"Kalo tau bakal begini ga bakal gw dukung"
Ngga, lo bukan gatau, tapi bodoh aja. Dari program kerja, riwayat hidup, sampe debat pun lo harusnya udah bisa nilai.
Ini Hari Kartini. Kebetulan lagi di poli terapi wicara. Banyak ibu yang mengantar anaknya untuk terapi dg segala kerewelan sang anak. nangis. betapa ibu-ibu ini sabar dan telaten sekali 😭
Berita meninggalnya vidi keluar terus di tl, uda sesengguan nangisi dia, padahal ga kenal, ya bukan penggemarnya, tp berasa banget kalau orangnya baik.
Ust. Felix menjelaskan bahwa ada banyak jalan untuk masuk Surga, salah satunya adlh melalui kesabaran.
Maka ketika kita sudah berusaha namun belum kunjung berhasil, sebaiknya kita langsung berpikir "Jangan2 ini adalah caraku untuk masuk surga."
Gmn menurutmu?
Semakin berusia, siapa pun itu akan lebih mampu mengontrol emosi. Marah dan sedih adalah dua hal dari sekian perasaan yang akan dengan mudahnya bisa dikendalikan. Bukankah demikian?
Gua mulai rutin tidur malam minimal 7 jam bukan karena pengen produktif, tapi supaya gak marah-marah
Setelah baca satu systematic review dan meta-analysis di Sleep Medicine Reviews yang menganalisis 60 penelitian, gua baru paham bahwa kurang tidur punya hubungan kuat dengan kecenderungan marah dan perilaku agresif.
Pada beberapa studi eksperimental, orang yang sengaja dibatasi tidurnya 4–6 jam per malam menunjukkan peningkatan amarah, impulsivitas, dan reaktivitas emosi. Bukan karena mereka “orangnya pemarah”, melainkan karena otaknya lagi capek.
Kondisi kurang tidur bikin hormon stres meningkat, regulasi emosi terganggu, dan bagian otak yang tugasnya ngerem emosi jadi kurang optimal
Jadi kalian masih mau kurang tidur?
Menstruasi tiap bulan, kehamilan beberapa kali, lalu diakhiri menopause.
Sementara kita laki-laki, secara biologi, ya hidup lurus-lurus aja.
Ayo kita sadari sebentar.
Perempuan itu setiap bulan berhadapan dengan biologinya sendiri.
Dengan nyeri datang rutin sekali.
Dengan emosi naik turun tanpa diingini.
Dengan darah yang keluar, tanpa permisi.
Lalu di satu fase hidup, perempuan mengandung.
Menumbuhkan manusia hidup dalam dirinya.
Membagi nutrisi tubuhnya, energinya, tidurnya, napasnya.
Rahim membesar puluhan kali lipat. Organ-organ perutnya bergeser. Trus hormonnya loncat-loncat menari tanpa henti.
Dan ketika semua itu selesai, di dekade ke 5 tubuh berkata,
Haha belum selesai.
Tiba-tiba Menopause datang.
Badan rasa jadi tungku panas, lelah, gelisah, tubuh terasa asing, tapi tetap harus menjalani semua fungsi dan perannya sebagai Ibu.
Sementara biologi kita laki-laki?
Bangun tidur.
Tarik napas.
Minum air.
Kerja seharian.
Lalu merasa wah hari ini produktif sekali.
Kadang kita demam tinggi sedikit saja,
Nada bicara langsung melemah.
Rasanya ingin nulis pidato perpisahan
Setelah memahami ini, aku sering bertanya dalam hati, bagaimana bisa perempuan setangguh ini.
Bayangkan kita laki-laki yang mengalami menstruasi.
Mungkin sebulan sekali kantor akan tutup.
Grup WhatsApp penuh keluhan.
Rumah sakit penuh drama.
Satu kram kecil, sudah minta dipijat se-RT.
Kehamilan?
Laki-laki lapar satu jam saja sudah gelisah.
Jadi kalau hari ini kita melihat perempuan tetap tersenyum,
tetap bekerja,
tetap mengurus keluarga,
tetap peduli orang lain,
Kita menyadari kekuatan versi berbeda.
Dan kita, para laki-laki,
Sudah selayaknya lebih menghargai dan menyayanginya. 🩷