sama. gw jg ngebatesin apply loker ini sampe juli. abis itu udah gw mending belajar bahasa, ke luar negeri, cari jalan lain. inget guys, ga satu jalan ke roma, meski jalannya rusak lu masih bisa jalan kepinggir buat sampe garis finish. kita yang 25an ini jangan nyerah & kalah
Apply 300x di Jobstreet. Dipanggil 0.
Temen gue kirim 1 DM LinkedIn. 3 hari kemudian tanda tangan kontrak 18jt/bulan.
Gue kira dia punya kenalan orang dalam. Ternyata dia cuma paham 1 cara bikin HRD bales chat orang asing.
Berhubung saya sekarang udah dicap sebagai si paling jurnal, izin berbagi cara "sederhana" untuk membaca jurnal ilmiah. Skill ini sebenarnya penting, tapi sangat jarang diajarkan, bahkan semasa S1, apalagi dengan adanya AI sekarang yang bisa dengan mudah membuat summary-nya agar mudah dipahami.
Kebetulan ada satu paper menarik yang menjelaskan itu dengan membaginya menjadi 3 tahap, agar lebih mudah.
Yuk kita bahas!
1. 𝗧𝗵𝗲 𝗙𝗶𝗿𝘀𝘁 𝗣𝗮𝘀𝘀
Dalam 5-10 menit, lakukan hal ini:
-Baca cepat judul, abstrak, dan pendahuluan,
-Baca sub judul
-Baca kesimpulan dan referensi
Niatkan fase pertama untuk menjawab 5C (Category, Context, Correctness, Contributions, Clarity).
Setelah melalui fase ini, kalian bisa memutuskan apakah jurnal ini menarik atau apakah kalian bisa membaca ini dengan baik. Karena untuk membaca jurnal ilmiah dibutuhkan ekspertise tertentu.
Tentunya saya yang backgroundnya medis, akan kesulitan membaca jurnal ekonomi atau mengenai mesin pesawat.
2. 𝗧𝗵𝗲 𝗦𝗲𝗰𝗼𝗻𝗱 𝗣𝗮𝘀𝘀
Dalam 1 jam, lakukan hal ini:
-Perhatikan gambar, diagram, atau ilustrasi lainnya, terutama grafik. Perhatikan apakah memang hasilnya valid atau "dibuat-buat".
Setelah fase ini, harusnya kita sudah bisa menangkap isi dari jurnalnya, serta mampu membuat summary dari jurnalnya untuk diceritakan ke orang lain.
Bila kalian membaca jurnal yang BUKAN ekpertise kalian, maka membaca sampai second pass itu sudah bagus banget.
3. 𝗧𝗵𝗲 𝗧𝗵𝗶𝗿𝗱 𝗣𝗮𝘀𝘀
Fase ini terutama ditujukan bila kalian adalah reviewer dari jurnalnya, yang artinya mencapai fase ini tidak selalu dibutuhkan. Pada fase ini kita harus mengidentifikasi dan challenge asumsi pada setiap statement penelitian ini. Bahkan kita harus mempertanyakan apakah argumen dan hasilnya valid, apakah bukti ilmiahnya sudah cukup atau belum untuk support kesimpulannya.
Jujur, saya baru belajar fase 3 ini saat pendidikan S3, karena benar-benar dilatih untuk melakukan review pada studi ilmiah yang belum dipublikasikan.
𝗔𝗸𝗵𝗶𝗿 𝗞𝗮𝘁𝗮
Ini adalah tahapan yang sangat disederhanakan dan mungkin sangat berbeda antar bidang ilmiah.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Keshav. How to Read a Paper.
FYI : MIT baru saja membuka akses GRATIS ke hampir seluruh materi perkuliahannya secara online
Kini siapa pun bisa belajar langsung dari salah satu kampus terbaik dunia tanpa membayar biaya kuliah
Mulai dari AI, Computer Science, Matematika, Fisika, hingga Bisnis semuanya bisa diakses dari mana saja
udah coba ???
AKHIRNYA brush dan puff ku punya rumah sendiri 😭✨ Gak nyampur sama debu di meja lagi, gak berantakan lagi. Siapa sangka cuma modal kotak pensil receh bisa bikin meja makeup jadi jauh lebih rapi 🥹💖
this actually works!
tiap kali interview, mikirnya "coba aja deh, ntar bisa pamer kalo pernah di-interview sama perusahaan X"
jadinya jauuuh lebih tenang & lancar 😆
Gue slalu percaya kalo one day bakalan sukses & bisa ngejalanin hidup ideal yg udah gue idam-idamkan di kepala selama ini. It’s just a matter of time ❤️
GUE KAGET GILA BRO!
Temen gue gaji UMR Jakarta Rp5,3 juta. Tapi rumahnya KPR, mobilnya cash, tabungannya 150jt.
Langsung gue nanya, “Bro, lo nyambi jadi anjelo apa gimana sih?!”
Dia ketawa pelan, terus jawab satu kalimat yang bikin gue diem:
girls, pantengin channel youtube buat ningkatkan value diri: • ninda fer • ferina triananda • greatmind • dear aya • kelly patricia • eva alicia • planet cewek • allison baek • tam kaur
ada yg mau tambahin? 🤗
cc : sellately
I’ve been doing for the past 2 years. Client gue kebanyakan di Singapore and US
This is not easy kalo lo ga punya pengalaman dan NETWORKING B2B
Kalo mau main ginian yang jelas jangan mau beli kelas atau dijadiin funneling wkwk. Mending lo fokus bikin portfolio dan NETWORKING
Kalo lo mau main cold prospecting, lo udah kalah sama orang2 India yang tiap hari kirim ratusan ribu cold pitch and proposal ke small business di negara2 tersebut. Dan mereka berani kasih harga yang lebih murah.
Cuma ada 3 cara TANPA networking:
1. Punya specific niche
2. Personal branding + viral content
3. Strong Inbound (SEO/GEO)
B2B itu jauh lebih susah daripada B2C. Yang jelas ga semudah bacotan influencer 🤣