"Pemain nggak sempat nakal" ini skrng sudah jadi semacam inside joke bagi orang2 yg berada dalam atmosfer DBL.
Guyonan ini populer di kalangan pelatih, pemain, dan mantan pemain DBL. Sebab, pemain benar2 merasakan bahwa menjelang kompetisi DBL, energi pemain benar2 habis untuk berlatih, bertanding, dan menjunjung nama baik tim sekolah.
Salah satu keberhasilan terpenting DBL menurutku adalah ikut andil dlm menciptakan lingkungan yang terstruktur, berorientasi tujuan, dan menanamkan disiplin yang tinggi. Jadi, peluang remaja yg ikut dlm kompetisi DBL utk melakukan penyimpangan kepada kegiatan2 negatif menjadi sangat terdeduksi.
Bung Hatta Menantang Arus: Perang Melawan Minuman Keras!
Pada suatu ketika, setelah Indonesia merdeka, Bung Hatta berkunjung ke istana di Bukittinggi. Tiba-tiba disuguhkanlah sebotol Whisky kepada khalayak di istana tersebut. Hatta datang melihat minuman keras tersebut. Bukan main murkanya.
Semua yang hadir dibentak-bentak, sehingga tidak ada yang dapat mengangkat muka. Beliau berkata: "Tidak ada satu tetes minuman keras boleh diminum ditempatku ini. Tuan-tuan boleh pergi semua dari dekatku, kalau tuan-tuan lebih menyukai minuman keras!"
Hening semua. Dan sejak itu, tidak ada lagi minuman keras mendekati istana.
(Dikutip dari Kenang-kenangan hidup Jilid IV - Buya Hamka)—
@roadtedberrye@bangbri82@ngobrolinapasih Padahal ngontrolnya gampang, anggota ormas bisa dateng sbg PASIEN ke dokter, trus cek informasi ijin di fasilitasnya, kalau gak ada ya SEBAGAI PASIEN kayaknya bisa minta ditunjukkan. Bukan begitu?
@ardisatriawan@DedynurPalakka "Miskin adalah situasi yang sebenarnya diciptakan sendiri oleh individu, karena malas." <<— ini pernyataan/kesimpulan orang yang malas baca & malas analisis yang membuatnya miskin perpektif & dan miskin pemahaman terhadap kemiskinan.
@volaryu@jellypastaa@hardiwibowo_ap Sedihnya, yang nipu siapa, yg kena tipu siapa, tapi nyalahin Bandara, pdhl khan bisa nyalahin googlemaps, seharusnya @googlemaps yang punya system yg ngejaga biar gak diabuse scammer. Atau nyalahin diri sendiri krn asal percaya. Hueheheh
Bener nggak sih klaim: “Coder senang kerjaan tedious-nya hilang karena AI”?
Jawabannya: sebagian iya, sebagian enggak.
Kita bahas satu-satu, pakai data & konteks.
Permisi mas @ainunnajib, mau nimbrung.
Pengen ikut bahas soal AI ini dari sudut pandang labour economics.
“Kenapa coder happy tapi artist resah?”
Jawaban pendek: bukan soal hasil vs proses.
Jawaban panjang: 🧵
@gopayindonesia benerin appnya dong biar saya bisa tulis pesan ketika transfer ke akun nomor lain. Itu tombolnya di bawah pojok kanan bawah ketutup keypad. Selalu gak bisa
@mommaskidd @higanbana_1111 @tretannika@RagilSemar Tapi khan elu juga asbun dan berasumsi ttg personal by judging si pelukis ‘bikin nude biar viral’ …. Saya gak paham