Sebuah uraian yg menarik oleh pak Gita Wirjawan.
Di tiongkok ada orang IQ 140 jago fisika murni tapi nggak bisa ngomong.
Yang kedua IQnya 78,49 jago joget di tiktok.
Di Tiongkok yang pasti terpilih untuk posisi kepemimpinan adalah yg pertama, nggak ada kesempatan buat yang kedua.
Tapi sayangnya demokrasi sekarang lebih tergugah oleh hal-hal yg sensasional dan festival. Sehingga orang yang jago joget dengan IQ 78 bisa terpilih
Let's him cook Mr Gita Wirjawan
@Hidupsebagai62 cape bgt saya hari ini, dimana2 ada foto lama saya, saya tegaskan lagi itu editan yah, aslinya itu meja pelayanan begini, dan itu sekitar Tahun 2016-2017, pertanyaannya kok bisa foto itu nyebar, rasanya ga pernah upload ke sosmed -_-
Guys lu pada tau gk
Mohammad Hatta pernah lihat iklan
sepatu Bally di koran
Beliau gunting iklannya, lalu disimpan di dompet bertahun-tahun.
Padahal saat itu beliau menjabat
Wakil Presiden Republik Indonesia.
Kalau mau? Tinggal telepon.
Tinggal suruh staf.
Tinggal pakai fasilitas jabatan.
Tapi beliau memilih menabung sendiri.
Dan tabungannya sering habis karena dipakai bantu orang lain.
Sampai beliau wafat tahun 1980…
sepatu itu nggak pernah kebeli
Yang ditemukan keluarga di dompetnya cuma guntingan iklan sepatu Bally yang sudah kusam dan terlipat rapi selama puluhan tahun.
Bayangin…
dulu ada Wakil Presiden yang mimpinya cuma sepasang sepatu.
Bandingin sama sekarang
Ada pejabat:
- laundry baju keluarga ratusan juta
- mobil dinas miliaran
- anggaran kaos kaki fantastis
- fasilitas mewah pakai uang negara seolah normal
Sementara Bung Hatta bahkan takut memakai jabatan untuk kepentingan pribadi.
Ini bukan soal miskin atau kaya.
Ini soal tahu batas:
mana milik negara, mana milik pribadi.
Zuhud bukan berarti nggak punya keinginan.
Bung Hatta pengen sepatu itu. Tapi beliau menjaga diri agar jabatan tidak merusak hati.
Dan mungkin… garis pemisah itu yang sekarang mulai banyak hilang.
"Sebelum matahari terbenam, Pangkostrad harus sudah diganti", kata Presiden Habibie.
Jumat pagi 22 Mei 1998, Panglima ABRI Wiranto menghadap Presiden Habibie.
Wiranto melaporkan adanya pergerakan pasukan Kostrad dari luar daerah secara besar-besaran menuju Jakarta, termasuk ke arah kediaman Habibie di Kuningan dan Istana Merdeka, tanpa adanya koordinasi maupun perintah resmi dari Pangab.
Mendengar laporan tersebut, Habibie langsung mengambil keputusan tegas: Prabowo harus diganti dari jabatan Panglima Kostrad sebelum matahari terbenam pada hari itu.
Sore harinya, setelah mengetahui keputusan tersebut, Prabowo Subianto datang ke Istana Merdeka untuk menghadap Presiden Habibie.
Sintong Panjaitan yang berjaga di luar ruangan melihat Prabowo datang dengan pakaian lapangan lengkap dan membawa senjata api (pistol) yang tersarung di pinggangnya.
Berdasarkan aturan protokoler Istana yang sangat ketat, siapa pun tidak boleh membawa senjata ke hadapan presiden. Sintong kemudian meminta ajudan presiden untuk menegur dan meminta Prabowo mencopot senjatanya terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan. Prabowo mematuhi permintaan tersebut dan menyerahkan senjatanya.
Saat bertemu presiden, Prabowo mempertanyakan alasan pencopotannya dan menganggap keputusan itu sebagai penghinaan terhadap keluarganya serta keluarga mertuanya (Soeharto). Prabowo sempat meminta waktu untuk tetap memegang kendali pasukan Kostrad.
Presiden Habibie menolak permintaan tersebut. Ia menegaskan bahwa pergerakan pasukan Kostrad ke Jakarta dilakukan tanpa perintah Panglima ABRI. Ketika Prabowo menjelaskan bahwa gerakan itu murni untuk mengamankan presiden, Habibie menyanggah dengan mengatakan bahwa pengamanan presiden adalah tugas Paspampres di bawah koordinasi Pangab, bukan tugas Pangkostrad.
Pertemuan bertensi tinggi tersebut berakhir setelah Sintong Panjaitan meminta Prabowo meninggalkan ruangan karena waktu protokoler telah habis. Prabowo sempat menatap tajam, namun akhirnya menurut dan memberi hormat pada presiden sebelum pergi meninggalkan istana.
Prabowo akhirnya dipindahkan untuk menjabat sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) ABRI di Bandung. Sedangkan jabatan Pangkostrad diserahkan sementara kepada Johny Lumintang. Keesokan harinya saat ketegangan mereda, ia dicopot dan digantikan oleh Djamari Chaniago. Johny menjadi panglima Kostrad dengan jabatan tersingkat dalam sejarah, hanya 17 jam.
Bagi Wiranto saat itu yang terpenting adalah memenuhi tenggat waktu perintah presiden, bahwa Prabowo harus dicopot sebelum malam. Terlalu lama jika harus menunggu Djamari Chaniago datang dari Bandung. Akhirnya, Johny Lumintang yang berada di Jakarta ditunjuk untuk memimpin sementara Kostrad.
Bagi Habibie, membiarkan Prabowo memegang kendali pasukan hingga keesokan pagi adalah risiko yang terlalu besar. Pencopotan harus selesai sore itu juga, sebelum matahari terbenam.
7 Racun Di Kopi Sachet Yang Kamu Teguk Tiap Pagi
1. 1 sachet = 3 sendok gula. Minum 2x sehari = diabetes dalam 3 tahun.
2. Krimernya bukan susu. Itu minyak sawit terhidrogenasi, penyumbat pembuluh darah.
3. Kopinya bukan kopi asli. Cuma perisa sintetis dan kafein buatan pabrik.
4. Pengawet BHT dan BHA = karsinogen kelas 2. Kanker menunggu di depan.
5. Pewarna karamel mengandung 4-MEI. Zat ini bikin tumor di tikus lab.
6. Tidak ada antioksidan sama sekali. Cuma gula, lemak trans, dan bahan kimia.
7. Ketagihan parah. Stop 1 hari = pusing, mual, lemas. Itu withdrawal kafein.
Karena MU abis menang, dan hari ini gue full senyum, gue mau bagi-bagi THR giveaway image IPhone 13 Pro 256gb buat salah satu dari lo yang ngeliat postingan ini, syaratnya cuma komen dan retweet aja, tambahin like juga boleh, gue umumin pemenangnya besok malam.
Semoga beruntung ❤️
INI SERIUSAN?? KENAPA BARU TAU.. PADAHAL SERING LIAT PRODUKNYA😭
Big thanks to mbak” thread yang udah share life hack sabun mandi yang wangi ini… bakalan jadi sabun favorit aku sekarang🫶