@gm_gm Jangan heran, pengusaha yg masuk kabinet sama saja masuk jebakan pembantaian.
Malingnya PNS di kementrian di semua eselon tapi yg dipenjara Mentrinya.
Waspadalah jangan bangga diangkat jd menteri krn anda gak paham mafia birokrasi, maka nanti bakalan sial
mereka ini para ASN yang menjalankan WFH. bukan penjahat, kriminal, koruptor, atau pelanggar HAM yang sedang menjalani tahanan rumah.
aneh-aneh aja.
Wamendagri Minta Masyarakat Viralkan ASN yang Keluar Rumah Saat WFH
https://t.co/d0lO6ELoJv
Di awal karir, gue berpikir karir itu ya mengejar kenaikan gaji atau promosi
Akibatnya gue gampang anxious ketika ga mendapatkannya
Setelah gue baca buku Infinite Game, gue jadi punya prespektif lain soal karir
Selamat pagi temen2 aku mau share pengalamanku menanam cabe rawit skala hobi di pot halaman rumah 🌶🍃🌿
Cuma 2 pohon dan uda panen berkali2 🤗🌿 semoga membantu ya bagi yang mau tanam cabe buat komsumsi sendiri🤗🌱
A THREAD 🌶🍃
Khusus untuk yang hobi baca..!!
Yang malas baca tulisan panjang skip saja.
Artikel ini saya kutip dari Armahedi Mahzar. Isinya sangat bagus bagi para pemikir dan analys.
Mari kita mulai…
Huawei-Toshiba-Alstom
Apakah Tiongkok akan menjadi seperti Jepang berikutnya, jika dilihat dari perkembangan teknologi, ekonomi serta produk asal negara tersebut yang mendunia?
Inti dari pertanyaan ini terletak pada anak kalimat "menjadi seperti Jepang berikutnya." Apa artinya? Ada sebuah konsep yang populer dikalangan pengamat bahwa China akan mengikuti jejak Jepang yaitu sukses membangun dan produk-produknya mendunia. Namun karena AS mengintervensi. Ekonomi dan teknologi China akan rontok dan stagnan, seperti yang dialami Jepang.
Berdasarkan perkembangan yang terjadi. Nampak jelas bahwa China tidak mengikuti jejak Jepang. China menempuh jalan yang sangat berbeda dengan Jepang. Bahkan pada saat ini sudah dapat dipastikan bahwa AS telah sepenuhnya gagal menghentikan kemajuan China. Untuk pertama kalinya AS gagal menghabisi sebuah negara yang bangkit dan mengancam supremasinya sebagai Sang Adikuasa.
Mengapa AS tidak berhasil menundukkan China? Apakah yang dilakukan China sehingga mampu mementahkan semua serangan AS? Untuk dapat memahami konteks permasalahan yang terjadi. Mari kita mulai dengan kisah Jepang.
Tragedi Toshiba
AS berhasil menghentikan kemajuan ekonomi & teknologi Jepang dengan cara melumpuhkan industri semi konduktor Jepang dan memaksakan penguatan Yen dengan Plaza Accord sehingga ekspor Jepang menurun dan ekonomi stagnan.
Kisahnya terjadi pada dekade 1970an saat Jepang sukses membangun ekonominya dengan memproduksi elektronik dan mobil. Namun Jepang tidak puas hanya dengan elektronik dan mobil saja. Pemerintah Jepang melangkah lebih jauh dengan merambah ke semi konduktor.
Diawal dekade 1970an, Kementerian Industri & Perdagangan Jepang meminta Fujitsu, Hitachi, Mitsubishi, NEC, Toshiba, dan Panasonic agar program R&D mereka difokuskan untuk pengembangan semi konduktor dengan dukungan dana dari pemerintah Jepang. Hasilnya dalam waktu kurang dari satu dekade, teknologi semi konduktor Jepang melaju pesat. Bahkan jauh melewati AS yang saat itu adalah the leader of semiconductor technology.
Perusahaan-perusahaan Jepangpun dengan cepat menguasai pasar semi konduktor global. Pada tahun 1985, sekitar 65% pangsa pasar semi konduktor global berada ditangan keenam perusahaan Jepang tsb dan Toshiba yang terbesar. Oleh karena Toshiba memiliki tim teknologi, foundry dan tim bisnis yang paling kuat serta ekstensif di pasar global.
Pada tanggal 2 Mei 1987 atas perintah dari kantor pusat CIA di Langley, Virginia. Polisi Jepang menangkap Ryuji Lin, Direktur Foundry Department Toshiba Machinery Company dan Hiroaki Tanimura, Direktur Bussines Department. Toshiba Machinery Company. Dengan tuduhan menjual high-tech technology ke Soviet.
Perlu diketahui bahwa salah satu pelanggan lama Toshiba, Norway's Kongsberg Company, secara teratur membeli produk-produk Toshiba untuk dijual kembali di Eropa. Dengan demikian bukan Toshiba namun Norway's Kongsberg Company yang memiliki bisnis dengan Soviet. Norway's Kongsberg Company-lah yang menjual produk-produk berteknologi tinggi buatan Toshiba kepelanggannya di Soviet.
AS pasti paham hal ini dan seharusnya Norway's Kongsberg Company yang ditegur. Fakta justru Toshibalah yang menjadi sasaran menunjukkan bahwa AS mentargetkan Toshiba. Mengapa AS mentargetkan Toshiba? Oleh karena Toshiba saat itu adalah "the largest and the most advanced semiconductor company in the world." Bukan hanya itu, Toshiba juga leading pada berbagai produksi precision machine tools berteknologi tinggi sehingga Toshiba menjadi, "the pride of the Japanese manufacturing industry.” Inilah alasan utama Toshiba menjadi targget AS yaitu untuk melumpuhkan kemajuan teknologi dan ekonomi Jepang.
Saya baru saja berbicara dengan Presiden Indonesia, @Prabowo Subianto.
Kita telah memutuskan untuk memperkuat hubungan antara negara kita dengan proyek-proyek yang ambisius dan berwawasan ke depan.
Pendekatan bersejarah yang kita persiapkan ini akan terwujud dalam kunjungan kenegaraan saya ke Indonesia pada akhir bulan Mei.
Kita bertekad untuk mempererat kerja sama di bidang pertahanan, ekonomi, ilmu pengetahuan, dan budaya, serta mengembangkan pertukaran akademik kita.
Prancis dan Eropa ingin membangun ekonomi masa depan bersama Indonesia dengan menciptakan rantai nilai yang tangguh, terutama di sektor logam kritis, serta mendukung transisi energi.
Terakhir, bersama-sama kita memiliki tekad yang sama untuk mempromosikan perdamaian dan keamanan di Timur Tengah serta mengakhiri perang agresi yang dilakukan oleh Rusia terhadap Ukraina. Kami akan bekerja sama dalam persiapan konferensi tentang Gaza yang akan diadakan pada bulan Juni.
Masa depan dibangun melalui kemitraan yang kuat, perdagangan yang terbuka, dan visi bersama.
Ketika Aguan Meludahi Hukum Menggunakan Bansos
Pantai Indah Kapuk 2 atau yang lebih dikenal dengan sebutan PIK 2, merupakan proyek ambisius yang berada di bawah kendali Aguan melalui Agung Sedayu Group. PIK 2 bukan hanya sekadar tumpukan beton megah, tetapi juga medan pertempuran di mana keserakahan melawan keadilan, dan hukum yang berlaku di Indonesia menjadi penonton yang lumpuh.
Proyek ini, yang merupakan bagian dari reklamasi Teluk Jakarta, telah memicu gelombang protes sejak sejak awal ditetapkan sebagai PSN. Laporan dari Kompas mengungkap bagaimana pagar laut PIK 2 memutus akses nelayan tradisional di Pantai Mutiara dan sekitarnya, merenggut mata pencaharian ratusan keluarga. Tak hanya itu, Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta juga mencatat terdapat potensi kerusakan ekosistem mangrove seluas ribuan hektar akibat reklamasi. Di sisi lain, ada gugatan sebesar Rp 3 triliun dari PT Jaladri Samudera Raya, terhadap pengembang PIK 2 pada 2022 masih bergulir, menuntut kompensasi atas dampak lingkungan dan sosial.
Hukum yang berlaku di Indonesia seharusnya menjadi benteng, namun malah menjadi karpet merah bagi Aguan. UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, spesifiknya di Pasal 74, mewajibkan perusahaan yang berkaitan dengan sumber daya alam seperti reklamasi properti, diwajibkan untuk melaksanakan kegiatan CSR. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa implementasinya lelet, di mana Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2012 tidak punya nyali untuk menghukum mereka yang mengabaikan esensi tanggung jawab sosial.
Aguan, dengan kekayaan yang masuk ke dalam daftar Forbes (estimasi US$ 1,1 miliar pada 2024), tampaknya paham betul cara memanfaatkan celah ini, membiarkan hukum tertatih sementara proyeknya terus menggilas rakyat kecil.
Kontroversi PIK 2 bukan hanya soal nelayan atau mangrove, namun juga soal hukum yang diperkosa di depan mata kita. Data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2023 menyebutkan, lebih dari 1.500 nelayan di Jakarta Utara terdampak reklamasi, termasuk PIK 2, tapi tindakan nyata dari pemerintah nihil. Aguan tidak hanya sekadar membangun properti, ia juga membangun narasi bahwa hukum bisa dibungkam dengan uang dan kuasa. Dan yang lebih memuakkan, sistem kita membiarkan ludahnya mengalir, meninggalkan kita dengan pertanyaan, “Sampai kapan rakyat menjadi penutup mata dalam drama ini?”.
Sebuah Esai
Gimana caranya jadi tangan kanan atasan?
Salah satunya adalah punya kemampuan berpikir strategis
Caranya bisa dengan melatih kebiasaan ini ketika bekerja
Yuk kita bahas satu satu
Pidato pengukuhan guru besar HI terbaru dari Prof Ani Soetjipto, Guru Besar HI Universitas Indonesia, memperkenalkan ulang dan mendorong perspektif interseksional sebagai cara memahami HAM, gender, dan politik internasional, terutama di Indonesia.
In 1965, Singapore was forced out of Malaysia.
No army.
No resources.
No fresh water.
A tiny island of 2M people living in slums.
Then ONE man's ruthless vision built modern Asia's greatest success...
🧵
Beberapa bulan lalu gw pernah cerita soal pengusaha underground yang penghasilannya absurd.
Ada yg 3-4M per bulan, belasan, bahkan puluhan M per bulan. Semuanya real dan ada benang merahnya ternyata.
Ini beberapa hal yang sempat mereka share ke gw👇