Liverpool juga pernah ada di posisi yang sama dengan Arsenal. Fans lain tidak rela kita juara UCL dan EPL karena akhirnya bisa bangkit dari kubangan lumpur dan menjadi tim terbaik di Inggris lagi. Berisik lagi dan jadi relevan lagi.
Pas juara pun macam-macam, dituduh Livarpool lah, juara Covid lah, cuma lawan Spurs lah, inilah, itulah. Semuanya. Tapi di akhir, kita tak peduli dan berpesta.
Arsenal adalah juara yang layak. Gue gamau bilang mereka dorong-dorong kiper, Luckynal, atau apapun yang mengganggu karena gue tau rasanya ga enak dan menyebalkan. Kemarin? Ya untuk asik aja sih cengin fansnya, hehe. Tapi serius, Arsenal layak menjadi juara. Jangan cuma liat musim ini, tapi mereka membangun effort dari 4 musim lalu dengan mulai runner up sampai 3x beruntun. Give credits where it’s due.
Sekali lagi selamat, Gooners!
Selamat, @Arsenal 🏆
Arsenal resmi mengunci gelar juara Premier League musim ini, setelah berpuasa selama 22 tahun.
Boaz punya pengalaman berharga, saat menjadi kapten Timnas Indonesia kala berhadapan dengan Arsenal & pelatih Arsenal saat ini, Mikel Arteta pada 2013 silam 🔥
Oiya, soal guard of honour, itu akan dilakukan di match terakhir Arsenal di kandang Palace (Selhurst Park) tanggal 24 nanti sebelum kick off.
Dan yak, benar.. Eze akan dapat GoH dari mantan timnya dan mantan rekan-rekannya.
Arsenal akhirnya (bisa) juara!
Saya jarang sekali menulis tentang Arsenal. Tiap tahun tak pernah tersusun kalimat utuh, dipupus sedih dan kecewa.
Kali ini, izinkan kami bergembira setelah 22 tahun berpuasa, masa penantian yang amat panjang. Ada pasang surut harapan, tak jarang putus asa, sedih, kecewa, marah. Tapi itulah hidup. Momen yang menegaskan batas ketidakmungkinan dalam hidup.
Layaknya iman, biasa mengklaim kokoh namun tak jarang goyah. Yang menyenangkan sbg pendukung Arsenal adalah kenyang dengan ledekan. Itu yg menempa mental kami, hingga ke level sanggup menertawai diri sendiri. Belajar tak iri meski teman lain bergelimang gelar dan trofi.
Kali ini tak penting berapa kali juara, berapa lama paceklik, dan esok akan seperti apa. Hari ini, kini dan di sini, momen indah itu hadir. Amat layak dirayakan sepenuh hati. Bagi saya pribadi, ini sdh seperti pemenuhan eskatologi.
Suatu ketika, iman saya pada Arsenal goyah. Saya mencoba bertahan dan lelah, pengin murtad. Arteta adalah dadu pertaruhan yg tampak menjanjikan tapi tak jarang mengecewakan. Ia seperti enigma atau bahkan nabi palsu. Hari ini ia mewujudkan mimpi lama: juara. Dan kami menghargai pentingnya proses, menjadi paham arti berjuang.
Saya hanya bergumam: imanmu, memenangkanmu.....!
Terima kasih Arteta. Terima kasih seluruh pemain. Terima kasih pemilik. Dan sesama fans yang menjadi sahabat seperjalanan. Menziarahi suka duka panjang yang berakhir manis. 💪🔥🍷🏆
#COYG #Arsenal
@IDGoonerscom@Indo_Gunner@Gooners_Report@gudangbedil@JalanArsenal@BeritaArsenal
22 tahun buat menunggu buat tim idolanya juara liga lagi itu bukan waktu yg sebentar.
Ada fans yg frustasi tapi ada fans yg tetap loyal di situ.
Aku pernah di momen itu, ketika menunggu liverpool juara liga lagi setelah 30 tahun.
So, enjoy the moment! Semoga finish as juara.
“Bapak pahlawan ekonomi saya pak”😭😭🥺😔
Bayangin ya… S1 di Brown University, S2 di Harvard University pada masanya sepintar apa coba?! Balik ke Indo ngasih kontribusi ke negara dengan bikin 4 juta lapangan pekerjaan buat rakyat, lanjut memperluas kontribusi lagi di Pemerintahan, eh tau-tau DITUNTUT TOTAL 27,5 tahun untuk KASUS GAIB (pidana penjara 18 tahun, denda 1M (subsidair 190 hari), dan pidana tambahan uang. Pengganti (809M) dan 4.8T (subsidair 9 tahun) atas SEDERET DENGAN DAKWAAN 0 BUKTI!! kasus yang sampe sekarang publik aja masih bingung “ini barang buktinya mana?” 😭😭
Ingat baik-baik namanya, Nalince Wamang
Pelajar asli Papua, 17 tahun, tewas ditembak oleh tentara saat sedang mendulang emas di wilayah bekas aliran limbah tambang PT. Freeport demi mencari uang untuk kuliah
Dimiskinkan sistem, dibunuh aparat negara
Never forget, never forgive
Apakah ini fakta tindakan hakim di persidangan? Ataukah hanya rekayasa AI? Saya tak sempat nonton sidangnya. Kalau benar ini atraksi hakim di persidangan: Duh Gusti, mengapa dunia peradilan kita begini?
Sikap pendukung grassroot yg keren itu gini. Melakukan kritik internal. Bukan malah whataboutism, nunjuk2 klub lain, menormalisasi kebusukan.
Sekelompok fans Arsenal berkampanye mendesak Arsenal menghentikan kontrak sponsor Visit Rwanda di lengan jersi tim.
Alasannya krn rezim Rwanda melakukan sportswashing dan mendanai milisi yg melakukan pembunuhan dan kekejaman di Kongo Timur.
Untuk menunjukkan betapa nggak setujunya pd sponsor visit Rwanda, mereka bikin kampanye satir dgn logo Visit Tottenham. Jadi, lebih baik memakai nama Tottenham di lengan jersi drpd memakai nama rezim pelanggar HAM.
Keren!
Demi ambisi seorang pemimpin sampe rela mengorbankan kesehatan rakyatnya..
Dana buat BPJS dipotong untuk pengadaan barang remeh temeh buat MBG..
Ga usah pidato yg muluk² klo rakyatmu masih susah ..
Selamat jalan Prof. Dr. Juwono Sudarsono
Tanggal 28 November 2005, Menteri Pertahanan Prof. Dr. Juwono Sudarsono menunjuk saya *(Dr. Ir. Muhammad Said Didu - Sesmen Kem BUMN) selaku Ketua Tim Supervisi Transformasi Bisnis TNI (TSTB-TNI) bersama Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin (Sekjen Kemenhan) selaku Wakil Ketua TSTB-TNI.*
Saat itu saya kurang berkenan sebagai Ketua karena dalam segi apapun, Pak Sjafrie jauh melebihi saya. Tapi atas “rayuan” almarhum dan kerendahan hati Pak Sjafrie akhirnya “terpaksa” amanah tersebut saya terima.
TSTB-TNI adalah pelaksanaan amanat UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI yang salah amanahnya adalah *melarang TNI berbisnis.* Alahamdulillah atas kekompakan Tim serta arahan dan bimbingan dari Almarhum, tugas negara tersebut dapat kami selesaikan.
Prof. Dr. Juwono Sudarsono dikenal sebagai Ilmuwan dan pejabat yang rendah hati. Berbagai jabatan pernah ditempati.
1) Gubernur Lemhanas,
2) Menteri Lingkungan Hidup (rezim Soeharto),
3) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Rezim Habibie),
4) Menteri Pertahanan (Rezim Gus Dur), dan
5) Menteri Pertahanan (rezim SBY)
Artinya Prof. Dr. Juwono Sudarsono adalah tokoh yang lintas keilmuwan dan diterima secara politik oleh banyak rezim kekuasaan.
Dari pengalaman saya berinteraksi dg Almarhum, saya menyimpulkan bahwa Almarhum adalah *Ilmuwan dan tokoh multitalenya yang rendah hati.* Jika berdiskusi dengan orang lain maka almarhum seakan “menurunkan kemampuannya” sama dengan teman diskusinya - bahkan kadang lebih rendah.
Selamat beristirahat Prof. Dr. Juwono Sudarsono.