MAKASIH UDAH SPILL RESEP SE-EENAKK INIIII 😭
meal prep semingguanku sekarang satset, udah gak pusing besok masak apa.
Andalanku: beli 2kg dada fillet + 1kg paha fillet. 1x beli jadi 6 masakan.
tinggal panggang di pan atau air fryer, langsung jadi ✨😚
Terlahir sebagai anak haram konstitusi, dan sekarang bermain curang di depan mata publik. Sungguh najis, hina, rendah serendah-rendahnya sebagai manusia.
Dalam satu hari, ada dua AIB BESAR terbongkar.
Pertama pengakuan peserta demo dukungan MBG yg menerima uang Rp. 100.000 dan juga beberapa hadiah.
Kedua terbongkarnya para mahasiswa yang menerima sejumlah uang ketika bertemu wapres gibran.
Dan ga ada yang bisa kita lakukan..
Nyesek lihatnya, nggak ada jembatan, siswa siswa tetep berenang arungi sungai
Ini yang di maksud Fatimah BEM UI, sebelum mengadakan MBG, perhatikan hal hal dasar pendidikan kayak gini
Efek MBG di stop sementara:
1. Harga telur turun jd 24k
2. Harga ayam turun jd 30k
3. Susu uht plain tidak langka
4. Rupiah menguat sedikit
5. IHSG cetak +5%
6. Tidak ada siswa keracunan
7. Para Ka SPPG yg joget2 di bogor, pada gigit jari
8. Guru jadi ga sibuk buang sisa makanan dan ngitung ompreng
Ini baru stop semntara dalam beberapa hari, ekonomi langsung lebih baik.
Apalagi STOP TOTAL?
SETUJU MBG STOP TOTAL?
Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.
Jauhkan presiden omon2 dari mikrofon
Orang itu perlu dijauhkan dari mikrofon demi kemaslahatan bangsa.
Mikrofon hanya boleh didekatkan ketika pidato formal kenegaraan yg ditulis oleh tim komunikasinya.
Makin sering pemimpin ngomong di depan mikrofon tanpa teks, makin banyak omongan ngawur yg bakal jadi spekulasi di masyarkat.
Keranjingan berpidato dan mendapat tepuk tangan kemungkinan adalah gejala NPD.
Salah satu ciri NPD adalah, sikap merasa paling penting, menjadi solusi dan tumpuan harapan untuk setiap persoalan.
Secara perilaku politik, gejala haus perhatian, klaim kemegahan, gagal memahami realitas. Menganggap MBG beneran bergizi, KDMP beneran Koperasi, Sawit adalah pohon hutan, orang desa tidak peduli dolar naik, rakyat tidak ingin kaya raya, adalah contoh Narsisco-delusional atau ketidak sinkronan memahami realitas faktual.
Mengelola Negara berpenduduk 280jt jiwa perlu kinerja tanpa banyak bicara. Kebijakan berbasis data, fakta dan empati, bukan dgn orasi.
Orang ini hrs dijauhkan dari mikrofon untuk ketenangan batin rakyat yg sedang tertekan ekonominya.