The bitter truth is, ternyata perempuan cuma dilihat dari kemarahannya, tapi saat menerima segalanya, toleransinya, maafnya, maklumnya, dan mengertinya enggak terlihat sama sekali.
Dan kebanyakan cuma fokus pada reaksinya, karena di mata sebagian laki-laki, perempuan hanya manusia egois, berisik, dan suka membesar-besarkan masalah. 🥹
Yang merupakan effort antara lain :
Anter-jemput
Beliin hadiah
Ngajakin jalan
Apapun yg ngeluarin tenaga , waktu dan uang
Dan effort layak dapet apresiasi.
Yang termasuk effortless :
Chatan
Telponan
Yang disebut bare minimum :
Setia
Kejujuran
Komunikasi
Gak genit ke lawan jenis lain
Kuharap gak ada campur aduk lagi atau bikin laki2 merasa serba salah 🙃
nahh maksud gue tuh gini laki-laki yg tegas bukan kasar, laki-laki soft spoken tapi ga klemar-klemer, laki-laki yg ga bingung dan udah tau what to do with himself jadi gue bisa yakin buat berbagi hidup gue sama dia
"Yang bikin kaget, ternyata semakin banyak pria masuk usia 30-an sampai 40-an masih lajang… dan anehnya, mereka baik-baik saja."
Guys, ada fenomena yang pelan-pelan terjadi di banyak tempat. Makin banyak pria yang sudah masuk kepala 3 bahkan kepala 4, tapi masih belum menikah. Pertanyaannya, sebenarnya ada apa?
Apakah mereka takut komitmen?
Belum tentu.
Apakah terlalu pemilih?
Bisa jadi, tapi bukan itu saja.
Banyak dari mereka justru sudah menemukan sesuatu yang dulu dianggap mustahil: mereka bahagia dengan hidupnya sendiri.
Punya rutinitas yang disukai, kerjaan yang stabil, bisa olahraga, main game tanpa perlu minta izin siapa-siapa, tidur nyenyak, weekend santai, dan yang paling penting… hidup tanpa drama episode 257.
Bukan berarti mereka anti cinta.
Bukan berarti mereka tidak ingin punya pasangan.
Mereka cuma sadar, menikah bukan sekadar untuk menghilangkan status "single". Kalau harus memilih antara hidup tenang sendirian atau masuk ke hubungan yang penuh konflik, banyak pria sekarang memilih kedamaian.
Dan jujur aja, semakin bertambah umur, definisi "bahagia" juga berubah.
Dulu bahagia itu punya pacar.
Sekarang bahagia itu bisa tidur 8 jam tanpa ada pesan jam 1 pagi yang isinya:
"Kamu berubah ya?" 😂
Banyak pria juga sudah lelah dengan ekspektasi bahwa mereka harus menikah hanya karena umur. Padahal menikah bukan lomba lari yang siapa cepat dia menang. Tidak ada medali emas untuk "orang pertama yang upload foto prewedding".
Karena pada akhirnya, lebih baik telat dengan orang yang tepat, daripada cepat dengan orang yang salah.
Dan ada satu hal yang sering disalahpahami.
Bahagia sendirian bukan berarti kesepian.
Kesepian itu ketika kamu bersama seseorang, tapi tidak merasa dimengerti.
Sedangkan menikmati kesendirian adalah ketika kamu sudah berdamai dengan diri sendiri.
Kalau nanti bertemu orang yang bisa membuat hidup lebih baik, ya syukur.
Kalau belum, hidup tetap berjalan dengan damai.
Karena pasangan yang baik seharusnya menambah kebahagiaan, bukan menjadi satu-satunya sumber kebahagiaan.
Dan mungkin pertanyaan yang lebih menarik bukan lagi:
"Kenapa banyak pria usia 30-40 masih single?"
Tapi justru:
Apakah mereka benar-benar kesepian, atau mereka hanya tidak lagi takut hidup sendirian?
✌️
Basic insting gasih? W pas nganggur prnh ngambek ama bokap krn ga dikasih duit belanja. Alhasil w masakin ikan asin goreng doang ama sayur tumis hasil petik di kebon. Tapi bokap gasuka makanan yg digoreng dan ditumis. Abis itu w dikasih duit deh
inget ya guys ketika punya pasangan, yg paling berhak mendapatkan perlakuan baik adalah pasanganmu, reminder nih buat cowo maupun cewe
jujur sedih banget baca ini
Setuju. Makanya aku ga mau ngajarin cowo lagi, enak aja gw yang membentuk dia ngajarin bagusnya begini baiknya begitu, eh malah cewe lain nantinya yang dapetin versi terbaik itu. Kalo ga sesuai langsung cabut aja. Ngapain ngajarin cowo, aku bukan ortunya bukan gurunya juga.
Pada akhirnya hidup bukan lagi tentang “if they want to, they would.”
Tapi lebih kepada “if God has written something for you, it will find its way to you.” at the right time, in the right way.
Karena apa yang memang Tuhan takdirkan untukmu tidak akan pernah benar-benar melewatimu. dan yang bukan untukmu, sekuat apa pun kamu mencoba menggenggamnya, it will never truly stay.
@TwipsX Jujur w yg idup di kabupaten merasa cukup2 aja tapi dgn catatan penempatan homebase, udh punya rumah sendiri (warisan), dan ada pasif income dari hasil kebun yg jg alhamdulillah warisan. Bisa slow living
@aythenics Testimoni dari w yg dulu suka diet ga sehat. Dietnya ga stabil dan malah bounce back. Setahun belakangan pelan2 ngurangin karbo, gula, dan gorengan, malah lebih stabil bbnya. Bonus siluet badan lbh oke krn ditambah weightlifting dan cardio