Ternyata bener, kadang alasan orang betah di kantor sampai malam tuh bukan karena rajin atau kerjaan numpuk.
Banyak yang lagi menukar rasa sepinya dengan sengaja pulang telat, karena malamnya ruang kantor masih lebih mending daripada malam di kamar yang kosong.
Ada yang lagi di fase ini?
Video dibawah nunjukin gimana solitary confinement bikin orang gila pelan-pelan, sampe life imprisonment (hukuman penjara seumur hidup) bisa lebih sadis daripada hukuman mati.
Video CCTV di sel penjara yang nunjukin tahanan cewek di sel kosong —cuma ada kasur tipis, wastafel, toilet— mondar-mandir gelisah, duduk sambil nutup muka, baca sesuatu tapi tetep keliatan stres, bolak-balik kayak orang yang lagi kehilangan akal sehat.
Video itu cuma 55 detik, tapi langsung bikin orang mikir: “Ini hidup apa mati pelan-pelan?”
Ada studi klasik tahun 1983 oleh Stuart Grassian, psikiater Harvard. Dia teliti 15 tahanan yang dikurung sendirian di sel isolasi berhari-hari sampe berbulan-bulan.
Dari 15 orang itu, 14 langsung ngalamin gejala yang sama: halusinasi (liat atau denger hal yang nggak ada), paranoia (merasa dikejar-kejar), panik mendadak, sampe brain fog—pikiran kabur, susah konsentrasi.
Grassian namain ini SHU Syndrome (dari Special Housing Unit, istilah penjara Amerika buat sel isolasi). Pas mereka keluar isolasi, gejala-gejala itu ilang. Artinya, bukan si tahanan yang “gila dari awal”, tapi sel isolasinya yang bikin rusak otak.
Lanjut ke bukti ilmiah yang lebih umum. Tahun 2019, tim peneliti dari Charité Berlin dan University of Pennsylvania scan otak 9 orang sebelum dan sesudah 14 bulan di stasiun penelitian Antartika (isolasi ekstrem mirip sel penjara, tapi mereka ilmuwan profesional yang siap mental).
Hasilnya? Hippocampus (bagian otak yang ngatur memori dan orientasi ruang) menyusut rata-rata 7%.
Prefrontal cortex (yang ngatur perencanaan, kontrol diri, dan pengambilan keputusan) juga kehilangan volume.
Plus, level BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor, protein yang bantu sel otak tumbuh dan bikin koneksi baru) anjlok drastis dan belum balik normal bahkan 6 minggu setelah mereka pulang.
Ini bukti nyata: isolasi bikin otak literally berubah struktur, bukan cuma “stress biasa”.
UN juga udah ngakuin ini.
Juan Méndez, investigator torture PBB, tahun 2011 bilang solitary confinement lebih dari 15 hari udah masuk kategori penyiksaan karena kerusakannya bisa permanen.
Tahun 2015, PBB resmiin lewat Nelson Mandela Rules. Data bunuh diri di penjara makin ngeri: review 77 studi di The Lancet Psychiatry (2020) yang cover 35.000+ kasus bunuh diri di 27 negara nunjukin, orang dengan hukuman seumur hidup 2,4 kali lebih mungkin bunuh diri.
Di sel tunggal? 6,8 kali lipat. Di California 2004, unit isolasi cuma 10% populasi penjara tapi nanggung 73% bunuh diri seluruh penjara.
Di death row Amerika, angka bunuh diri 9 kali lipat rata-rata masyarakat biasa, dan 1 dari 10 orang yang dieksekusi malah minta sendiri biar cepet mati.
Tiap tahun di penjara kurangin harapan hidup sekitar 2 tahun (studi Evelyn Patterson dari Vanderbilt).
Proses “prisonization” (istilah Donald Clemmer 1940) bikin orang beradaptasi total sama aturan penjara: jadi pasif, nunggu perintah, susah rencanain masa depan, bahkan susah kontak mata.
Begitu keluar, tubuh dan pikiran udah nggak match sama dunia luar.
Secara biologis, manusia itu makhluk sosial—otak kita berevolusi buat interaksi, stimulasi, dan dukungan kelompok.
Di AS, penjara malah jadi mesin yang produksi “zombie sosial” yang balik ke komunitas dengan risiko lebih tinggi.
Plus, karena banyak kasus mental health yang seharusnya diobati di luar, sistem peradilan jadi tempat pembuangan—ini cycle yang mahal dan inhumane.
Intinya, tweet ini bukan cuma “kasihan tahanan”, tapi warning: kalau kita desain hukuman yang bikin orang keluar lebih rusak daripada masuk, kita lagi bikin bom waktu buat masyarakat sendiri.
Life imprisonment tanpa rehabilitasi bukan keadilan, tapi slow-motion torture yang bikin korban bayar mahal di akhir.
Kami yg tinggal di saudi tiap hari dapat sms untuk tidak masuk ke mekkah.
Baik orang asli saudi maupun yang pakai iqomah.
Yang boleh masuk hanya yang memiliki izin haji.
Orang saudi pun jika ingin memiliki izin haji tersebut harus bayar mahal, dan dibatasin. Perorang hanya bisa beli izin haji itu sekali dalam 5 tahun.
Hukuman nya juga tidak main main yang mau main kucing kucingan dengan polisi disini.
Mereka harus bayar 100 ribu riyal jika ketahuan.
Jadi jangan kira orang saudi itu bisa haji tiap tahun tanpa dibatasi.
Bahkan kuota orang saudi pun gak banyak seperti kuota haji orang indonesia.
Tapi, mereka tetap taat dan mengikuti peraturan tersebut.
Karena mereka ingin memberikan yang terbaik buat tamu Allah.
Wow. Medellin, kota terbesar kedua Kolombia (penduduk 2,6 jt jiwa) berhasil menurunkan suhu 2-2,22° C.
Lokasi deket khatulistiwa & laut, negara berkembang, kondisi poleksosbudhankam 11-12 dgn RI (bahkan lebih parah), tp bisa bikin kota lebih humanis.
Memang soal mindset. 👌
Pahala yg engkau butuhkan di akhirat kelak. Ikhtiar sabar not only sembuh, ikhtiar kau membela diri, atau ikhtiar kau mencoba sesuatu tapi masih gagal.
Pahala sabar juga bisa kau dapatkan ketika kau tertusuk duri, disenggol di jalan, dan lain².
Sbg muslim sy mikir, klo ajal tdk bisa dimajukan atau dimundurkan, dan tdk ada yg bisa mencegahnya, kenapa kau harus ikhtiar untuk sembuh ? Ternyata ada pahala sabar dalam ikhtiar. Walaupun akhirnya kau mendapatkan hasil tdk sesuai harapanmu, pahala itu yg jadi reward dr tuhanmu
Illusory truth effect : mengulang suatu kebohongan terus-menerus sampai orang mulai menganggapnya sebagai kebenaran. Ini bisa terjadi karena manusia cenderung lebih mudah percaya pada informasi yang sering didengar
pesan pagi ini : teruslah berbuat baik dan berdoa. Boleh jadi apa yg kau pinta belum dikabulkan skrg tapi diganti di saat moment kau membutuhkan bantuan God
Reminder : Klu ngantri di manapun, usahakan posisi mobil miring dan selalu jaga jarak, apalagi pas kondisi #hujan dikhawatirkan ada kendaraan besar di belakang kita yg tiba2 nyelonong 🥰🥰
Bandingin 2 kalimat ini:
🗣️ "Kalo ambil jadwal malam hari, ada biaya extra 100rb ya. Gpp kak?"
vs
🗣️ "Kalo ambil jadwal malam hari, ada biaya extra 100rb ya kak. Gimana kak?"
Yang atas, mayoritas akan menjawab, "Iya gpp kak".
Kalo yang bawah, mayoritas akan respon, "Wah, gitu ya kak? Diskon aja ya kak".
Makes sense ya.
Coba sesekali kau tolak permintaan org walaupun kau lg mampu membantunya, tujuannya? Kau lihat reaksinya apakah dia ngambek, biasa, atau say sorry. Sifat aslinya kelihatan. Kalo reaksinya anggap bantuanmu itu hal biasa even kewajibanmu, jaga value dirimu. Jgn mau direndahkan org