Saya dan keluarga disurveilance dan dikuntit. Tiyo juga sama. Uda Feri dan keluarganya didoksing. Prof Uceng diteror digital. Prof Saiful di rumah dan kantornya ditongkrongin OTK. Kami juga telah dilaporkan ke polisi. Apa cara begitu yg dibilang lebih mengutamakan diskusi?
@boncusho@elloisebook@petanirumah@BPJSKesehatanRI Bukan standar kedokteran, tapi standar bpjs
Nakes ini dah lama banting tulang ngerawat pasien bpjs yang akhirnya tidak bisa klaim alasannya “bukan gawat darurat”
Bukan sehari dua hari aja
Ya ga salah sih, namanya pasien banyak jenisnya… jangankan ditanya anak, ditanya pasangan (untuk edukasi penyakit) aja banyak yg tersinggung
Makanya gw sendiri biasanya nanya “yang ngurusin / yg serumah mana?” terserah dah itu mau suster, pasangan, anak atau tetangga.
Guys, update terbaru dari drama motor listrik BGN dan jawaban resminya justru bikin lebih banyak pertanyaan dari sebelumnya.
Kepala BGN Dadan Hindayana akhirnya bicara langsung ke Menkeu Purbaya.
Dan jawabannya cuma dua kata:
Sudah terlanjur.
Sekali lagi
Sudah terlanjut
Tunggu dulu.
Kita recap dulu dari awal.
BGN beli 21.801 unit motor listrik merek Emmo untuk program MBG. Tanpa laporan ke DPR.
Menkeu Purbaya sudah blokir anggaran ini di 2025.
Komisi IX DPR bilang tidak pernah dikonsultasi dan kalau dikonsultasi pasti ditolak.
Kantor distributor motornya bahkan belum selesai dibangun.
Dan sekarang penjelasan resminya adalah:
Itu anggaran tahun lalu.
Sudah terlanjur keluar.
Mari kita bedah satu per satu.
Pertama anggaran tahun lalu.
Purbaya sendiri mengakui dia sudah blokir pengadaan motor ini di tahun 2025.
Artinya secara resmi anggaran itu harusnya tidak bisa keluar.
Tapi ternyata keluar juga.
Sebagian.
Kalau anggaran sudah diblokir bagaimana bisa terlanjur keluar?
Siapa yang otorisasi pengeluarannya?
Mekanisme kontrolnya di mana?
Kedua sudah terlanjur
Ini bukan jawaban dari institusi negara yang mengelola uang rakyat senilai triliunan rupiah.
Ini jawaban orang yang lupa matiin kompor sebelum pergi.
Sudah terlanjur bukan penjelasan tata kelola.
Itu pengakuan bahwa ada proses yang berjalan tanpa kontrol yang memadai.
Ketiga merek Emmo.
Motor listrik yang dibeli adalah merek Emmo yang desain industrinya baru didaftarkan di 2025.
Merek baru.
Pengalaman di lapangan belum terbukti. Dan ini dipilih untuk program nasional skala 21.000 unit lebih.
Proses seleksinya seperti apa?
Siapa yang evaluasi kesiapan teknisnya?
Kenapa merek baru yang belum teruji?
Keempat motornya masih di gudang.
21.801 unit motor listrik.
Sudah dibeli.
Sudah dibayar atau dalam proses pembayaran.
Tapi semuanya masih parkir di gudang distributor menunggu proses administrasi BMN.
Artinya uang sudah keluar.
Motor sudah ada.
Tapi belum dipakai.
Dan program MBG berjalan tanpa motor-motor itu selama ini.
Lalu untuk apa beli sekarang kalau belum bisa dipakai?
Dan ini yang paling gue garisbawahi:
Narasi resmi sekarang adalah: Jumlah 70.000 unit itu tidak benar.
Realisasinya cuma 21.801 unit.
Oke. Tapi "cuma" 21.801 unit itu bukan angka kecil.
Itu ribuan unit motor dari merek baru yang dibeli tanpa persetujuan DPR, setelah Kemenkeu blokir, dengan distributor yang kantornya belum selesai dibangun.
Dan penjelasan resminya adalah sudah terlanjur.
DPR memanggil BGN hari Senin 13 April.
Dan gue harap Komisi IX tidak puas dengan jawaban sudah terlanjur di depan mereka.
Yang perlu dijawab dengan konkret:
siapa yang otorisasi pengeluaran anggaran yang sudah diblokir Kemenkeu?
Bagaimana proses seleksi merek Emmo dilakukan?
Berapa total nilai pengadaan ini?
Dan siapa yang bertanggung jawab kalau motor ini ternyata tidak bisa beroperasi dengan baik di lapangan?
Sumber: Tribun News
🚨A displaced woman at Al-Shifa Hospital in Gaza pleads: “Five days without food.”
Her words echo the agony of thousands in Gaza starving, displaced, and clinging to life as hospitals themselves run dry of even the barest essentials.
BREAKING:
This is not Gaza.
This is not Beirut.
This is Damascus.
Israel is raining bombs on Syria’s capital, targeting civilian neighborhoods and government sites, in one of the oldest cities on Earth — a city that has stood for over 11,000 years.
It’s been two months since we were displaced, and Rafif hasn’t been the same. I don’t know what’s happening to her, but it’s heartbreaking.
Please, keep her in your prayers.
Israel is bombing Damascus, the oldest city in the world - with absolutely zero provocation. Just unadulterated lust to steal more land and shed more blood.
⚠️Sensitive Content ⚠️
🚨Horrific scenes in Gaza : The Israeli army incinerated an entire family in a direct missile strike on a classroom packed with displaced civilians inside a school yesterday.
After much effort and searching, I was able to purchase six cartons. Unfortunately, I must inform you that the current price of a carton of formula is $80, including the commission. The infants are starving. Thank you to the donor. We continue to save our children.
Journalist: Why are you crying?
“Because I didn’t go home with anything and my younger siblings are hungry now”
A child weeps because he couldn’t bring food to his siblings and family, amid the ongoing starvation war imposed by the Israel on the Gaza Strip.
Look at her… This is Rafif — the little girl you saw just months ago, laughing, playing, full of life.
Today, she’s no longer the same… no energy, no spark, just a fragile body drained by the siege.
All this suffering is the result of a merciless blockade.
End the siege. Leave Gaza in peace.
Enough injustice. Enough hunger. Enough heartbreak 💔
Alhamdulillah… After walking long distances and exhausting searches, and thanks to your donations, I finally managed to find a bottle of mineral water and a pack of diapers—just to cover a small part of Rafif’s needs.
But the most urgent need, milk, is still missing from the markets.
Still, I will keep searching every single day. I won’t give up.
Please… don’t forget Rafif, and don’t forget her family. Keep praying for them 💔