Abis baca (lupa dimana) kalo terlalu mengaitkan value diri sama hal konkrit (kayak hobi, pekerjaan, peran) itu membuat sense of self jadi lemah.
Dianjurkan untuk mengaitkan personality sama value yang lebih abstrak dan kuat (kayak integritas, keterbukaan, kejujuran).
HIDDEN PICTURES ✨‼️🤫 SEMUA ORG MINIMAL SEKALI SEUMUR HIDUP BACA HIDDEN PICTURES ALURNYA SERU BGTTT PLOT TWISTNYA BERLAPIS BIKIN MERINDING CREEPYNYA DAPET BGT PLUS ADA GAMBAR YANG BIKIN MERINDING (ga lebay) AKU BACANYA MALEM-MALEM BENERNA TAKUT😭😭 AKU LEBIH SUKA INI DRPD UKETSU
nemu tulisan cantik di ig, kira kira kaya gini isinya :
jangan taruh semua cinta di satu orang, satu mimpi atau satu tempat aja. coba kasih sebagian ke teman yg selalu ada, ke makanan yang bikin mood bagus, ke hobi yang bikin lupa waktu, ke lagu yang lagi kamu suka, atau mungkin ke hal hal yg bikin kamu tetap jalan hari ini. dan yang paling penting sisain juga cinta untuk diri sendiri. karna hidup itu rapuh kalau bahagianya cuma bergantung ke satu hal aja. karna cinta ga diciptakan buat dikurung tapi disebarin, biar kalau satu runtuh, kamu ga ikutan hancur.
Apalagi saat nemu seseorang yg membuat bbrp jam terasa spt beberapa menit.
Percakapan yg tidak menguras energi, tdk terasa spt usaha. Kita hanya berbicara, lalu sadar waktu terlewat jauh lebih cepat dari yg diinginkan.
Di momen itu, rasanya ingin mencuri sedikit waktu tambahan.
🗣️ “banyak orang jadi tidak menarik setelah kita tau cara berpikir mereka”
that the reason kenapa gue selalu jatuh cinta sama orang yg punya pemikiran yg luas, pembawaan yg tenang, ngerti ‘how to be a human’, punya banyak sudut pandang, paham boundaries, gak pernah memandang rendah suatu hal.
“yg membedakan manusia satu dengan yg lain, adalah isi kepala nya ✨”
Gak habis pikir sama taktik gila founder Canva dulu. Demi dapet modal bisnis, dia nekat latihan selancar berbulan-bulan sampe babak belur cuma buat ngejar investor yang lagi liburan di pantai.
Nama ceweknya Melanie Perkins. Dulu pas masih kuliah di Australia, dia punya mimpi bikin platform desain yang gampang banget dipake semua orang. Pas dia nyari modal ke San Francisco, dia malah diketawain dan ditolak sama 100 lebih investor di sana karena idenya dianggap konyol.
Tapi bukannya nangis terus pulang kampung, si Melanie ini malah muter otak pake strategi gila yang gak masuk akal sehat. Dia denger info kalo ada investor raksasa yang lagi dia incar tuh hobinya main kitesurfing (selancar layang).
Karena dia gak punya akses buat ketemu di kantor, dia nekat latihan olahraga ekstrem itu berbulan-bulan sampe badannya babak belur dihantam ombak. Tujuan utamanya cuma satu, biar bisa ikutan nyebur ke laut dan dapet celah waktu buat presentasi pas si bos lagi istirahat di pinggir pantai.
Bener-bener taktik nyari modal paling ekstrem. Tapi gila, dedikasi nekatnya itu berhasil ngeluluhin hati para investor. Tahun 2013 Canva resmi rilis, dan sekarang malah sukses jadi aplikasi raksasa bernilai ratusan triliun.
Jadi buat lu yang tiap hari pake Canva buat bikin tugas atau revisi desain kerjaan, sungkem dulu sama kegigihan mbak Melanie yang ampir kelep di laut demi lu semua.
Susah tau isi exclusive Rachel Vennya? Tapi mungkin kamu belum tauuu…
1. kasus Andrie Yunus dialihkan ke Puspom TNI;
2. prajurit tni gugur di Lebanon
3. berbagai daerah terancam tidak bisa melanjutkan kontrak ribuan pegawai PPPK dampak pemangkasan TKD
4. harga kertas & plastik naik drastis
5. Prabowo dan rombongannya menghabiskan 20 miliar rupiah dalam satu kali kunjungan kenegaraan
6. ACEH BELUM PULIH!!!!
Ternyata membatasi akses internet di handphone kita selama 2 minggu tuh manfaatnya banyak.
Izin menjelaskan penelitian ini ya.
Jadi ada studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal PNAS Nexus (2025) yang meneliti perilaku digital kita dan hasilnya unik banget.
Penelitian yang melibatkan 460 partisipan ini menguji efek dari pembatasan akses internet pada smartphone selama dua minggu.
Hasilnya menunjukkan bahwa mematikan data seluler berasosiasi dengan peningkatan sustained attention (kemampuan atensi berkelanjutan), persepsi kesehatan mental, serta subjective well-being.
Jadi dengan mengurangi digital noise di handphone kita, maka kita bisa lebih melakukan hal-hal yang dapat bermanfaat untuk otak dan kesehatan mental, antara lain:
-Interaksi sosial tatap muka (meningkatkan regulasi emosi)
-Aktivitas fisik (memicu pelepasan neurotrofin)
-Paparan lingkungan terbuka (menurunkan kadar kortisol)
Semoga bermanfaat
"Mahakarya" bencana ekologis rezim Prabowo Di Merauke:
Menghancurkan ekosistem penting✅
Mengobral tanah adat orang Papua layaknya "tanah kosong" buat proyek food estate 2 juta ha ✅
Mengerahkan tentara buat meneror, membongkar, dan merampok tanah ✅
Breaking: Satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto ditandai dengan meningkatnya jumlah deforestasi di Indonesia.
___
Riset lembaga Auriga Nusantara mencatat 433.751 hektare hutan gundul sepanjang 2025. Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
baru sadar, ternyata setiap kita ‘level up’, pasti ‘kehilangan’ sesuatu.
entah itu kebiasaan, pertemanan, pasangan, atau versi diri kita yang lama.
tapi, itu bukan berarti kita benar-benar kehilangan melainkan kita bertumbuh. menyeleksi apa yang udah gak sejalan dengan versi kamu yang lebih baik diatas sana.
Your brain has a “wandering mode” that kicks in when you’re not focused on anything. In depressed people, this mode gets stuck on repeat, looping the same negative thoughts over and over. A 2025 brain scan study found that horror movies temporarily break that loop.
Researchers scanned the brains of 84 people with depression before and after showing them horror clips. The part of the brain responsible for replaying bad thoughts disconnected from the part that decides what to pay attention to. The bigger the disconnect, the more the person actually enjoyed the movie. Your brain can’t replay your worst memories when something on screen is trying to eat someone.
But scarier isn’t always better. The same team tested 216 people and found a sweet spot. Fear and enjoyment rise together, but only to a point, then enjoyment drops off. People with moderate depression needed a harder scare to hit that sweet spot. People with severe depression barely felt anything at all.
A 2021 study surveyed 310 people during the first COVID lockdown. Horror fans reported less depression, less anxiety, and better sleep than non-fans, even after the researchers accounted for personality differences. People who watched zombie and apocalyptic movies specifically said they felt more prepared for the pandemic.
Margee Kerr, a sociologist at the University of Pittsburgh, put brain sensors on 100 people before and after sending them through an extreme haunted house. About half came out in a better mood. Their brains had calmed down the same way a runner’s brain calms down after a long run. When you get scared, your body dumps dopamine (the “reward” chemical), endorphins (natural painkillers), and adrenaline all at once. When the scare ends, the comedown feels good.
Mathias Clasen, who runs the Recreational Fear Lab in Denmark (yes, that’s a real lab), splits horror fans into three types: people who watch for the adrenaline rush, “white knucklers” who push through fear to prove something to themselves, and “dark copers” who straight up treat horror movies like medicine for their anxiety or depression.
The catch: you have to choose to watch. That’s the whole thing. Being forced into a scary situation doesn’t help, it makes things worse. People with severe anxiety can become more jumpy, not less. A University of Wisconsin study found kids under 14 who watched horror had a higher chance of developing anxiety as adults. 93% of 1,600 Danish kids enjoy at least one scary activity according to a 2025 study, but the line between helpful fear and harmful fear comes down to one thing: whether you’re the one holding the remote.