SBY 1 — 0 Jokowi + Prabowo
Dulu, jaman Presiden SBY, jika akan ada kenaikan BBM, mereka selalu kasih pengumuman ke publik soal kapan naiknya, berapa naiknya, kenapa harus dinaikkan harganya.
Tapi semenjak jaman Presiden Jokowi, pengumuman naik harga tengah malam, tanpa pengumuman publik, tanpa kasih kejelasan kenapa musti naik. Dan gaya itu terus dipakai sampai sekarang jaman Presiden Prabowo.
Sama rakyat sendiri aja kalian main sembunyi2 perihal hajat hidup orang banyak. Keterlaluan kalian!
Tahukan kalian kalau ini termasuk perbuatan zalim?
Semoga kelak hisabmu lama, Pak!! 😭
Juni ini tuh bakal bikin Prabowo pusing:
1. Surat Utang Negara Jatuh Tempo 800T
2. Gaji ke13 harus mulai dicairkan
3. El Nino dimulai, kemungkinan besar gagal panen
4. Penerimaan Pajak seret krn kelas menengah susut & konsumsi melemah
5. Perang Iran masih berkecamuk harga minyak tinggi
APBN kita ngak bakal kuat buat nahan subsidi kalo program2 signature dia yg super boros kayak MBG di stop
Jangan tutup mata kalau MBG tuh memotong anggaran pendidikan dan kesehatan.
Jangan tutup mata kalau ratusan siswa keracunan karena MBG.
Jangan tutup mata karena MBG stok susu di swalayan habis.
Jangan tutup mata MBG memakan banyak sekali APBN
Ini buktinya kalau negara kita salah urus.
Pak Prabowo dilantik jadi Presiden pada Oktober 2024 dengan utang warisan sebesar Rp8.560 triliun.
Per Maret 2026 dalam 516 hari, atau 17 bulan utang itu membengkak jadi Rp9.920 triliun.
Artinya: Rp1.360 triliun tambahan utang dalam 17 bulan.
Bagi 516 hari?
Pemerintah menambah utang Rp2,6 triliun setiap harinya.
Setiap hari.
Termasuk hari libur.
Termasuk hari ini.
Tapi yang paling berbahaya bukan angkanya.
Yang paling berbahaya adalah: rakyat dipaksa membayar tanpa tahu uangnya lari ke mana.
Sebab rakyat tidak melihat hidupnya jadi lebih baik.
Apakah pendidikan makin murah?
Tidak.
Yang ada cuma MBG program makan bergizi yang fotonya viral karena isinya lebih cocok disebut sampah.
Apakah ada pembangunan besar dari utang itu?
Tidak.
Dana desa malah dipotong buat mendanai Operasi Merah Putih.
Apakah harga pangan turun?
Tanya aja mama di pasar.
Sembako makin mencekik.
Apakah rakyat lebih sejahtera?
Tidak sama sekali.
Apakah lapangan kerja makin luas?
Enggak juga.
Jembatan baru?
Tidak.
Gaji guru naik?
Tidak.
BPJS makin terjangkau?
Juga tidak.
Lalu uangnya ke mana?
Ketika tidak ada satu pun perbaikan nyata yang dirasakan rakyat, wajar kalau pertanyaan itu terus bergema.
Dan yang menyakitkan: utang negara tidak dibayar dari kantong pejabat.
Tapi dari pajak kita.
Pajak saya, pajak kamu, pajak kita semua.
Maka izinkan kami bertanya langsung, Pak Presiden:
Dengan tambahan utang Rp2,6 triliun per hari, apa yang berubah di hidup rakyat?
Siapa yang benar-benar merasakan manfaatnya?
Dan kalau jawabannya bukan rakyat lalu untuk siapa semua ini?
Rupiah dah disebut sebagai the worst performing currency in Asia right now. Even Bank Indonesia masuk campur pun still tak membantu. Bapak Presiden relax pergi Perancis dengan segala rombongan. Oh ya orang di desa ga pake dolar ya kan pak.
[DARURAT AGRARIA]
LUBANG KEDUA! PT. WKS (Sinarmas) kembali MENGGALI JALAN warga Desa Bukit Bakar, Tebo — bukan untuk membangun, tapi untuk MENGURUNG rakyat!
bisa hidup layak itu menurut gue bare minimum, kalau ‘mimpi’ ya harus setinggi-tingginya. kalau hidup ‘layak’ aja harus jadi ‘mimpi’ berarti emang lu gagal aja menata negara sebagai presiden
Padahal isu gaji guru ini sensitif banget loh tapi bisa-bisanya keceplosan ngomong begitu. Bener-bener jahat lu bisanya menyakiti dan menyiksa rakyat doang monokotil goblok
pada nyangka ga si? kalimat “rakyat di desa ga butuh dollar” bakal keluar dari mulut seorang presiden..
padahal itu kalimat yang biasa dikeluarin oleh mulut buzzer yg ga berpendidikan. jujur aja my expectation was low but what the helly??
kedelai 90% aja import, dan dia bisa bisanya ngomong “orang desa ga pake dollar”
Ingat baik-baik namanya, Nalince Wamang
Pelajar asli Papua, 17 tahun, tewas ditembak oleh tentara saat sedang mendulang emas di wilayah bekas aliran limbah tambang PT. Freeport demi mencari uang untuk kuliah
Dimiskinkan sistem, dibunuh aparat negara
Never forget, never forgive