@JDoviii@SpieltagIndo Bro, kimmich aj ngakuin di fase grup mereka ga pernah tampil baik lawan siapapun, dan di fase gugur dia bilang kalo mereka layak kalah. Pemain yg asli german aj ngakuin lah ente modal nntn di tv doang sok-sokan ngatain sampah🤣👎
Gustavo Alfaro di konferensi pers setelah Paraguay berhasil menyingkirkan Jerman:
"Mereka datang dari akademi top, kami datang dari lapangan tanah merah."
"Di locker room saya berkata 'saya ingin melihat 26 pejuang menyanyikan lagu kebangsaan dan meninggalkan lapangan sebagai legenda' dan itu yang mereka semua lakukan"
Apresiasi tinggi untuk kegigihan Paraguay. Layak untuk menang 👏
Kesempatan terbaik bagi Barcelona untuk memenangkan semuanya bersama Hansi Flick adalah musim pertamanya. Hanya itu. Saat lawan masih "kagok" dengan pressing super agresifnya, saat lawan belum sepenuhnya paham memanfaatkan garis pertahanan tinggi andalannya.
Pada musim2 berikutnya, tim-tim lain makin terbiasa. Supaya bisa atasi pressing agresif, tinggal hindari berlama-lama dengan bola di area berbahaya dan sebisa mungkin memenangkan bola kedua. Untuk memanfaatkan garis pertahanan tinggi, cukup bermain low block lalu lakukan serangan secepatnya.
Celakanya, Flick tidak punya plan B. Kalau dua elemen utama dalam strateginya sudah buntu, tidak akan ada yang namanya perubahan strategi. Ia akan tetap dengan, katakanlah plan utamanya, hanya dengan intensitas yang lebih tinggi. Dan ini makin jadi sasaran empuk bagi siapapun lawannya.
Makin tidak ideal situasinya karena kebetulan Flick kehilangan beberapa amunisi di musim keduanya tanpa punya pengganti serupa: Inigo yang tidak hanya berfungsi sebagai "leader" tetapi jg amat penting untuk strategi offside trap Barcelona, lalu Lewandowski yang juga bisa disebut "hilang" karena performanya saat ini tidak lagi cukup untuk berada di 11 pertama.
Polanya persis dengan yang terjadi di Bayern. Berjaya di musim pertama, mulai sering terekspos di musim kedua. Bayern juga kehilangan nama-nama penting di musim kedua Flick: Thiago, Alaba, Perisic. Yang berbeda, Bayern bisa meraih semuanya di musim pertama saat Flick menjadi juru latih.
Melihat durasi kontraknya, Flick mungkin akan punya karier yang lebih panjang di Barcelona ketimbang saat masih di Bayern. Tapi kalau tidak dibarengi dengan sejumlah penyesuaian, dan kalau Barcelona tidak bisa memberikan skuat yang dia inginkan, hasilnya tidak akan jauh berbeda.
Bukan tidak mungkin Flick mulai banyak mengeluh jika ada keinginannya yang tidak terpenuhi, lalu terlibat perseteruan internal dengan salah satu atau beberapa pemangku keputusan, seperti yang juga terjadi sebelum ia mengundurkan diri dari Bayern tepat di akhir musim keduanya.
Untuk kami yang sudah bertahun-tahun mengikuti sepak bola Jerman, sesungguhnya sangat menantikan akan bagaimana Hansi Flick musim-musim mendatang: Apakah ia sudi berevolusi atau justru tetap percaya bahwa versi terbaik dari dirinya adalah yang dulu pernah membawa segalanya?
@aoluodiana@radenrauf Klo kelas atas biasa candy, flamboyan, sentosa. Klo mau yg murah” tpi tetep enak banyak juga kok gabisa di sebutin semuanya heheheh
Berisik dilarang 🙂↕️
Diam di anggap sudah baik😏
Sabtu 14 februari 2026
Ramadhan sudah mau dekat tapi rumah mereka belum pulih dalam lumpur yang basah Yuk ikutan andil dalam membantu saudara kita yang ada di aceh
@acmilan_mania@gilabola_ina Kecemplung di lubang yang sama 2 kali bang (jadi alat politik), Yang ke 2 jadi alat politik lawannya herman deru di pilgub sumsel. Jadi ketika herman deru naik 2 periode mereka balas dendam dengan cara bikin klub baru dengan nama Sumsel United dan ngebiarin SFC tetap penyakitan.