@tailwindcss_@_NotUrPal_@darievent_ pakai perspektif si aktor, jangan terlalu lebar dulu
dan, apa dikira ojol ga bisa juga jadi harapan (bagi pasangan dll)?
ada bnyk faktor knp mahasiswa mmg paling fit untuk jd salah satu aktor utama
@_NotUrPal_@darievent_ ga cukup menggerakkan kelompok ojol yg sudah tersandera sistem mitra dan kebutuhan, dan ga cukup menggerakkan kelompok lain
kuncinya pada kelompok mahasiswa – jumlah banyak, tiap daerah ada, mostly belum punya tanggungan
@bagus_muljadi glorifikasi local knowledge just for the sake of bikin argumennya terlihat inklusif dan anti kolonial (shortly, performatif)
kalo gini aja, pada bawa local wisdom, tapi di ranah lain, misal parenting, tradisi atau upacara, dll, dikebiri dan dianggap ga relevan dan pointless.
@bagus_muljadi glorifikasi local knowledge just for the sake of bikin argumennya terlihat inklusif dan anti kolonial (shortly, performatif)
kalo gini aja, pada bawa local wisdom, tapi di ranah lain, misal parenting, tradisi atau upacara, dll, dikebiri dan dianggap ga relevan dan pointless.
@ajiehatadji penokohan itu kata netral,
misal dalam kontes ini, kita perlu tahu dia tokoh di ranah apa, biar ga keluar argumen aksi dong jangan teori mulu
kalo gue liat bbrp udh labelling dia sbg tone deaf menara gading just because dia ga menghujat secara performatif