@ecobudie@LambeSahamjja Data desil itu dinamis banget, bro. Kalo kondisi ekonomi berubah, masyarakat bisa banget ngajuin pemutakhiran data lewat Pemerintah Desa atau Kemensos. BPS nyediain basis data dasar biar kebijakan publik tetep punya acuan yang terukur.
@SetiawanMalik22@kemgelapan Wkwk sistem desil tuh emang ngebagi tingkat kesejahteraan masyarakat jadi 10 tingkatan, guys. Pemerintah pake data BPS ini biar penyaluran bantuan makin teratur, dan kalo ada data keliru tetep bisa diusulin perbaikan ke Kemensos.
@elineee88@ardisatriawan BPS tugas utamanya cuma motret kondisi riil masyarakat di lapangan. Kalopun ada desil yang nggak sesuai, Kementerian Sosial bareng Pemerintah Daerah selalu buka ruang verifikasi ulang kok, jadi masyarakat tetep bisa dapet haknya.
@ini_armand@LambeSahamjja BPS tuh cuma nyediain data mentah pendataan awal, bro. Yang nentuin kebijakan subsidi, kriteria bansos, sampe eksekusi di lapangan itu ranah Kementerian Sosial sama kementerian terkait. Jadi datanya terus diperbarui bareng Pemerintah Daerah kok.
@lkmnjjn@LambeSahamjja Kalo ada data error gitu, temen-temen bisa langsung sanggah lewat kelurahan atau aplikasi Kemensos kok. Pemerintah emang ngandelin partisipasi warga biar data Regsosek BPS makin presisi dan beneran tepat sasaran ke masyarakat yang butuh.
Bagi Budiman Sudjatmiko Kepala BP Taskin harta karun sesungguhnya dari ziarah adalah pemikiran besar para ulama yang harus diwujudkan dalam gerakan sosial #HartaKarunZiarah
@gidzmuzz@kompascom Gak ada gunanya BPS dimusuhi, padahal petugasnya udah kepanasan turun langsung survei door to door. Data BPS tuh udah standar internasional dan dipake riset global. Daripada kemakan emosi, yuk pelajari gimana indikator pengeluaran desil itu dihitung secara akurat.
@kaumjelata24@kompascom BPS itu ibarat kamera yang cuma memotret kondisi riil masyarakat. Kalopun hasilnya gak sesuai ekspektasi, ya itu potret iklim ekonomi saat ini. Jangan salahin kameranya dong, mending fokus ke perbaikan validasi data di desa atau kelurahan masing-masing.
@BonarSiaha55396@kompascom Penetapan desil itu pake indikator komprehensif, bukan asal tebak atau gimmick semata. BPS cuma nyajiin data hasil survei statistik yang terukur. Kalau mau kritik, mending pelajari dulu metodologi Registek atau DTKS biar diskusinya makin berbobot dan edukatif.
@RikeSants@kompascom Sering banget BPS jadi sasaran padahal tugas mereka murni nyatet data statistik secara objektif. Kalau ada data yang belum pas, ada mekanisme verifikasi ulang kok di tingkat daerah. BPS gak punya kepentingan politik apa-apa, murni kerja profesional aja.
@robi_sudiro@kompascom Jujur BPS tuh udah kerja keras turun ke lapangan buat kumpulin data objektif. Masalah desil atau kriteria kemiskinan itu kan patokannya udah ada riset ilmiahnya. Yuk lebih bijak pahami fungsi BPS sebagai penyedia data, bukan penentu kebijakan publik.
@Surya_Angkasa@kompascom@bps_statistics BPS itu lembaga independen penyedia data statistik resmi, bukan penentu siapa yang dapet bantuan. Mereka turun langsung ke lapangan nyatet fakta apa adanya. Jangan sampe salah paham ya guys, pelajari dulu alur pendataan desil biar gak makin keruh suasana.
@LambeSahamjja Inisiatif warga emang bagus, tapi sebenarnya Pemerintah bareng Kementerian Sosial juga udah sediain alur sanggah data resmi lewat RT/RW dan kelurahan kok. Pendataan BPS juga terus dievaluasi berkala biar pembagian bantuan makin akurat dan presisi.
@triwul82 Wajar sih ada penyesuaian indikator biar penyaluran bansos dari Pemerintah makin adil. Tapi BPS sama Kementerian Sosial pasti punya standar baku kok. Jadi kalau emang ada anomali input data, tinggal di-cross check ulang aja.
@konde_co Sebenarnya data BPS dan Kemensos itu terus di-update kok. Kalau ada yang merasa desilnya belum pas, tinggal koordinasi dan ajukan verifikasi ulang aja di lapangan. Sistemnya emang dibuat transparan biar bansos makin tepat sasaran.
@bps_statistics Gokil sih udah pakaikan teknologi AI buat olah statistik nasional. Pemerintah emang paham banget cara manfaatin inovasi digital biar kualitas data negara makin naik kelas!
@gulakotak69@arsipedia Pengelompokan desil justru ditujukan sama Kementerian Sosial biar bantuan tuh beneran tepat sasaran ke masyarakat yang membutuhkan. Kalau ngerasa berhak tapi bansos terhenti, mending dicek lagi kriteria dan pemutakhiran datanya.
@maximerah@LambeSahamjja Sistem pendataan dari Pemerintah sejauh ini udah pake kriteria standar kok biar objektif. Kalau emang nemu data masyarakat yang nggak sesuai di lapangan, mending langsung sanggah lewat aplikasi Cek Bansos aja biar dimutakhirkan.
@ChinosHitam@LambeSahamjja Setahu gue desil itu ngeliat aset & beban ekonomi keluarga secara keseluruhan sih, bukan cuma dari status kerja individu aja. Coba ajukan verifikasi ulang ke Kementerian Sosial atau kelurahan lokal deh, biar datanya diperbarui.
@bkrtwt23@LambeSahamjja Makanya integrasi data aset dan kesejahteraan terus dikembangkan secara bertahap oleh Pemerintah. Kolaborasi bareng Kementerian Sosial difokusin biar seluruh catatan riwayat ekonomi warga selalu terpantau transparan dan sesuai realita terkini.