.
Setelah Mahasiswa, Masyarakat Sipil, Dosen, Guru, PDI Perjuangan sekarang JK dan para Ekonom meminta agar ada relokasi Anggaran salah satu nya adalah dengan mengevaluasi MBG !!
Jika anda setuju Evaluasi MBG mari bantu share video ini.
Kok bisa ya katanya Pemimpin hebat tapi membawa Indonesia ke keadaan yang tidak masuk akal. Tunduk dan nurut pada pemimpin AS yang tak layak diikuti kemauannya. Tapi disini masih banyak orang yang tak paham hingga ngotot bela bela seolah tahu permasalahan.
Sebagian besar Umat memang nurut dan ikut ulama. Para ulama tunduk dan nurut Umaro Presiden Prabowo. Sayangnya Prabowo justru nurut Trump Presiden negara Asing yang gak normal. Makanya Trump nurut sama Zionis, Benyamin Nyatanyahu.
Itulah Piramida Politik dengan fenomena Political Brokerage yang memfasilitasi clientalistic. Clientalistic itu pertukaran dukungan atau persetujuan politik yang ditukar dengan materi, bantuan, uang, barang atau proyek oleh orang yang didukung. Begitulah fenomena yang terjadi. Tapi disini ada yang terbalik balik yang ndukung malah dipalakin atas nama keterbukaan perdagangan masa depan. Yuk ikuti video ini agar kita jadi lebih rasional dalam menentukan masa depan bangsa.
MALU DENGAN PRESIDEN PRABOWO
Kebenaran dan pemikiran sehat itu bisa muncul dari siapapun. Suara Ismail, WNI di Iran ini jauh lebih jernih dan lebih sesuai nurani bangsa Indonesia dibanding sikap dan opini Presiden RI dan suara Istana.
Strategi dari dalam yang jadi penjelasan Istana mengapa Indonesia ikut BOP sebenarnya hanyalah alasan pembenar agar para pemimpin ormas beragama saat dikumpulkan di istana bisa memahami dan menerima sikap Prabowo yang pro pada Trump dan Israel. Padahal dukungan Presiden RI yang percaya dan mendukung Trump dan Israel inilah yg membuat AS jadi lebih yakin untuk menyerang dan membunuh para pemimpin Iran, karena mereka merasa telah didukung pemimpin negara yang memiliki 285 juta penduduk dengan mayoritas muslim terbesar di dunia, yaitu Indonesia.
Jadi sadarkah jika kedekatan dan dukungan pada Trump itu sama saja Indonesia mendukung sepak terjang Trump termasuk perang yang dia lakukan sekarang?
Padahal selama ini Indonesia adalah penyeimbang kekuatan geo politik dominasi Barat maupun Timur. Kita ada di tengah memimpin gerakan Non Blok sejak Presiden Sukarno. Tiba tiba jadi inkonsisten berubah “penurut” dan “Pengikut” saat AS sedang dipimpin oleh Presiden Trump yang disebut “Sakit Jiwa”.
Ada apa dan Mengapa pak Prabowo bisa lebih memilih membela Trump dari pada membela pemimpin pemimpin masa lalu dan bapak bangsa Indonesia? Apa kepentingan politik yang sebenarnya terjadi?
Mengapa Indonesia jadi mentolerir Arogansi Trump dan Zionis Natanyahu menyerang dan membunuh pemimpin negara lain yang berdaulat? Apakah hal seperti itu sesuai dengan Amanah Konstitusi kita?
Apa pak Prabowo dan orang orang Istana lupa bahwa alinea 1 pembukaan UUD 1945 menyebutkan bahwa “Kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai perikemanusiasn dan perikeadilan”. Terus serangan AS dan Israel ke Iran, ke Gaza dll dengan tujuan membunuh para pemimpinnya, mengganti pemerintahan yang sah itu sekarang ditafsir oleh Istana sesuai dengan bunyi pembukaan konstitusi kita?
Duta Besar Iran kemarin datang ke mantan Wakil Presiden RI Moh Jusuf Kalla, bukan mendatangi Prabowo atau Sugiono, bukan pula Gibran. Tapi dubes Iran lebih memilih datang dan bicara dengan pak JK.
JK mengatakan, kedatangan Dubes Iran itu mengharapkan adanya dukungan dari umat Islam, termasuk Indonesia. Menurut JK, masyarakat dan Pemerintah Indonesia pada prinsipnya mendukung upaya perdamaian.
Benar juga sih, sepertinya mayoritas rakyat, dan Pemerintah Indonesia itu sebenarnya memang mendukung Perjuangan Iran melawan serangan agresor AS dan Israel, kecuali prabowo dan para pembantunya. Bukankah begitu?
https://t.co/fBAHDBtdAU
Terkait Perjanjian Dagang, yang sejatinya adalah penjajahan dagang Amerika atas Indonesia, berikut tiga opsi langkah hukum yang sebaiknya ditempuh oleh Indonesia, sebagai negara yang terhormat dan berdaulat.
Salam Integritas,
Denny Indrayana