Kawans, ogut lagi cari orang2 yg pernah pake aplikasi meditasi, untuk mengisi kuesioner gitu. Ada reward berupa saldo GoPay/OVO Rp50.000 untuk narsum terpilih.
Kuesionernya di sindang ya >> https://t.co/EEcJ5vi0vp
Please bantu retweet atau mention mutualmu. Thank you 🙇🏻♀️
Bayangin biayanya bikin acara begini berapa mahal
Bayangin ya
Terus bayangin sebelum bapak ini jadi presiden, biayanya 0 krn acara2 gak perlu begini.
Padahal dulu dia yg bilang acara seremoni2 gak perlu, makanya ada efisiensi
🙃🙃🙃
Dua minggu terakhir ini beberapa teman (pengusung pemerintahan sekarang) vokal sekali menghujat Ex Kepala BGN yang ditangkap itu.
Pas diganti dan orangnya ditangkap, langsung bangun narasi “terima kasih Pak Presiden sudah mendengar masukan dari rakyat.”
Nice…
Semalam saya analisis ada kemungkinan Dadan MBG bukan dipecat tapi “diamankan”.
List potensi fraud BGN:
1. Infrastruktur TIK 5.000 SPPG: Rp 665 M -> penunjukan langsung
2. Sistem Informasi Gizi Nasional: Rp 600 M -> penunjukan langsung
3. Motor listrik 21.801 unit: Rp 1,2 T -> e-katalog, supplier tunggal
4. Tablet & perangkat IT: Rp 830 M -> e-katalog
5. Pakaian & kaos kaki: Rp 622 M -> swakelola Unhan
6. Sertifikasi halal: Rp 141 M -> diduga pemecahan paket, dilaporkan ICW ke KPK
7. Jasa akomodasi sosialisasi: Rp 18,2 M -> penunjukan langsung
8. Rekomendasi kebijakan gizi: Rp 10 M -> penunjukan langsung
9. Jasa EO (31 paket): tidak dirinci -> tanpa tender kompetitif
10.Pengelolaan opini publik: Rp 800 juta -> e-purchasing
Total teridentifikasi: >Rp 4 triliun.
Anjir ga punya malu banget nyebut pelepasan WNI yang sempet diculik Israel sebagai pencapaian diplomasi si wowo dan sugiono padahal sugiono sendiri yang denial dan bilang waktu itu bahwa mereka TIDAK diculik.
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.