“Aku sedang sedih” vs “Kesedihan sedang bergerak melaluiku.”
“Ini adalah sungai yang indah” vs “Air sedang mengalir masuk ke daratan secara melengkung.”
“Ada kebakaran di hutan itu” vs “Sedang berlangsung api membara di hutan.”
—
Di awal abad ke 20, Edward Sapir & muridnyaa, Benjamin Lee Whorf, meneliti bahasa penduduk asli Amerika.
Temuan mengejutkan: STRUKTUR BAHASA memengaruhi cara kita MEMANDANG DUNIA.
—
Dibandingkan dengan bahasa Indo-European (seperti bahasa Indo & Inggris) yg suka memisah2kan subjek & objek.
Penduduk asli Amerika melihat segalanya sebagai suatu kesatuan yg mengalir & berkesinambungan.
Bukan “pohon”, tapi “pohon sedang menjadi”.
Dari biji → tunas → besar → mati → kembali ke tanah.
Manusia pun sama.
Kita bukan “orang yang marah” selamanya.
Kita sedang mengalami kemarahan yg datang & pergi, tergantung situasi.
Kita bukan benda statis. Kita adalah alur yg hidup.
—
Mungkin bagi sebagian orang, cara bicara mereka terdengar aneh & konyol.
Padahal justru kitalah yang sering lupa:
Tidak ada satu pun subjek yang bisa berdiri sendiri tanpa relasi dengan dunia yang lebih besar.
Men have the same rights no matter where they go in the world. A woman's rights depends on the country she lives in or the religion she follows.
Read again.
I mean that's why I don't wanna involve in any kind of bullshit they talk about in this platform cause hell yeah it's almost 10 years and I'vee seen enough all of their behavior SO I KNEW WHO'S GONNA KEEP FLYING AT THE END🫶
Prabowo Singgung Lagi Distribusi MBG di Sumbar dan Aceh
“Buktinya saya kalah di Sumatera Barat, benar? Tapi tetap MBG sampai ke Sumatera Barat. Saya juga kalah di Aceh, kan? Tapi tetap kami bangun Aceh habis-habisan,” ucapnya.